oleh

Pesantren Manahil Irfan, Bertahan Di Tengah Keterbatasan

-Humanitas-385 views

Bangunan yang terbuat dari bambu itu seolah menjadi saksi ketekunan dan kesederhanaan ratusan santri di Pondok Pesantren Manahil Irfan, di Kacamatan Bayusuri, Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mereka bertahan dalam kondisi seadanya. Di musim kemarau air bersih sulit di dapat. Beruntung bila turun hujan, airnya bisa dimanfaatkan untuk memasak dan keperluan lain. Sementara sungai terdekat jaraknya tiga kilometer.

Tidak heran bila para santri makan ala kadarnya. Maklum, rata-rata mereka berasal dari keluarga miskin. Junarti Abbas (10), misalnya, terpaksa harus makan pisang mentah bakar lagi. Baginya ini hal biasa. Jika bosan, mereka makan kelapa tua mentah yang diambil langsung dari pohon. Hanya untuk kenyang, agar tak kelaparan.

BACA JUGA:  Bantu Bencana di Filipina, Dompet Dhuafa Dirikan Rumtara Karya Anak Bangsa

Ustadz H. Ahmad Yani dari Dewan Masjid Indonesia (DMI), yang pernah berkunjung ke sana menceritakan betapa kondisi pesantren yang memprihatinkan namun dengan semangat para santri yang sangat tangguh. “Untuk keperluan air bersih buat wudhu, masak, dan lain-lain harus beli Rp 250.000/tangki mobil. Sedangkan santrinya mandi di sungai, itupun seminggu sekali,” katanya.

Sementara pada bulan Ramadhan, seluruh guru dan santri bersafari Ramadhan memberikan ceramah ke 80 masjid di kampung-kampung dengan menggunakan mobil bak terbuka.

BACA JUGA:  Bantu Bencana di Filipina, Dompet Dhuafa Dirikan Rumtara Karya Anak Bangsa

Tidak mengherankan bila ponpes yang berada di kawasan mayoritas Katolik ini, sangat mengharapkan bantuan dari para donatur muslim yang berbaik hati. Sebab jika tidak, bantuan itu malah datang dari gereja dan para misionaris.

Kabar miris itu kini terdengar lebih kencang saat kiriman beras dari donatur ke pesantren tersendat belakangan ini. Dengan santri sebanyak 360 orang, kebutuhan beras diperkirakan 80 karung, yang masing-masing karung seberat 25 kilogram atau sekitar 2 ton per bulan.

BACA JUGA:  Bantu Bencana di Filipina, Dompet Dhuafa Dirikan Rumtara Karya Anak Bangsa

Karena itu, melalui relawan siaga saat ini sedang dilakukan penggalangan dana, melalui tagar #donornutrisi yuk! #nutrisantri. Donatur tidak wajib memberi beras satu karung, tapi bisa memulainya dengan 1 kilo beras yaitu Rp.10 ribu saja. Kirim donasi #donornutrisi ke Bank Mandiri Syariah 7066471823, Kode Bank 451 Atas Nama Relawan Siaga

Masukan angka 5 di akhir donasi, Contoh Rp 100.005*.
Daftar Donatur : http://bit.ly/DonasiYaa Info lebih lanjut bisa hubungi kak Icha Kordinator Relawan Siaga 0821-1749-0115. (IMF/Masjiduna/Foto: Relawan Siaga)

Komentar

Berita lainnya