oleh

Pentingnya Akuntansi Berbasis IT bagi Calon Akuntan di Era Revousi Industri 4.0

Industri 4.0 adalah sebuah istilah yang diciptakan pertama kali di Jerman pada tahun 2011 yang ditandai dengan revolusi digital. Industri ini merupakan suatu proses industri yang terhubung secara digital yang mencakup berbagai jenis teknologi, mulai dari 3D printing hingga robotik yang diyakini mampu meningkatkan produktivitas (Satya, 2018). Berbagai kemajuan teknologi yang ada di dalamnya berhasil memperngaruhi berbagai aspek dalam kehidupan. Sumber Daya Manusia (SDM) dituntut untuk siap dalam menghadapinya, karena industri 4.0 bukan hanya memberikan peluang, tetapi juga tantangan dan ancaman.

Penelitian dari McKinsey (2016 dalam Suwardana, 2017) mejelaskan bahwa dampak dari digital tecnology menuju revolusi industri 4.0 dalam lima 5 tahun kedepan, akan ada 52,6 juta jenis pekerjaan yang akan mengalami pergeseran atau hilang dari muka bumi. Pada sektor lapangan kerja, para pelaku industri harus bersikap bijak dan berhati-hati. Sebab pada era ini, banyak lapangan kerja yang digantikan oleh mesin dan robot pintar. Pekerjaan-pekerjaan tanpa keahlian khusus akan dengan mudah tergantikan, termasuk didalamnya ialah akuntan.

Hamfri Djadjadikerta (2005) menjelaskan bahwa akuntan adalah profesi yang bekerja memberikan informasi keuangan baik kepada pihak internal maupun eksternal dari suatu instansi atau perusahaan. Profesi ini terancam dengan kemajuan tenologi yang ada. Mantan Kepala Pusat Pembinaan Profesi Keuangan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Alm. Langgeng Subur, Ak., M.B.A, CA., CPA., FRICS., menginformasikan bahwa besarnya kemungkinan profesi akuntan tergantikan oleh robot adalah 95 persen (Zubaidah, 2019). Dari hal ini, maka seorang akuntan harus dibekali dengan baik oleh pendidikan dan pengajaran akuntansi berbasis IT (Information Technology).

Akuntansi berbasis IT berpengaruh besar terhadap Sistem Infomasi Akuntansi (SIA) di suatu instansi atau perusahaan. SIA ialah aktivitas data, dokumen, dan teknologi yang keterkaitannya dirancang untuk mengumpulkan dan memproses data sehingga dapat memberikan informasi kepada pengambil keputusan (Pranata, 2016). Akuntan merupakan bagian penting dalam suatu perusahaan karena bergerak di bidang operasional dan transaksional. Seorang akuntan harus bisa memberikan performa yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan.

Dalam menyediakan informasi yang berkualitas, beberapa komponen SIA yang harus terintegrasi dengan baik meliputi (Pranata, 2016) : (1) sumber daya yang menjalankan SIA, (2) data, dikumpulkan dari berbagai aktivitas, peristiwa tentang proses bisnis, dan transaksi. Pengumpulan data ini dapat berupa media formulir atau dokumen, (3) prosedur, meliputi penjelasan berupa alur aktivitas dan dokumen, (4) pengendalian internal, (5) software dan infrastruktur teknologi informasi. Teknologi informasi ini mencakup komputer, perangkat penyimpanan dan pemrosesan data, jaringan, perangkat tranmisi data dan informasi, (6) infrastruktur teknologi informasi adalah infrastruktur yang digunakan organisasi untuk mendukung penyampaian informasi, apapun bentuknya dan tidak hanya jaringan internet. Terlihat bahwa seorang akuntan harus memiliki pengertahuan dan kemampuan di bidang teknologi informasi untuk bisa memberikan informasi yang berkualitas.

Akuntan yang paham akan akuntansi berbasis IT akan sangat medukung terciptanya suatu SIA yang baik. Banyak manfaat yang diberikan oleh SIA yang terbentuk dengan baik seperti di jelaskan Dany Pranata (2016), yaitu; (1) menyediakan informasi untuk keperluan penyajian laporan keuangan dan pendukungnya, (2) menyediakan informasi untuk perencanaan, (3) menjamin bahwa alur aktivitas, alur data dan dokumen dapat tertelusur, terkontrol, dan teratur, (4) membantu penanganan transaksi yang rutin karena transaksi yang rutin membutuhkan dokumentasi yang rutin pula menjadi lebih efektif dan efisien, (5) mengimplementasikan pengendalian intern dan membantu pengevaluasiannya, (6) membantu kelancaran dalam suatu proses audit dalam menentukan opini auditor, (7) mendukung proses pengembalian keputusan sehingga keputusan yang dibuat dapat lebih baik, serta (8) meningkatkan kepercayaan calon investor, calon kreditur, investor, kreditur, pelanggan, dan pihak-pihak yang berkepentingan.

Akuntan harus mengembangkan pengetahuan dan penguasaan informasi teknologi untuk bisa mempertahankan eksistensinya di era revolusi industri 4.0. Chief Executive Officer (CEO) Data Briven Asia, Muhammad Imran menyarankan para akuntan untuk mulai mempelajari programing dan algoritma serta harus mengembangkan kompetensi yang penting bagi seorang akuntan yaitu data analysis, information technology development, and leadership skills (Zubaidah, 2019). Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, akuntan yang tidak cukup pengetahuan dan kemampuan mengenai SIA besar kemungkina akan tergusur di era revolusi industri 4.0 ini.

Jajang
Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI

Komentar

Berita lainnya