oleh

Mandi Malam Menyebabkan Rematik, Mitos atau Fakta?

Banyak mitos mengenai kesehatan yang beredar di masyarakat. Salah satunya yaitu tentang mandi malam yang disebut dapat menyebabkan rematik. Benarkah begitu? Atau cuma mitos? Mari simak ulasannya berikut ini.

Rematik atau bisa disebut juga rheumatoid arthritis adalah penyakit yang ditandai dengan nyeri sendi. Penyakit ini adalah penyakit auotimun, ketika sistem imun pada tubuh menyerang sel-sel tubuhnya sendiri. Dalam kasus ini, sistem imun menyerang area persendian. Sehingga berakibat peradangan kronik dan rasa nyeri pada sendi-sendi yang terserang.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan reumatologi, Handono Kalim, informasi tersebut hanya mitos belaka, tidak ada hubunggannya antara mandi malam dan rematik. Beliau juga menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa sering mandi malam dapat menyebabkan rematik di kemudian hari.

BACA JUGA:  Kebiasaan Begadang Remaja, Ketahui Dampaknya!

Selain itu, sejumlah pakar kesehatan juga berpendapat bahwa penyebab rematik adalah tingginya kadar asam urat dalam tubuh. Asam urat berasal dari hasil metabolisme tubuh. Tentunya fakta tersebut bersinggungan dengan mitos yang menyebutkan bahwa mandi malam dapat menyebabkan rematik.

Namun, bagi para penderita rematik memang tidak disarankan untuk mandi malam. Karena dinginnya air mampu membuat tubuh merasa linu. Hal ini disebabkan oleh menurunnya suhu ketika malam akan menciutkan kapsul pelindung pada sendi. Bila terpaksa harus mandi malam, air hangat disarankan untuk mengurangi rasa linu.

BACA JUGA:  Masih Sulitnya Penurunan Angka Filariasis di Indonesia

Menurut professor dari departemen psikiatri dan anestesiologi di Harvard Medical School. Robert Newlin Jamison, gejala rematik cenderung mudah kambuh akibat cuaca dingin dari perubahan tekanan udara.

Komentar

Berita lainnya