oleh

Mahasiswa UI Ajak tak Buang Sampah Elektronik Sembarangan

DEPOK – Sebanyak 8000 mahasiswa baru Universitas Indonesia mengikuti kegiatan Program Cinta Kampus (PCK) yang berlangsung tiap tahun sebagai bagian dari proses orientasi mahasiswa baru di kampus Universitas Indonesia. Ada yang berbeda dari PCK tahun-tahun sebelumnya. Pada kali ini, PCK yang dilaksanakan oleh Departemen Lingkungan Hidup BEM Universitas Indonesia ini, mengusung tema pengelolaan sampah. Salah satu yang menjadi fokus utama dalam pengelolaan sampah adalah sampah elektronik yang digunakan sehari-hari.

Program diadakan bertujuan untuk menanamkan sembilan nilai Universitas Indonesia kepada Mahasiswa Baru. Tema pengelolaan sampah yang diusung, kemudian diturunkan menjadi bentuk acara pengelolaan sampah seperti, Pengumpulan sampah-sampah kertas bekas, pengumpulan sampah elektronik (e-waste), pendeklarasian UI bersihkan sampah, Monumen Eco-brick berbentuk Makara UI. Tema ini dipilih, salah satunya untuk menyadarkan kepada masyarakat, betapa pentingnya pengelolaan berbagai macam sampah di sekitar kita.

Banyak barang elektronik seperti ponsel, power bank atau bahkan charger yang setelah rusak atau tak lagi bisa digunakan akan dibuang ke tong sampah bersama dengan limbah rumah tangga lainnya. Sejatinya, jika barang elektronik tersebut berakhir di permukaan tanah hingga mengendap, dapat membahayakan lingkungan sekitar. Karena limbah elektronik tersbeut, mengandung zat yang dapat merusak. Barang elektronik memang tergolong sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

BACA JUGA:  Kunjungi Kampus UI, PM Australia Tegaskan Hubungan Bilateral Harus Ditingkatkan

Departemen Lingkungan Hidup BEM UI bekerja sama tengan tim E-Waste UI yang dikepalai oleh salah satu dosen di Teknik Industri, Universitas Indonesia, Romadhani Ardi. Bersama dengan tim E-waste UI, dosen UI ini telah mengadakan beberapa program pengembangan masyarakat (pengmas) yang berfokus pada pengelolaan limbah elektronik. Tahun lalu, E-Waste UI mengadakan FGD bersama dengan pemerintah kota depok terkait manajemen pengelolaan limbah elektronik. Kegiatan tersebut kemudian di tindaklanjuti dengan pengumpulan sampah elektronik di SMAN 1 Depok, dan Juga di Universitas Indonesia. Rangkaian Program pengelolaan limbah ini didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI dengan di dukung oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ), Departemen Teknik Industri UI dan Pemerintah Kota Depok.

BACA JUGA:  Percantik Desain Kemasan Produk UMKM, Prodi Desain Grafis PNJ Berikan Kontribusi Nyata

Sampah elektronik yang telah terkumpul, kemudian diolah oleh PT. Mukti Mandi Lestari, salah satu mitra yang bekerjasama dalam menyukseskan program pengelolaan E-Waste ini. “Program inisiatif pengumpulan e-waste ini bertujuan untuk mempercepat aliran e-waste yang selama ini “mengendap” di gudang – gudang dari rumah di masyarakat kita, menjadi sesegera mungkin diolah oleh perusahan recycling. Tujuan besarnya, program ini berharap bisa ikut serta meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya mahasiswa millenials tentang dampak yang dapat ditimbulkan oleh e-waste terhadap lingkungan.” ujar Romadhani Ardi. (Muhamamd Fauzan)

Komentar

Berita lainnya