oleh

PJI Desak Kepolisian Proses Oknum Pelaku Kekerasan Jurnalis di Makassar

-Nasional-433 views

MAKASSAR – Seorang jurnalis dari Lembaga Kantor Berita Nasional Antara (LKBN) Antara, Muh Darwin Fatir bahkan harus dilarikan ke rumah sakit akibat menderita luka lebam akibat sikap represif oknum aparat terhadap sejumlah jurnalis yang melakukan aktivitas liputan unjuk rasa mahasiswa di sekitar kantor DPRD Sulsel, Selasa (24/9/2019).

Tindakan represi oknum aparat tersebut menuai banyak kecaman dari insan pers maupun organisasi pers. Sekretaris PJI Sulsel, Syafril Rahmat mendesak Kapolda Sulsel untuk mengusut pelaku kekerasan terhadap rekannya yang secara jelas melakukan aktivitas liputan.

“Mereka (Jurnalis) yang meliput bukan pelaku kriminal, mereka menjalankan tugasnya sesuai yang diamanahkan dalam UU Nomor 40 tahun 99 tentang hak-hak penyelengara Pers. Jadi kami mendesak Kapolda Sulsel untuk segera mengambil sikap atas insiden tersebut,” tegas Ariel, seperti di lansir laman makassartoday.

Dia menambahkan, bahwa korban kekerasan merupakan kader sekaligus Plt Ketua PJI Sulsel yang selama ini menjaga hubungan baik antara institusi kepolisian dan para awak media. Dalam tugasnya, korban menggunakan atribut berupa ID card atau tanda pengenal profesi jurnalis. Saat peristiwa rekan-rekan korban telah menyampaikan bahwa korban merupakan jurnalis, bukan bagian dari demonstran.

BACA JUGA:  Anis Byarwati Angkat Bicara, Dorong Pemerintah Agar Menstimulus Daya Beli Masyarakat

“Sikap arogan aparat terhadap jurnalis yang tengah melakukan aktivitas liputan, kata dia, sama sekali tidak dibenarkan. Jika masalah ini dibiarkan, maka bisa menjadi presden buruk bagi keberlangsungan pers, khususnya di Makassar,” kuncinya.

Sementara

Komentar

Berita lainnya