oleh

Percantik Desain Kemasan Produk UMKM, Prodi Desain Grafis PNJ Berikan Kontribusi Nyata

Keberadaan UMKM dengan lebih dari 98 persen berstatus mikro, tersebar di seluruh daerah dan menguasai sekitar 99 persen aktivitas bisnis di Indonesia.

Usaha ini memiliki keunggulan di beberapa faktor, seperti biaya yang relatif rendah, kemampuan fokus yang spesifik, kecepatan inovasi, dan fleksibilitas nasional. Sehingga, ketika krisis global sempat melanda dunia, kontribusi UMKM dalam gerak ekonomi Indonesia masih mampu berdiri.

Oleh karena itu, keberadaan UMKM memiliki kontribusi yang patut diperhitungkan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya terhadap produk domestri bruto (PDB) yang tercatat telah tumbuh hingga 60,34 persen.

Tak hanya itu, sektor UMKM juga telah membantu penyerapan tenaga kerja di dalam negeri. Serapan tenaga kerja pada sektor UMKM tumbuh dari 96,99 persen menjadi 97,22 persen dalam periode lima tahun terakhir.

Dengan demikian UMKM dianggap memiliki peran strategis dalam memerangi kemiskinan dan pengangguran, meratakan tingkat perekonomian masyarakat, serta memberikan masukan devisa bagi negara.

Walaupun UMKM memiliki peran penting dan strategis dalam roda perekonomian Indonesia, namun bisnis UMKM ini masih memiliki kelemahan saat beroperasi.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam memberi dukungan agar bisnis UMKM ini bisa berjalan lancar malalui berbagai program mulai dari sokongan dana, pendidikan, pelatihan, penyediaan fasilitas, hingga pendampingan dalam menjalankan bisnisnya.

Program Studi Desain Grafis (Prodi DG) Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) sebagai salah satu unsur pemerintah dalam bidang pendidikan juga turut memberikan kontribusi nyata pada pelaku bisnis UMKM melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Salah satu yang menjadi concern Prodi Desain Grafis pada permasalahan bisnis UMKM adalah pada desain kemasan produk UMKM yang masih kurang ditangani secara serius oleh mereka, sehingga kurang memiliki daya saing di pasar khususnya era pasar digital. Padahal produk-produk mereka tidak kalah kualitasnya dibanding produk-produk sejenis di Asia Tenggara khususnya dan Asia umumnya.

Namun, penampilan luar yang kurang menarik pada akhirnya kurang mampu mengundang konsumen dan bahkan kurang dapat meyakinkan konsumen untuk mengkonsumsi produk UMKM.

Hal ini diantaranya disebabkan oleh ketidakpahaman pelaku UMKM tentang pentingnya desain kemasan terutama dari segi visual desain.

Oleh karena itu, Prodi Desain Grafis PNJ bekerjasama dengan Komunitas Sahabat UMKM melalui program PkM berkomitmen untuk membantu memberikan solusi tentang hal ini.

Fokus utama kegiatan ini tidak sekadar mengedukasi pelaku UMKM melalui workshop tentang pentingnya desain kemasan yang memiliki daya saing, tetapi juga membantu membuatkan desain kemasan yang representatif dan berdaya saing dengan melibatkan tim dosen dan mahasiswa Prodi Desain Grafis PNJ.

Peserta sangat antusias dan bersyukur karena mereka tidak hanya mendapatkan ilmunya namun mendapatkan hasil desain kemasan yang mampu ‘menceritakan’ produk mereka.

“Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat, saya jadi dapat banyak relasi dan pengalaman baru. Saya dapat belajar tentang dunia kerja yang sesungguhnya, seperti menghadapi sikap klien yang berbeda-beda,” ujar Losi Mourin Patutugan, Mahasiswa Desain Grafis semester 5.

Serah terima seluruh desain kemasan produk UMKM kepada para pelaku UMKM tersebut dilaksanakan di Gedung Jurusan Teknik Grafika Penerbitan PNJ (7/11/2019).

Desain ini diberikan secara gratis oleh tim dari Prodi Desain Grafis PNJ sebagai wujud nyata peran serta mengabdi kepada masyarakat yang hasilnya benar-benar digunakan oleh masyarakat. (Adhita Dian)

Komentar

Berita lainnya