oleh

Semarak Sukmajaya Berjaya pada HUT Ke-74 RI

Warga di berbagai wilayah di Indonesia menggelar pelbagai kegiatan dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) Ke-74 Republik Indonesia. Kegiatan yang digelar harapannya agar Indonesia ke depannya bisa tetap bersatu. Menjaga keutuhan negara, kesatuan Republik Indonesia adalah segala-galanya. Itulah pesan damai yang disampaikan dalam gebyar Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, di Taman Kicau Mania, Jalan Merdeka, Sukmajaya, Ahad (01/09).

Acara bertajuk Sukmajaya Berjaya itu menyuguhkan pelbagai event. Ada apa saja?

Gebyar UMKM Sukma Berjaya

UMKM Kecamatan Sukmajaya turut meramaikan acara dengan menggelar kegiatan produk makanan tradisional khas nusantara. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengangkat kembali makanan tradisional nusantara khususnya produk jajanan daerah.

Ibu Itha, salah satu pelaku UMKM Sukmajaya sektor kuliner yang turut meramaikan gerai UKMK mengatakan, pelaku UMKM di Sukmajaya saat ini sekitar 100 orang. Mereka bergerak di sektor kuliner, craft, dan fashion.

Ibu Itha yang sebelumnya guru di sebuah lembaga pendidikan menambahkan, keberadaan UMKM di Sukmajaya mendapatkan dukungan penuh dari walikota Depok, Mohammad Idris.

“Alhamdulillah pak Walikota mensupport para pelaku UMKM. Contohnya kita diberikan berbagai pelatihan dan mendapatkan sertifikat secara gratis serta adanya pendampingan,” kata Itha yang ditemui di lokasi acara.

Gelar Budaya

Komitmen pemerintah kota Depok untuk mengenalkan kembali kesenian dan budaya Betawi ke masyarakat luas wajib kita dukung. Hal ini mengingat derasnya arus budaya asing yang perlahan menggerogoti kesenian asli bangsa Indonesia, khususnya Kota Depok.

BACA JUGA:  DPAPMK Lakukan Evaluasi Penyelenggaraan Sekolah Ramah Anak di SMPN 3 Depok

Nah, pada gelaran Sukmajaya Berjaya, kita menyaksikan ragam kesenian dan budaya Betawi. Mulai dari Lenong Bocah, musik Betawi, pencak silat tradisional Betawi, hingga pembacaan puisi.

Salah satu jenis silat Betawi yang terus berkembang sampai saat ini adalah BEKSI Tradisional H. Hasbullah yang diketuai Ustadz Mualih Yahya dan guru besar Baba Sabenuh Masir.

Saat ditemui di lokasi acara, Babeh Anda (65 tahun) yang memimpin BEKSI Tradisional H. Hasbullah cabang Kembang Badur, Kota Depok mengatakan, dirinya mengaku prihatin dengan maraknya tawuran anak-anak muda di Kota Depok.

Berangkat dari keprihatinannya, tahun 2015, Babeh Anda mendirikan padepokan BEKSI Tradisional H. Hasbullah. Awalnya, jumlah muridnya 40 orang. Karena seleksi alam, kini muridnya tinggal 12 orang.

“Kami ingin membentengi anak-anak muda supaya tidak tawuran. Selain itu, kami ingin mengajak anak-anak muda turut melestarikan kebudayaan Betawi yang hampir punah,” katanya.

“Budaya adalah ciri khas suatu bangsa. Kalau budaya tidak terjaga, apa yang akan menjadi khas bangsa ini? Intinya, kita harus melakukan sesuatu!,” imbuhnya.

Pasar Kopi Depok

Pasar Kopi Depok adalah salah satu pasar tematik yang ikut meramaikan kegiatan. Dengan menggandeng beberapa pemangku kepentingan, pasar kopi Depok ini berniat mengembangkan bisnis khususnya industri di kota Depok.

BACA JUGA:  Memulai UKM Lewat Keripik Kentang di Usia Muda

Mengusung tagline “Secangkir Kopi Sambung Silaturrahmi”, Pengelola Rumah Kreatif Belimbing, Mas Adjie yang menginisiasi Pasar Kopi Depok ini mengatakan, pengunjung disuguhi pelbagai kegiatan Pasar Kopi Depok, mulai dari bazaar produk kopi dari hulu hingga hilir, edukasi kopi, pelatihan manual brewing, pelatihan cuping, pelatihan latte art, free drink, bazaar produk UKM Depok dan hiburan.

Mas Adjie menambahkan, kegiatan Pasar Kopi Depok sudah berjalan sebanyak dua kali, yang pertama di Balaikota Depok yang diikuti oleh empat tenant. Dan kedua di Taman Kota Merdeka, Sukmajaya yang diikuti oleh enam tenant, yaitu Ngopi Bareng Temen, Master Kopi Depok, Nutu Coffee, Kopi Babe Haikal, Kahoowa Coffee dan Kopitolis.

“Harapan terbesar atas diselenggarakannya Pasar Kopi Depok adalah berkembangnya industri bisnis kopi dan wisata belanja dikota Depok,” ujar Mas Adjie.

Menurut Mas Adjie, sejauh ini Pemkot Depok sangat mendukung kegiatan ini. Hal ini ditandai dengan diberikannya ijin lokasi di kantor Balai kota dan taman kota.

“Kami berharap ke depannya lagi agar dipermudah untuk lokasi-lokasi yang memang bisa dikelola untuk kegiatan pasar tematik,” imbuhnya.

Acara ini terselenggara atas kerja sama berbagai komunitas seperti Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), International Council for Small Business (ICSB), Rumah Kreatif Belimbing, dan Asosiasi UMKM.

BACA JUGA:  Walikota Depok Hadiri Peringatan Milad Ponpes Daarussalam ke-30

Untuk diketahui, beberapa pasar tematik yang akan digelar ke depan, antara lain: Pasar Kopi Depok, Pasar Teh Depok, Pasar Organik Depok, Pasar Hidroponik Depok, Pasar Herbal Depok, dan Pasar Jasa Depok.

Ruang Baca Sarang Buku

Kehadiran Ruang Baca Sarang Buku menarik perhatian anak-anak. Betapa tidak? Pengelola Ruang Baca sengaja menggelar ratusan buku dengan berbagai tema _bak_ lesehan. Mulai buku-buku dongeng, roman sejarah, iptek, dan tema-tema lain siap dibaca oleh pengunjung.

Dengan mengusung tagline “Membaca Adalah Simbol Melawan Kebodohan”, pengelola Ruang Baca ini sungguh sadar minat baca di Indonesia sangat rendah. Mari kita lihat rendahnya ‘prestasi’ Indonesia dalam hal minat membaca buku terlihat dari Indeks Tingkat Membaca orang Indonsia yang masih di angka 0,001. Artinya, hanya 1 orang per 1.000 penduduk yang meluangkan waktunya untuk membaca buku.

Fenomena ini membawa Indonesia duduk di peringkat ke-60 dari 61 negara yang dinilai dalam survei ‘Bangsa Melek Literasi” oleh Connecticut State University pada 2016 lalu. Bahkan Indonesia masih kalah dengan Thailand (59) dan hanya menang di atas Bostwana (61).

“Pendidikan tidak bisa dilepaskan dengan membaca. Bisa dibilang bahwa membaca adalah kunci daripada pendidikan,” kata salah satu pengelola, Kak Tiva. ***

Komentar

Berita lainnya