oleh

Darurat Iklim, Anak Muda Indonesia Gelar Aksi Jeda untuk Iklim

-Nasional-719 views

DEPOK POS – Ratusan anak muda turun ke jalan Jakarta sebagai pemimpin jeda untuk iklim, bagian dari aksi Climate Strike sedunia yang menuntut dideklarasikan status darurat iklim dan dilakukan aksi nyata mengatasi kegentingan ini. Aksi ini akan dilakukan pada 20 September 2019, tepat 3 hari menjelang pertemuan PBB untuk Perubahan Iklim di New York.

“Bumi kita sedang berada dalam proses kepunahan massal yang disebabkan oleh krisis iklim. Kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem, kekeringan, dan gagal panen hanyalah beberapa dampak dari krisis iklim yang sudah negara kita alami, ilmuan menghitung, umur bumi kita sudah tidak lebih dari 11 tahun sebelum mencapai climate tipping point,” ujar Alexandra karyn, pengajar disekolah Erudio Indonesia dan juga salah satu penggagas aksi jeda untuk iklim.

Para pemuda, terutama didalamnya para pelajar, akan memimpin ratusan orang dewasa yang sengaja mengambil “cuti” untuk turun kejalan guna mendukung aksi jeda untuk iklim. Mereka akan berjalan setelah sholat jumat dari Masjid Cut Mutia menuju Balai Kota, dan melanjutkan ke Taman Aspirasi sebagai titik akhir.

BACA JUGA:  Anis Byarwati Angkat Bicara, Dorong Pemerintah Agar Menstimulus Daya Beli Masyarakat

“Kami ingin mendesak agar seluruh politikus, perusahaan, dan masyarakat untuk berhenti bersikap masa bodoh dan serius bertindak untuk memastikan kehidupan d generasi mendatang,” ucap karyn.

Dalam aksi tersebut, akan dihadiri para santri dari sejumlah pesantren di Indonesia. Terkait hal ini, Mutia dari Enter Nusantara menyampaikan bahwa “ Untuk memukul mundur krisis iklim, kita butuh keterlibatan semua orang dan semua kalangan. Adapun salah satu contoh dari anak-anak santri kota Cirebon yang telah membuktikan melakukan aksi nyata untuk iklim dengan menggunakan energi terbarukan sebagai sumber listrik dimasjid mereka.”

BACA JUGA:  Anis Byarwati Angkat Bicara, Dorong Pemerintah Agar Menstimulus Daya Beli Masyarakat

Para peserta aksi Jeda untuk iklim mengusung tuntutan berikut, pemerintah mendengarkan para ilmuan dan menyatakan darurat iklim, dan pemerintah meningkatkan ambisi penurunan gas emisi rumah kaca setinggi-tingginya dan melaksanakan dengan tegas, konsisten, dan segera.

Selain itu, para aksi akan menyampaikan keprihatinan mereka terhadap minimnya materi pengajaran tentang krisis ekologis kepada para pelajar disekolah. Kumpulan komunitas dari latar belakang berbeda-beda ini juga ingin mengajak para pemuka agama manapun untuk lebih gencar mengajarkan prinsip-prinsip menghormati lingkungan hidup dan agar publik secara luas menolak praktek-praktek yang menyebabkan polusi udara jakarta dan kota-kota besar lainya.

BACA JUGA:  Anis Byarwati Angkat Bicara, Dorong Pemerintah Agar Menstimulus Daya Beli Masyarakat

Aksi jeda iklim tidak hanya dilakukan di Jakarta, tetapi juga dilakukan di 12 kota lainnya, yaitu Aceh, Medan, Bengkulu, Pekanbaru, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bali, Palangkaraya, dan Kupang. Secara global, aksi mogok iklim ini ditengarai sebagai aksi terbesar yang pernah dilaksanakan di dunia untuk mengatasi krisis iklim. (Bakhri)

Komentar

Berita lainnya