oleh

Peran Milenial dalam Kesuksesan Halal Tourism

-Feature-872 views

Oleh : Meilin Afifah

Indonesia merupakan negara keragaman. Dari mulai suku, budaya, agama, adat istiadat dan lainnya. Hal ini membuat Indonesia mempunyai arti kaya tersendiri. Pun juga dengan tempat pariwisata yang ada di Indonesia, karena keragaman tersebut membuat Indonesia menjadi negara yang memiliki begitu banyak tempat yang berbeda-beda dan mempunyai khasnya masing-masing. Melihat hal ini, Indonesia mencoba salah satu tren tentang pariwisata, atau yang bisa disebut halal tourism.

Pengertian dari halal tourism ini sendiri adalah suatu sistem yang digunakan di sektor pariwisata dimana pelaksanaanya sesuai dengan prinsip syariah atau Islami. Contoh, hotel yang mengusung konsep hotel syariah maka tidak akan menjual minuman alkohol, menyediakan kolam renang dan juga fasilitas spa yang terpisah antara pria dan wanita, membuat makanan halal, dan lain sebagainya.

Halal tourism ini mulai diperkenalkan tahun 2013 pada kegiatan Indonesia, yaitu Halal Expo dan global Halal Forum yang diadakan pada tanggal 30 Oktober hingga 2 November 2013 oleh kementerian pariwisata dan ekonomi. Meskipun baru beberapa tahun masuk ke dalam dunia halal tourism, Indonesia sudah menunjukkan eksistensinya. Hal ini terbukti dari penghargaan-penghargaan yang diraih, salah satunya dalam acara World Halal Tourism Award. WHTA adalah penghargaan yang diberikan kepada destinasi-destinasi halal. Destinasi halal yang dimaksud ialah tujuan wisata yang lengkap dengan fasilitas halal, pariwisata ramah wisatawan muslim (moslem friendly tourism). Contoh kriteria yang harus ada pada destinasi halal adalah mudah ditemukannya masjid, tempat wudhu, hotel memiliki petunjuk arah kiblat, jam sholat, tersedianya Al-Qur’an, dan sebagainya.

BACA JUGA:  Sociopreneurship Tren Kekinian Generasi Millenial

Menurut data yang ada, pada ajang WHTA tahun 2015 Indonesia mendapatkan 3 kategori penghargaan dari 15 kategori yang dilombakan. Indonesia berhasil mendapat penghargaan WHTA 2015, world best halal honeymoon 2015 untuk Lombok, dan world best halal hotel 2015 untuk Sofyan Hotel. Pada WHTA tahun 2016 pun Indonesia juga berhasil mendapatkan 12 kategori penghargaan dari 16 kategori yang dilombakan, yang diumumkan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Selain itu, Indonesia juga ditetapkan sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia 2019 pada ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019 yang mengungguli 130 destinasi dari seluruh dunia. Tentunya ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa bagi Indonesia.

Menurut data UNWTO Tourism Highlightspd tahun 2014, ada kurang lebih 1 miliar wisatawan dunia dan akan menjadi 1,8 miliar pada tahun 2030 mendatang. Halal tourism adalah portofolio penting bagi pariwisata nasional untuk mencapai target 20 juta wisman dengan menjaring wisatawan muslim global. Untuk mencapai semua itu maka Indonesia pun memperlebar ruang halal tourism dalam10 destinasi utama wisata halal yang terdiri dari Aceh, Sumatra Barat, Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Lombok/NTB dan Sulawesi Selatan. Namun sampai saat ini masih terfokus pada lima destinasi, yaitu Aceh, Lombok, Sumatra Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Baru-baru ini Komite Nasional Keungan Syariah (KNKS) juga meluncurkan masterplan ekonomi syariah Indonesia yang di dalamnya secara khusus juga membahas program percepatan pariwisata halal.

BACA JUGA:  Etos Kerja Masyarakat Nelayan Kabupaten Bulukamba

Jika pariwisata halal tourism ini semakin berkembang di Indonesia, maka semakin besar pula keuntungannya bagi Indonesia. Mulai dari segi meningkatkan Pendapatan Produk Domestik Bruto (PDB), devisa negara, jumlah lapangan pekerjaan. Selain itu Indonesia pun dapat dikenal secara lebih luas lagi lewat sektor pariwisata halal tourism ini. Apalagi jika terus dapat mempertahankan prestasinya dalam ajang penghargaan pariwisata halal internasional, maka eksistensi Indonesia pun akan semakin tinggi dikancah Internasional

Untuk membuat halal tourism ini sukses di Indonesia dan untuk mencapai target yang ada, semua itu bukanlah hanya tugas pemerintah saja, melainkan masyarakat Indonesia pun juga mempunyai tanggung jawab dalam membantu tugas pemerintah terhadap halal tourism ini. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat, contohnya masyarakat setempat halal tourism harus memberikan kesan yang baik pada wisatawan yang berkunjung, sehingga wisatawan itu akan berkunjung lagi dan kemungkinan besar dapat ikut mempromosikan tempat pariwisata halal tourism tersebut. Apalagi di masa sekarang, dimana teknologi dan generasi milenial sangat berhubungan, pun juga turut berperan penting dalam kesuksesan sektor pariwisata halal tourism ini. Salah satunya adalah ikut memperkenalkan sektor pariwisata halal tourism. Banyak pula cara yang dapat dilakukan. Mengingat zaman milenial ini peran teknologi sangat berpengaruh besar, maka hal ini juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan halal tourism. Contohnya dengan membuat karya tulis tentang halal tourism yang kemudian dapat disebar luaskan di internet, mengunggah foto tempat halal tourism dalam media sosial, ataupun mempromosikan dengan video-video yang dapat ditonton oleh banyak orang. Karena peran teknologi yang luas dan tak memiliki batasan tempat, waktu dan lainnya, hal ini dapat membuat penyebaran halal tourism dengan lebih mudah, serta lebih cepat masyarakat luas mengetahui tentang halal tourism tersebut.

BACA JUGA:  Meminimalisir Resiko Berbisnis dengan Perencanaan

Peluang usaha sektor pariwisata halal tourism ini memang sangat besar, maka salah jika kita hanya berdiam dan tidak peduli akan perkembangan halal tourism di Indonesia. Sebagai negara mayoritas berpenduduk Islam, memang sudah seharusnya Indonesia dapat menguasai pasar wisata halal ini dengan membangun sistem muslim-friendly. Maka tugas kita adalah turut serta membantu kesuksesan sektor pariwisata halal tourism ini. Apalagi bagi generasi milenial yang mempunyai banyak ide-ide cemerlang, maka haruslah ikut bergabung menjadi satu demi terwujudnya kesuksesan halal tourism ini.

Komentar

Berita lainnya