oleh

Utang Negara Diproyeksikan Makin Membengkak di 2020

-Nasional-591 views

Utang Pemerintah selalu menjadi perhatian publik, dengan stok utang pemerintah yang terus melambung naik dari tahun ke tahun. Indonesia Development and Islamic Studies (Ideas) menilai utang pemerintah sudah tidak sehat dan perlu dikurangi. Ideas menyarankan agar pemerintah memangkas belanja negara lewat pos-pos belanja yang dianggap tidak produktif.

Hal ini disampaikan oleh Yusuf Wibisono, direktur Indonesia Islamic And Development Studies (IDEAS) dalam diskusi kebijakan publik yang mengangkat tema : “(Mimpi) Anggaran Untuk Rakyat, Mengukir Asa, Melambung Asa” di Pejaten Barat, Jakarta Selatan (16/09).

“Stok utang pemerintah terus menggelembung, dari Rp 1,586 triliun pada Juki 2009 menjadi Rp 4,604 triliun pada Juli 2019″ ujar Yusuf Wibisono.

BACA JUGA:  Anis Byarwati Angkat Bicara, Dorong Pemerintah Agar Menstimulus Daya Beli Masyarakat

Pengelolaan APBN secara umun menunjukan politik anggaran yang sangat permisif terhadap utang. Rendahnya kapasitas fiskal segera ditutup dengan utang untuk menopang belanja tidak terikat. Dengan APBN yang digelayuti timbunan beban operasional birokrasi dan beban utang ke kreditor, isu keadilan selalu mengemuka dalam debat reformasi anggaran publik. Keberpihakan APBN ke rakyat terlihat sangat rendah.

“Beban bunga utang melonjak tiga kali lipat pada rentang 2010 – 2018, dari Rp 88,4 triliun menjadi Rp 258 triliun. Pada saat yang aama, pembayaran cicilan pokok utang berlipat hampir empat kali dari Rp 127 triliun menjadi Rp 460 triliun,” jelas Yusuf Wibisono

BACA JUGA:  Anis Byarwati Angkat Bicara, Dorong Pemerintah Agar Menstimulus Daya Beli Masyarakat

Yusuf Wibisono juga memaparkan ada kecenderungan yang mengkhawatirkan dari perubahan utang pemerintah ini. Bila pada periode Juli 2009 – Juli 2013 perubahan bulanan stok utang pemerintah rata-rata bertambah Rp 8,97 triliun per bulan, maka pada periode Juli 2013 – Juli 2019 perubahan bulanan utang penerintah meningkatkan rata-rata menjadi Rp 35,17 triliun per bulan, melonjak hamlir 4 kali lipat.

Salah satu strategi anggaran pemerintah adalah realokasi belanja tidak produktif, yaitu belanja subsidi energi, ke belanja produktif. Terutama anggaran infrastruktur.

BACA JUGA:  Anis Byarwati Angkat Bicara, Dorong Pemerintah Agar Menstimulus Daya Beli Masyarakat

“Namun bila kita mengevaluasi pola belanja dan strukturAPBN, hampir tidak ada perubahan berarti dalam pengelolaan keuangan negara,” jelasnya.

Postur APBN 2020 direncanakan menembus Rp 2.500 triliun, dengan defisit anggaran di kisaran Rp 300 triliun. Berbagai inisiatif baru harus diapresiasi sebagai kebijakan afirmatif untuk mendongkrak kualitas SDM dan daya saing perekonomian.

Yusuf Wibisono memproyeksikan stok hutang pemerintah akan menyentuh Rp 5 ribu triliun pada awal 2020 dan akan menembus Rp 6 ribu triliun pada akhir 2022. (Bakhri)

Komentar

Berita lainnya