oleh

Rangkaian Lomba Meriahkan Gelaran FSLDKN ke-19

DEPOK – Banyak lomba yang menjadi rangkaian acara pada FSLDKN-19, salah satunya adalah lomba Da’i Muda yang dilaksanakan pada 28 September 2019 di Serua Green Village dengan tema “Pemuda Islam Indonesia sebagai Perekat Kesatuan dan Pembangun Peradaban”.

Adanya lomba ini untuk menciptakan generasi muda yang berpotensi menjadi da’i di era millenial seperti sekarang. Ada 10 finalis yang berhasil masuk babak terakhir, diantaranya dari Universitas Muhammadiyyah Yogyakarta, STEI Rawamangun, Politeknik Negeri Pontianak, dan lain-lain. Adapun juri lomba Da’i Muda adalah Ustadz Gamal Sahata Lubis.

Lomba diawali dengan peserta dari Universitas Maritim Raja Ali Haji Kepulauan Riau bernama Puteri Handayani yang mengambil tema “Keberagaman sebagai Tolak Ukur Pemersatu Bangsa”. Dalam ceramahnya beliau menyampaikan “Di Indonesia banyak sekali perbedaan seperti suku, bahasa, adat dan budaya. Dengan adanya perbedaan tersebut, seharusnya kita menghargai secara individual maupun kelompok”. Beralih ke lomba Essay yang dilaksanakan bersamaan, dipandu oleh Azi sebagai MC. Mekanisme lomba yaitu peserta mempresentasikan Essay yang telah dibuat dengan durasi maksimal 10 menit. Setelah itu sesi tanya jawab dari juri kepada peserta selama 5 menit.

BACA JUGA:  Percantik Desain Kemasan Produk UMKM, Prodi Desain Grafis PNJ Berikan Kontribusi Nyata

Pemenang lomba diumumkan hari berikutnya saat Grand Closing FSLDKN ke-19 di Kampus UIN Syarif Hidayatullah. M. Naim Zubairi dari STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menjadi juara dengan tema “Pemuda Islam Sebagai Perekat Persatuan”. Dan Ade Rohima sebagai pemenang lomba Essay, juga diumumkan oemenang dari lomba lain. Semua pemenang lomba dipanggil untuk naik ke atas panggung untuk mengambil piala dan berfoto bersama. Dengan ini semoga semakin banyak aktivis dakwah yang menggali potensi dengan mengikuti perlombaan. (Ajeng Dwi Nilova)

Komentar

Berita lainnya