oleh

FH UI Paparkan Pentingnya Hak Anak ke Warga Cimanggis

Tim Pengabdi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) yang diketuai oleh Dr. Mustafa Fakhri, S.H., M.H., LL.M., bekerja sama dengan Pemerintah Kota Depok mengadakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Advokasi Identitas Anak di Kota Depok yang diselenggarakan pada Rabu, 27 November 2019 yang bertempat di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Gelatik, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. Tema kegiatan ini dipilih oleh Tim Pengabdi FHUI mengingat masih banyaknya anak-anak di Kota Depok yang masih belum memiliki identitas karena berbagai kendala.

Pada kesempatan ini, Tim Pengabdi FHUI menjelaskan tentang urgensi hak anak kepada para masyarakat yang hadir. Hak anak ini terkadang kurang disadari oleh para orang tua sehingga sering terabaikan. Padahal, anak juga memiliki beberapa hak yang melekat padanya. Namun, karena anak-anak belum memiliki kecakapan hukum, maka orang tua memiliki peran besar dalam memastikan hak tersebut telah terpenuhi. Salah satu hak anak yang penting adalah terkait dengan identitas anak, seperti Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak. Kedua dokumen identitas anak ini sangat penting karena berkaitan pula dengan hak anak lainnya seperti hak untuk mendapatkan pendidikan serta jaminan kesehatan.

Kegiatan advokasi ini dihadiri oleh 60 orang yang terdiri atas beberapa kepala keluarga dan ibu rumah tangga yang tergabung dalam PKK di Kelurahan Tugu. Selain Tim Pengabdi, narasumber lain yang hadir adalah Bapak Dharmansyah, selaku perwakilan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Depok. Bapak Dharmansyah memaparkan tentang pentingnya identitas anak yang berwujudkan dokumen identitas anak, cara perolehan dokumen identitas anak sebagai contoh kartu identitas anak dan seputar permasalahan mengenainya. Pemaparan berjalan dengan menarik dan interaktif. Tak lupa juga Bapak Diarmansyah membuka sesi tanya jawab yang diperuntukkan bagi peserta.

BACA JUGA:  SMP Avicenna Cinere Raih Peringkat 3 Tingkat Nasional OPSI 2019

Para peserta dalam kegiatan ini juga terlihat sangat antusias. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan (yang diantaranya pertanyaan mengenai perubahan nama anak yang harus melalui penetapan pengadilan) dan ketidak seganan mereka dalam mengikuti materi secara aktif. Antusiasme ini diharapkan juga dapat menyebar ke masyarakat di wilayah Depok lainnya agar para orang tua sadar untuk memenuhi hak-hak anak mereka.

Komentar

Berita lainnya