oleh

Dua Sisi Industri 4.0, Antara Peluang dan Ancaman

-Opini-450 views

Era revolusi industri 4.0 adalah ada era dimana kemajuan teknologi digunakan dengan optimal. Pada era ini terjadi otomasi dan digitalisasi sehingga memberikan berbagai pengaruh terhadap kehidupan manusia. Industri 4.0 adalah istilah yang diciptakan pertama kali di Jerman pada tahun 2011 yang ditandai dengan revolusi digital. Industri ini ialah proses industri yang terhubung secara digital yang mencakup berbagai jenis teknologi, mulai dari 3D printing hingga robotik yang bisa meningkatkan produktivitas (Satya, 2018).

Industri berevolusi dan terus berkembang. Setiap perkembangannya memberikan efek pada kehidupan manusia. Termasuk industi 4.0, telah memberikan berbagai pengaruh terhadap kehidupan manusia, tidak hanya memberikan peluang dalam kehidupan industri, tapi juga memberikan ancaman dan tantangan dalam kehidupan.

Peluang

Industri 4.0 memiliki karakter yang memberikan kemudahan kepada manusia dalam kehidupan bekerja. Karakter industri 4.0 adalah karakter yang dihasilkan dari gabungan dari berbagai kemajuan teknologi. Kinzel (2016 dalam Fauzan, 2018) mnjelaskan bahwa karakteristik industri 4.0 merupakan hasil kolaborasi dari pekembangan-perkembangan teknologi baru, yaitu:

  • Sistem siber-fisik (cyber-physical systems).
  • Teknologi Informasi dan komunikasi (information and communication technology).
  • Jaringan komunikasi (network communications).
  • Big data dan cloud computing.
  • Peningkatan kemampuan peralatan untuk interaksi dan kooperasi manusia-komputer (human-computer).
  • Pemodelan (modeling), virtualisasi (virtualization), dan simulasi (simulation).

Dengan berbagai kemajuan teknologi yang ada memungkinkan manusia bekerja dengan lebih efektif dan efisien. Adanya otomatisasi dan digitalisasi telah membantu kehidupan sehingga semuanya bisa dikerjakan dengan lebih mudah dan cepat. Dalam manufaktur, jika perusahaan menguasai setidaknya 5 kemajuan teknologi ini; internet of things, artificial intelligence, human-machine interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3d printing maka perusahaan tersebut bahkan bisa bersaing di ranah global. Industri 4.0 memberikan banyak peluang bagi kehidupan.

BACA JUGA:  Mengapa Minyak Curah Harus Dilarang?

Fauzan (2018) menyimpulkan bahwa konsep industri 4.0 menjanjikan banyak peluang positif terhadap manufaktur saat ini, diantaranya adalah kemampuan kustomisasi massal, fleksibilitas produksi, meningkatkan kecepatan produksi, kualitas produk yang lebih tinggi, menurunkan rata-rata kegagalan, mengoptimalkan efisiensi, pengambilan keputusan berdasarkan data, pendekatan pelanggan yang lebih baik, metode baru dalam penciptaan nilai (value) serta memperbaiki kehidupan kerja.

BACA JUGA:  Meminimalisir Mahalnya Ongkos Politik

Ancaman

Selain memberikan peluang, industri 4.0 juga memberikan ancaman bagi kehidupan manusia. Berbagai peluang yang diberikan oleh industri 4.0, jika tidak dimanfaatkan dengan penguasaan teknologi dan kesiapan yang baik, maka peluang tersebut akan berubah menjadi ancaman bagi manusia. Seseorang yang tidak bisa memnafaatkan teknologi pada era ini, tertinggal dan akan terlindas oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang lain yang bisa memanfaatkan teknologi. Seseorang sangat mungkin tidak bisa bersaing dalam bekerja atau bahkan kehilangan pekerjaannya saat tidak bisa memanfaatkan teknologi yang digunakan di suatu perusahaan. Dalam masalah pekerjaan, industri 4,0 akan mengakibatkan pengangguran karena SDM tidak bisa bekerja dengan teknologi, padahal hampir seluruh perusahaan menerapkan teknologi dalam operasinya.

Industri 4.0 dengan berbagai kemajuan teknologinya dapat menggeser profesi-profesi manusia, atau dengan kata lain pekerjaan manusia dapat tergantikan oleh mesin. Hasil penelitian dari McKinsey pada 2016 bahwa dampak dari digital tecnology menuju revolusi industri 4.0 dalam 5 tahun kedepan akan ada 52,6 juta jenis pekerjaan akan mengalami pergeseran atau hilang dari muka bumi. Hasil penelitian ini memberikan pesan bahwa setiap diri yang masih ingin mempunyai eksistensi diri dalam kompetisi global harus mempersiapkan mental dan skill yang mempunyai keunggulan persaingan (competitive advantage) dari lainnya (Suwardana, 2017). Kemudian Fauzan (2018) juga menjelaskan bahwa industri 4.0 juga memberikan tantangan berupa persoalan perubahan paradigma bisnis, keamanan, pengamanan, persoalan hukum dan IP (Internet Protocol), standarisasi dan tantangan perencanaan sumber daya manusia.

BACA JUGA:  Seberapa Jauh Upaya Pemerintah dalam Menangani Kebakaran Hutan di Indonesia?

Industri 4.0 memberikan peluang dan ancaman manusia. SDM harus bisa menyesuaikan diri secara tepat sehingga bisa menghindari ancamannya dan memanfaatkan peluangnya secara optimal. (Jajang)

 

Referensi
Fauzan, Rahman. (2018). Karakteristik model dan analisa peluang-tantangan industri 4.0. Jurnal Teknik Informatika Politeknik Hasnus, 04(2), 2,9,10.
Satya, V. E. (2018). Strategi indonesia menghadapi industri 4.0. INFO Singkat, 10(09), 20.
Suwardana, Hendra. (2017). Revolusi industri 4.0 berbasis revolusi mental. JATI UNIK, 1(2), 103-104.

Komentar

Berita lainnya