oleh

Berawal Suka Kuliner, Dr. Erlang Setiawan Miliki Resto dan Kafe Istana Jamur

Resto Istana Jamur yang didirikan sejak dua tahun lalu ini, terletak di Ruko Sukmajaya No.4-5 Jalan Tole Iskandar Depok, yang mana dahulu kliniknya Dr. Erlang Setiawan, S.pPA. “Karena praktek saya sudah 45 tahun jadi saya ingin usaha lain. Anak-anak saya sudah kerja semua, jadi saya pikir saya harus ada kegiatan. Praktek tetap tapi saya usaha lain yang baru,” ujar Dr. Erlang mengawali wawancara khusus kepada depokpos pada Selasa (15/10/2019) di restonya.

Alasannya mendirikan resto istana jamur ini karena ia senang kuliner. Menu jamur pun bermacam-macam antara lain: Jamur merang, jamur kuping, dan jamur tiram. “Saya senang kuliner dan kenapa harus resto istana jamur? Karena menu pokoknya itu jamur seperti sate jamur, jamur krispi, lumpia jamur, Fu Yung Hai jamur. Brokoli kangkung juga jamur selain itu juga ada menu lain,” ungkapnya.

Selain menu jamur, ada menu yang diunggulkan yaitu bakso tetelan yang berisi kikil dan daging pilihan. Dilengkapi dengan bumbu dan sumsum tulang harus dipakai itulah yang membedakan dengan bakso lain. “Bakso tetelan saya buat sendiri, saya punya suster. Suster itu, mau saya berikan kursus untuk buat bakso. Sekarang yang buat bakso, khusus suster saya,” tambah Dr Erlang.

BACA JUGA:  Pecak dan Sop Iga HJ. Sa’diyah, Kuliner Khas Betawi di Kota Depok

Seiring berjalannya waktu, belum lama ini resto istana jamur menambah ruang lagi, yaitu cafe istana kopi bersebelahan dengan ruang bakso. Ide dan konsep resto Istana Jamur dan Istana kopi berasal dari Dr. Erlang. Setiap hari, ia harus menyempatkan waktu untuk datang ke restonya. Bahkan, terkadang sampai urusan belanja pun ia lakukan sendiri. Hal itu dilakukan, agar ia dapat melihat langsung apakah belanjanya pantas atau tidak.

Resto Istana Jamur yang berlokasi di Ruko Sukmajaya, Jalan Tole Iskandar Depok (foto: istimewa)

Lebih lanjut Dr. Erlang mengatakan menjalani bisnisnya yang dua tahun ini, ia merasa enjoy meskipun belum ada keuntungan. “Selama dua tahun ini perkembangannya lambat, belum balik modal, masih subsidi (untuk menggaji karyawan belum cukup, untuk menutupi dari kantongnya sendiri). Rugi saja saya masih mau, berarti enjoy dinikmatin saja,” kata dokter spesialis patologi yang masih aktif di Rumah sakit swasta ini tersenyum.

BACA JUGA:  Profil Pengusaha Muda Sukses dari Nol yang Menginspirasi Generasi Milenial

Adapun kendala yang dihadapi, dalam menjalankan bisnis resto dan cafenya, ia menjelaskan bahwa dirinya tidak terlalu promosi yang besar. Yang dilakukan hanya mengedarkan brosur, dan pasang spanduk. Kendala lain, koki masak sering ganti, jadi rasa menu makanan tidak bisa persis sama, pasti ada perubahan.

“Walaupun semua standar atau SOP ada di masakan tetap, jika berganti orang biasanya begitu. Selama dua tahun ini sudah 3 kali berganti koki. Pelanggan bilang menu enak, tapi rasanya berubah. Resep yang buat itu saya, kalau makan di restoran saya lihat dapurnya kelihatan saya nongkrong deh lihat bagaimana cara meramunya,” ucapnya.

BACA JUGA:  Pecak dan Sop Iga HJ. Sa’diyah, Kuliner Khas Betawi di Kota Depok

Disamping itu ada target yang ingin dicapai oleh Dr. Erlang untuk resto dan cafe, ia telah berkonsultasi dengan manajemen, bahwa rumah makan baru itu beda dengan franchise. Kalau franchise itu menunggu satu tahun, sedangkan buka baru minimal 3 tahun. “Kita baru tahu apakah bisa jalan atau tidak. Sambil menunggu 3 tahun kita harus punya inovasi-inovasi. Harus berusaha, kadang banyak kadang sepi,” katanya lagi.

Rencana ke depan istana jamur akan menambah satu menu lagi, yaitu burung puyuh goreng, berisikan paket nasi, burung puyuh, lalapan dan sambal yang dibanderol dengan harga Rp.30 ribu. “Harapan saya semoga resto dan cafe bisa berjalan lancar, laku dan tidak merugi. Disini harga terjangkau, melayani grabfood dan gofood. Juga ada ruang khusus untuk seminar atau workshop,” pungkas dokter kelahiran 71 tahun lalu, berpromosi. (BKarmila)

Komentar

Berita lainnya