oleh

Cegah Kenakalan Remaja, Komunitas Ibu Profesional Depok Helat Acara Ketahanan Keluarga

DEPOK – Tingginya kasus perilaku menyimpang pada anak mengakibatkan sejumlah kekhawatiran pada orang tua. Digadang sebagai kenakalan remaja, kasus kejahatan seperti narkoba, tawuran, kekerasan, hingga pornografi menghantui anak-anak tak kenal latar belakang mereka. Sebagai komunitas yang peduli pada pendidikan anak, Ibu Profesional Depok (IP Depok) pun menggelar talkshow memfasilitasi orang tua untuk belajar bersama dalam mencegah perilaku menyimpang pada anak.

Sebuah data tentang perilaku menyimpang pada anak memang begitu mengejutkan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, terdapat 4.885 pengaduan kasus anak sepanjang 2018 lalu. Mirisnya, mayoritas pengaduan tersebut berupa kasus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Kasus ABH tergolong tinggi di tanah air. Anak berusia dibawah 17 tahun sudah terpapar kejahatan bahkan tindak pidana. Sebut saja kekerasan, narkoba, pencabulan, pemerkosaan, kejahatan seksual. Jenis yang terakhir lah yang mendominasi akibat mudahnya akses pornografi.

Mirisnya, masih menurut KPAI, gerbang awal anak melangkah ke arah penyimpangan justru bermula dari keluarga. Tak adanya perhatian dan pendidikan dari orang tua menjadi penyebab utama mereka bersikap dan berperilaku menyimpang. Berangkat dari rumah tak bahagia, anak-anak pun mudah terpapar pertemanan negatif dan gencaran buruk media sosial yang begitu masif.

BACA JUGA:  Paslon Pilkada Harus Perhatikan Protokol Kesehatan Saat Kampanye

Karena itulah sangat penting bagi orang tua untuk menanamkan pendidikan yang kuat pada anak, mendidik anak hingga pondasi akhlaknya kuat bak perisai baja, mendidik mereka dari dalam rumah dengan ketahanan keluarga yang kokoh bak benteng bata.

Untuk membangun pendidikan itu, orang tua perlu bekal. Berangkat dari keinginan membekali para orang tua, Komunitas IP Depok pun menghelat talkshow ketahanan keluarga pada Sabtu (21/12/2019) di Auditorium Gedung Administrasi RS Universitas Indonesia.

Bertemakan “Peran Orang Tua Dalam Mencegah Perilaku Menyimpang Pada Anak”, talkshow tersebut mengundang dua pembicara ahli, yakni psikolog dan senior consultant PPSDM, Adriano Rusfi serta pegiat edukasi seksualitas anak, dr. Dewi Inong, SPKK. Takshow dihadiri sekitar 200 orang tua dari Kota Depok dan sekitarnya. Mereka belajar langsung dari narasumber yang mumpuni mengenai perilaku menyimpang anak dari sisi ajaran agama dan dari sisi kedokteran, serta fakta di lapangan.

BACA JUGA:  Perketat Protokol Kesehatan, Depok Terbitkan Dua Perwal

Ketua Panitia Acara, Khumayrah Sangaji menuturkan, agenda ini ditujukan untuk mengajak orang tua meningkatkan ketahanan keluarga yang pada akhirnya akan mencegah perilaku menyimpang pada anak. “Indonesia dan Depok pada khususnya saat ini masih dalam status darurat ilmu ketahanan keluarga, harapan dari adanya acara ini. Agar masyarakat lebih peduli dan bisa berkontribusi aktif untuk menguatkannya dari dalam rumah masing-masing,” ujarnya.

Menurut Leader IP Depok, Nidia Rosyiana, terdapat dua agenda utama di acara kali ini. Pertama yakni sebagai agenda rutin tahunan selebrasi hari jadi komunitas yang dilakukan dengan cara temu darat sesama member yang biasanya lebih banyak bertemu secara online. “Ciri khas kami, pertemuan harus diisi dengan kegiatan menambah ilmu, maka biasanya kesempatan kopi darat besar seperti ini kami menghadirkan narasumber dengan topik yang ingin kami pelajari,” tuturnya.

Adapun agenda kedua, yakni menyelaraskan program dan kebijakan Pemerintah Kota Depok mengingat tema ketahanan keluarga menjadi pokok program kerja mereka. “Sehingga, kami sebagai unsur masyarakat harus siap sedia selaras dan mendukung ekosistem untuk menguatkan ketahanan keluarga,” tutur Nidia yang juga pakar Financial Planning tersebut.

BACA JUGA:  Pegawai Terpapar Covid-19, Kantor Kelurahan Bojongsari Ditutup Sementara

Tema perilaku menyimpang pada anak, lanjut Nidia, dianggap paling penting dan mendesak untuk dibahas. Hal ini diawali dari diskusi group komunitas, di mana masing-masing member mengemukakan temuan-temuan kasus di area tempat tinggal terdekat. “Kami merasa kami tidak bisa tinggal diam. Kami harus berperan aktif pada kapasitas yang kami bisa dan kami mampu, maka kami hadirkan narasumber kompeten untuk memberikan ilmu kepada kami apa dan bagaimana kami harus bertindak untuk menangani dan mencegah perilaku tersebut terjadi pada anak-anak kami,” pungkasnya.

Selain talkshow, agenda yang dimulai sejak pukul 08.00 pagi itu juga menghelat wisuda mahasiswa dari kuliah Bunda Sayang yang dikelola Institut Ibu Profesional (IIP). Para wisudawati dinyatakan lulus perkuliahan tentang pendidikan anak yang berlangsung selama 12 bulan via online. Seluruh rangkaian acara, baik talkshow dan wisuda juga digelar dalam rangka milad IP Depok ke-8.

Komentar

Berita lainnya