oleh

Delegasi Pemuda dari 13 Negara Ramaikan WVLC 2019 di Banten

BANTEN – Program camp kepemudaan skala internasional World Village & Leadership Camp (WVLC) 2019 dilaksanakan pekan lalu di Kawasan Wisata Baduy Outbound, Serang, Banten.

Program yang diinisiasi oleh Studec Fellowship (Studec International Group), Gaido Group dan Provinsi Banten ini dilaksanakan pada 12—15 September 2019 di dua lokasi ini pertama di area Baduy Luar, Desa Kenekes, Lebak dan kedua di Kawasan Wisata Baduy Outbound, Serang.

Muhammad Hasan Gaido, CEO Gaido Group sebagai salah satu inisiator kegiatan ini, yang juga hadir juga pada cara pembukaan, turut berbangga Banten dengan kekayaan sejarah dan nilai kerarifan lokal budayanya dapat menjadi tuan rumah penyelengaraan kegiatan internasional ini.

BACA JUGA:  Kenapa Memilih Politeknik?

“Di tanah Banten, peserta akan belajar tentang kepemimpinan, kearifan lokal budaya, nilai keislaman, dan kerukunan yang menjadi ruh pemersatu kebangsaan kita,” ujar Hasan.

Ditambahkan Hasan Gaido yang juga menjabat Bendahara Umum PUB, event yang digelar sejalan dengan program Wapres KH. Maruf Amin sebagai urang banten agar banten menjadi tujuan wisata dunia.

Sementara CEO Harmony Land Group yang juga Pembina Pengusaha Kampus, Fithor Muhammad, mengatakan penghormatannya atas kehadiran delegasi pemimpin muda dari berbagai negara ini serta harapannya agar dengan program ini, semua bisa menjadi Pemimpin Muda Hebat, yang dapat memimpin menuju kesejahteraan masyarakat dunia

BACA JUGA:  Kampus Bisnis Umar Usman Gelar 'Entrepreneur Day'

“Kami ingin memberikan nilai tentang semangat kepemimpinan, budaya dan mengambil tindakan dengan hal-hal sederhana yang kami miliki. Kami berharap dalam 3 hari ke depan, kita semua memiliki kenangan yang tak terlupakan, dan menjadikan kita semua sebagai sebuah keluarga,” udar Fithor.

WVLC 2019 kali ini diikuti oleh lebih dari 40 peserta dari 13 negara termasuk Indonesia. Mereka berasal dari Bangladesh, Belarusia, Kosta Rica, Ghana, India, Indonesia, Malaysia, Paraguay, Philippines, Russian Federation, Timor-Leste (East Timor), Uzbekistan, dan Vietnam.

Tujuan utama World Village & Leadership Camp adalah memfasilitasi pemuda/i dari berbagai negara untuk berkumpul dan berdiskusi dengan para pakar kepemimpinan. Pendekatannya adalah budaya dan kearifan masyarakat setempat. Program ini juga diharapkan akan menghasilkan gerakan-gerakan baru berbasis lingkungan di negara asal para peserta.

BACA JUGA:  Politeknik Negeri Jakarta Lestarikan Budaya Indonesia Melalui Pencak Silat

Selama program, para peserta akan mendapatkan materi tentang kepemimpinan dari perspektif budaya yang disajikan dengan agenda sesi inspirational workshop. Juga membuat proyek pengembangan masyarakat, aksi sosial, pertukaran budaya, dan malam penghargaan. Semua sesi akan diselenggarakan dengan mengajak para peserta untuk bersikap seperti masyarakat setempat dengan tinggal di kamp warga Baduy, makan makanan seperti warga lokal, liwetan, dan juga sesi outbond yang menyenangkan.

Komentar

Berita lainnya