oleh

Festival Literasi Anak, Mahasiswa STEI SEBI Bangun Minat Baca pada Anak

Live Update COVID-19 Indonesia

1.790
Positif
170
Meninggal
112
Sembuh

Live Update COVID-19 Dunia

1.016.310
Positif
53.236
Meninggal
213.126
Sembuh

PENDIDIKAN merupakan suatu hal penting yang harus kita jalani guna menunjang kehidupan yang akan datang ,khususnya kepada masyarakat indonesia agar lebih melihat dan memperhatikan bagaimana keadaan dunia pendidikan saat ini ,Pentingnya pendidikan di usia dini memperkenalkan apa arti pendidikan meskipun dalam konteks bermain. Sebagai anggota masyarakat sudah seharusnya memiliki orientasi ke depan agar kita semua dapat memperlihatkan kepada dunia bahwa, pembangunan Sumber Daya Manusia( SDM ) yang ada di Indonesia jauh lebih baik untuk sekarang dan kedepanya .

Rabu lalu (18,Desember 2019) Mahasiswa dan mahasiswi STEI SEBI angkatan 2019, jurusan akutansi (AS19C) yang berada di Kecamatan Bojongsari sawangan Kota Depok juga ikut berperan dalam meningkatkan literasi kepada anak bangsa, dengan mengadakan Bakti Sosial (BAKSOS),Musawwir selaku ketua pelaksa acara Bakti Sosial ,yang diikuti oleh anak-anak yang berusia mulai dari 2 setengah tahun sampai umur 12 tahun atau setara dengan kelas 6 SD. Acara Bakti Sosial ini di adakan di Masjid Jami Al-Ikhlas tepatnya di Kampung Benda, Cipayung Kecamatan Cipayung berada di Kota Depok.

Kegiatan yang diadakan memiliki tema Yaitu “Festival Literasi Anak-anak Sebagai Penerus Bangsa” kutipan tema tersebut di ambil dari kebiasaan mahasiswa dan mahasiswi STEI SEBI yang gemar membaca bahkan setiap hari selasa pagi jam 06:30 di tengah kampus yang mungil dan rindang dengan sejuknya udara pagi, mahasiswa maupun mahasiswi-nya membentuk lingkaran untuk bersama-sama membaca dari berbagai macam buku dan akan di adakan sering buku yang sudah di bacanya oleh mahasiswa di akhir acara, berdiskusi untuk saling memberi solusi bahkan melahirkan narasi-narasi yang indah di setiap pertemuanya.

BACA JUGA:  Gak Mati Gaya, Mahasiswa Desain Grafis Buat Poster Ngena Tentang Virus Corona

Acara Bakti Sosial (BAKSOS) di mulai setelah dzuhur jam 14:00WIB, sebelum memulai acara panitia atau anggota kelas AS19C mengajak anak-anak untuk bersama-sama melaksanakan solat dzuhur. Ketika acara ini di mulai anak-anak pada awanya berjumlah 75 anak sesuai perkiraan tetapi jumlahnya meningkat ketika acara di mulai dan Acara ini seluruhnya di ikuti oleh anak-anak Kampung Benda dengan jumlah anak sekitar 130 anak-anak dan sekitar 10 ibu dari warga kampung Benda yang mengantarkan anak-anaknya sambil menyaksikan jalanya acara hingga akhir. Banyak acara yang di adakan mulai dari pembukaan ,Pembagian kelompok Halaqoh ,sampai penyampaian materi Halaqoh dari mahasiswa dan mahasiwi dan dilanjut dengan Games atau permainan, games ini di isi dengan permainan sambung ayat di surah Ar-Rahman ayat 1-5

BACA JUGA:  Gak Mati Gaya, Mahasiswa Desain Grafis Buat Poster Ngena Tentang Virus Corona

Dengan menggunakan gerakan-gerakan yang mencerminkan arti dari ayat tersebut dengan sangat antusias anak-anak menikmati games yang dibawakan oleh Cindy Permata Sari selaku warga kampung Benda sekaligus mahasiswa STEI SEBI satu -satunya yang tinggal di daerah tersebut beliaulah yang menjadi ketua taman baca di masjid tersebut .

Harapan di adakanya Bakti Sosial(BAKSOS) ini anak-anak bisa merasa senang dan meningkatnya jumlah anak yang ber literasi/ membaca, tak hanya itu peran mahasiswa dan mahasiswi perlu dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat sekitar dan teman- teman, untuk itu di akhir acara, pada saat penutupan kegiatan Bakti Sosial (BAKSOS) mahasiswa STEI SEBI memberikan penghargaan kepada masyarakat sekitar dengan menyerahkan atau menyumbangan lebih dari 40 buku bacaan layak baca bagi anak-anak. Buku tersebut di kelola oleh Cindy Permata Sari dan kawan-kawan selaku remaja masjid untuk di letakan diperpustakaan yang terletak di samping masjid, Tempat tersebut yang di gunakan Cindy Permata Sari selaku ketua taman baca dan 3 temanya untuk mengajak anak-anak membaca, tempat tersebut buka pada hari minggu walaupun hanya dibuka sehari tetapi tempat tersebut di gunakan semaksimal mungkin, agar anak-anak indonesia khusus–nya warga sekitar tak tertinggal dari kemajuan zaman moderen saat ini.  (Siti Khoirunnisa)

Komentar

Berita lainnya