oleh

Hijrah, Ayolah Kapan Lagi!

-Opini-795 views

Oleh: Weni Triana, Pembina Pengajian Remaja

Fenomena hijrah akhir-akhir ini sedang menggelinding seperti bola, semakin hari semakin banyak baik dari kalangan selebritis, pengusaha, pegawai bank dan masyarakat umum lainnya. Ini membuktikan adanya kesadaran pada masyarakat terhadap kebenaran ajaran Islam. Mereka berupaya menghindari dari apa yang dilarang dan diharamkan menurut agama dan mereka kembali kepada fitrahnya sebagai hamba Allah.

Saya akhirnya tertarik menggoreskan pena terkait fenomena hijrah terutama di kalangan masyarakat umum. Hijrah di kalangan masyarakat umum, sudah dirasakan oleh mereka walaupun hijrahnya bertahap, mulai dari berkerudung dahulu, baju dengan celana jeans, kemudian berlanjut kepada pakaian syar’i yakni jilbab yang menjulur ke seluruh tubuh.

BACA JUGA:  Apasih Maumu?

Motivasi hijrah bukan karena latah mengikuti tren yang ada dengan berbagai model busana Muslimah yang begitu membanjiri pasar busana, namun memang sudah tersadarkan bahwa kewajiban menutup aurat serta berjilbab adalah kewajiban. Walaupun memang banyak pula motif masyarakat untuk berhijrah. Mereka ada yang ikut ikutan, ada juga karena kesadaran sendiri dan lain sebagainya. Semua itu tak lepas dari fitrah manusia sebagai hamba Allah yang berupaya menjalankan apa yang Islam ajarkan.

Namun, banyak sekali tudingan dan nyinyiran disematkan kepada mereka yang berhijrah. Seperti yang pernah terjadi pada teman saya, ibu 2 anak ini, “Saya kok pakai gamis/jilbab terus banyak yang komentar ya. Kemarin-kemarin saya pakai kerudung sama rok panjang enggak ada yang komentar tuh, kenapa ya?” Pertanyaan ini terlontar dari ibu muda berupaya tampil beda dari hari-hari sebelumnya. Kenapa demikian? Ini karena masyarakat belum memahami lebih luas tentang ajaran Islam. Salah satunya tentang aturan berpakaian pada Muslimah yang diwajibkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an, surah Al-Ahzab ayat 59 yang artinya, “ Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”

BACA JUGA:  Apasih Maumu?

Padahal, Islam hadir dari sejak Rasulullah yang diamanahi oleh Allah SAW untuk membawa Al-Qur’an agar disampaikan kapada umat Islam yang berisikan perintah serta larangan Allah kapada hambanya untuk diamalkan bukan sekadar tahu saja, tapi diamalkan dan dilaksanakan.

Maka, dalam berhijrah perlu konsisten dan menjaga keimanan. Sejatinya, keimanan akan melahirkan ketakwaan individu serta diperlukan pendampingan kepada mereka yang ingin berubah lebih baik lagi itu yang diharapkan. Peran para ulama shalih dan orang-orang shalih lainnya ikut mendukung perubahan mereka agar syiar dakwah Islam semakin meluas dan masyarakat semakin banyak berhijrah. Hijrah, ayolah kapan lagi. Kita bisa memanfaatkan sisa usia kita di jalan Islam.[]

Komentar

Berita lainnya