oleh

Politeknik Negeri Jakarta Lestarikan Budaya Indonesia Melalui Pencak Silat

Tak hanya dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah, Indonesia juga dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya. Beragam budaya milik bangsa Indonesia pun telah diakui UNESCO, mulai dari adat istiadat, kerajinan, hingga seni pertunjukan.

Salah satu warisan budaya Indonesia yang tengah diperbincangkan yaitu pencak silat. Warisan budaya milik Indonesia ini diklaim sebagai budaya milik negara tetangga. Tak tinggal diam, Politeknik Negeri Jakarta melakukan upaya untuk turut menjaga dan melestarikan budaya Indonesia.

BACA JUGA:  Optimalkan Profesi Ahli dan Dosen, ADRI Giatkan Webinar di Era New Normal

Demi menjaga warisan budaya, mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) membentuk suatu komunitas pencak silat yang kemudian diberi nama Pesilat Politeknik Jakarta (PELITA). Selain itu, tujuan dibentuknya Komunitas PELITA guna memberikan wadah bagi mahasiswa PNJ untuk mengembangkan bakat dibidang olahraga seni bela diri. Komunitas ini didirikan tahun 2009 silam. Meski baru beranjak 10 tahun, komunitas ini telah menorehkan banyak prestasi.

BACA JUGA:  Audiensi Terbuka AKOMA UI, Lanjutan Isu Biaya Pendidikan di Masa Pandemi

Dalam dua tahun terakhir, Komunitas PELITA mampu meraih 15 prestasi. Prestasi terakhir yang didapat diantaranya pada Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) tahun 2018 dan Hanifan YK Championship yang dilaksanakan pada Oktober lalu.

Pada kejuaraan PORSENI, Komunitas PELITA mampu menyumbang 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu dan pada kejuaraan Hanifan YK Champhionship, Komunitas PELITA berhasil membawa pulang sebanyak 7 medali.

BACA JUGA:  Apresiasi Dosen di Era New Normal, ADRI Siapkan ADRI Award dan Internasional Conference 2020

Dengan adanya kejuaraan-kejuaraan pencak silat antar kampus, mahasiswa dan masyarakat nantinya akan semakin sadar pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Indonesia yang kian memudar, karena dengan menjaga warisan budaya sama dengan mempertahankan jati diri suatu bangsa.

Penulis: Silvia Wardatul Alawiyah (Politeknik Negeri Jakarta)

Komentar

Berita lainnya