oleh

Antisipasi Gigitan Ular Kobra, RSUD Depok Sediakan Serum Anti Bisa Ular

Live Update COVID-19 Indonesia

1.986
Positif
181
Meninggal
134
Sembuh

Live Update COVID-19 Dunia

1.030.324
Positif
54.207
Meninggal
219.896
Sembuh

DEPOK – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok terus bersiaga menghadapi ramainya teror ular yang muncul belakangan ini. Salah satunya dengan menyediakan serum anti bisa ular (SABU) bagi pasien yang terkena gigitan hewan berdarah dingin tersebut.

Menurut Dokter Spesialis Bedah RSUD Depok, Rizza Nurcahya, untuk pasien yang digigit ular akan ditangani langsung oleh dokter spesialis bedah. Dimana, bisa ular yang menggigit pasien akan dinilai sesuai empat tingkatan (grade), mulai dari nol hingga tiga. Jika masih masuk grade nol akan diobservasi dan tidak memerlukan pemberian SABU.

“Kalau masih grade satu pun masih bisa ditunda untuk tidak diberikan SABU terlebih dahulu. Seperti pasien yang belum lama ini ditangani RSUD ternyata masih grade nol, hanya ada luka bekas gigitan yang kemerahan sekitar lukanya, kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan fisik lain. Namun memang tidak ada kelainan maka RSUD Depok biasanya akan merawat selama 2×24 jam sambil terus diobservasi,” terang Rizza seperti dilansir situs resmi Pemkot Depok, depok.go.id, Selasa (17/12/19).

BACA JUGA:  Cegah Corona di Kalangan Santri, Dompet Dhuafa-ARBI Inisiasi Pencegahan Preventif di Berbagai Pesantren

Namun, lanjutnya, apabila pasien sudah masuk grade satu yang mengarah ke grade dua baru akan diberikan dua vial SABU. Serta untuk grader tiga ke atas pemberian SABU tidak terbatas sesuai dengan perbaikan keadaan umum pasien.

“Misal grade tiga kalau berdasarkan World Health Organization (WHO) akan diberikan sekitar 8-16 vial SABU, bahkan bisa hingga 32 vial,” katanya.

BACA JUGA:  1.443 Warga Depok Telah Jalani Rapid Test Covid-19

Dia mengingatkan warga Depok jika ada anggota keluarga yang tergigit ular bisa langsung dibersihkan lukanya dengan air mengalir. Lalu, secepatnya dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat. Tetapi jangan sampai luka bekas gigitan ular itu diberikan salep bahkan orang lain mengisapnya.

“Mengisap bekas gigitan ular sangat tidak direkomendasikan karena dapat menyebarkan racun ke orang lain. Paling disarankan bersihkan luka dengan air mengalir. Tutup dengan kasa bersih kemudian bawa ke pelayanan kesehatan secapatnya,” jelasnya.

BACA JUGA:  Masa Belajar di Rumah, Insentif Guru Honorer Depok Tetap Dibayarkan

Ia menambahkan, bila dibawa ke Puskesmas, nanti akan dinilai gradenya oleh dokter yang memeriksa di sana. Tetapi jika Puskesmas tidak sanggup menangani, atau grade sudah lebih dari nol, harus segera dirujuk ke rumah sakit terdekat, termasuk ke RSUD Depok.

“RSUD Depok siap dengan SABU, kalau memang dibutuhkan. Serum ini biasanya untuk jenis viper snake, ular welang, dan ular kobra (naja),” tandasnya.

Komentar

Berita lainnya