oleh

Kunjungi Kampus UI, PM Australia Tegaskan Hubungan Bilateral Harus Ditingkatkan

Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull mengunjungi kampus Univesitas Indonesia awal Oktober lalu. Kedatangan Turnbull bukan tanpa alasan, melainkan sehubungan dengan kuliah umum yang akan diadakan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Kuliah umum yang diadakan adalah mengenai peningkatan hubungan ekonomi antara Australia dan Indonesia. Hubungan antara Indonesia dan Australia telah terjadi sejak lama. Hal ini dilatarbelakangi oleh letak geografis Indonesia dan Australia yang dekat. Pihak Indonesia dan Australia melalui Jokowi dan Turnbull telah menyepakati untuk membangun hubungan kemitraan yang lebih kuat. Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu poin yang akan ditingkatkan dalam hubungan ini. Poin lainnya yaitu pembangunan digitalisasi perpajakan sebagai proyek penting dalam hal mencapai kemakmuran dalam jangka yang panjang. Digitalisasi perpajakan dianggap mampu mengoptimalkan penghitungan pajak dan lebih transparan dalam pengelolaannya.

BACA JUGA:  Politeknik Negeri Jakarta Lestarikan Budaya Indonesia Melalui Pencak Silat

Hubungan bilateral yang baru antara Indonesia dan Australia khususnya dalam bidang ekonomi telah disetujui kedua belah pihak dan dikukuhkan dalam perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Perjanjian ini terlahir dari rundingan selama sembilan tahun dengan semangat saling menguntungkan dalam jangka waktu panjang. IA-CEPA juga menyangkut kerjasama dan kemitraan dalam bidang pembangunan manusia dalam upaya peningkatan daya saing bagi Indonesia. Adapun nilai positif atas kerjasama yang dibangun IA-CEPA yaitu dihapuskannya bea masuk impor seluruh pos tarif Australia menjadi nol persen. Cakupan perundingan IA-CEPA adalah perdagangan barang meliputi aspek nontarif, berbagai measures, ketentuan asal barang, prosedur bea cukai dan fasilitasi perdagangan, hambatan teknis perdagangan, sanitasi dan fitosanitasi; perdagangan jasa yang meliputi ketenagakerjaan, jasa keuangan, telekomunikasi, jasa profesional; investasi; perdagangan elektronik; kebijakan daya saing; kerja sama ekonomi; serta ketentuan kelembagaan dan kerangka kerja.

Hubungan antara Indonesia dan Australia juga terdapat dalam dunia pendidikan. Australia akan mengoptimalkan usaha agar warga Australia untuk mengenyam pendidikan di Indonesia. Sedangkan di Australia sendiri, terdapat 20.000 warga Indonesia yang bersekolah disana. Turnbull menekankan bahwa mahasiswa, sebagai generasi muda harus menguasai teknologi dan terus berinovasi agar dapat bersaing dalam dunia internasional. Terkait dengan pertumbuhan ekonomi, Turnbull menjelaskan bagaimana peran negara dalam menanganinya. Negara harus memberikan kebebasan dalam menghadapi pasar internasional. Namun kenyataanya, kebijakan-kebijakan yang ada justru memberikan batasan dan cenderung mengikat sehingga ekonomi internasional tidak sepenuhnya dapat dilaksanakan. Menurut Turnbull, kebebasan adalah kunci dalam meraih kemakmuran yang lebih tinggi dan ekonomi yang lebih kuat. (Melani Dhea Audry)

Komentar

Berita lainnya