oleh

Mahasiswa Harus Mampu Berprestasi!

-Opini-430 views

Menjadi mahasiswa merupakan hal yang patut disyukuri, karena masih banyak teman-teman di luar sana yang belum mampu mengenyam pendidikan sampai bangku perkuliahan. Alasan finansial menjadi faktor kebanyakan mereka tidak kuliah atau terpaksa berhenti kuliah dan memilih untuk bekerja saja. Lantas bagi mereka yang diberi nikmat duduk dibangku perkuliahan, tidaklah baik untuk menyia-nyiakan nikmat ini begitu saja. Menjadi mahasiswa yang tidak biasa-biasa saja, bukti bahwa kesempatan berkuliah adalah moment yang tidak boleh dilewatkan tanpa coretan prestasi.

Mahasiswa berprestasi merupakan sebutan bagi mereka yang mampu menorehkan prestasi semasa duduk dibangku perkuliahan. Dengan seseorang berprestasi maka orang tersebut secara gamblang akan dikenal dan disukai oleh masyarakat. Dibalik ketenaran yang mereka dapatkan, tentu terdapat langkah-langkah yang harus dilewati hingga title berprestasi itu menjadi miliknya. Sebagai mahasiswa yang menganut agama Islam, hendaknya lewat prestasi-prestasi itulah mereka mampu menyiarkan kebaikan sesama. Seperti orang bijak yang pernah berkata bahwa jika belajar adalah ibadah maka berprestasi adalah dakwah. Tentu dengan berprestasilah mahasiswa muslim akan lebih mudah menyalurkan pesan kebaikan di tengah masyarakat.

Banyak dari mahasiswa berprestasi yang memanfaatkan ilmu yang dimilikinya untuk berbagi kebaikan, seperti menjadi relawan pengajar, mendirikan jaringan sosial bagi kepentingan pendidikan, dan sebagainya yang mampu dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Bisa disimpulkan bahwasanya, menjadi mahasiswa berprestasi bukanlah hal yang mereka dapatkan untuk kepentingan diri mereka sendiri, melainkan kebermanfaatan bagi sesama. Hal tersebutlah yang harus ditanamkan sebagai mahasiswa muslim.

BACA JUGA:  Pembunuh dalam Sunyi itu Bernama Depresi

Kecakapan mereka berkecimpun dalam dunia masyarakat, yakni mampu menjadi relawan bahkan mendirikan sebuah lembaga sosial tentu tidak didapatkan begitu saja. Melainkan semasa kuliah, mereka tidak hanya membatasi pengembangan diri dan ilmu pengetahuannya melalui proses formal dalam kelas perkuliahan saja. Ketika mahasiswa berada di tengah kesibukan organisasi, bukan berarti dengan berorganisasi tersebut mereka mengabaikan kepentingan dunia perkuliahan. Sebaliknya, dengan berorganisasi tersebutlah memacu mereka untuk serius di bangku perkuliahan. Pengalaman dari mahasiswa berprestasi yang sudah ada, bahwa mereka memanfaatkan organisasi sebagai fasilitas untuk melengkapi pengetahuan akademis yang mereka dapatkan, seperti kemampuan menulis, berbicara di depan publik, kemampuan bahasa asing, pentingnya jaringan sosial, hingga pengembangan pola pikir. Sehingga output pengembangan diri serta pola pikir yang ideal akan dihasilkan untuk bermanfaat bagi masyarakat.

Sebagai contoh yang bisa dijadikan referensi mahasiswa berprestasi untuk kalangan mahasiswa muslim adalah Alm. Muhammad Mursi. Tentu banyak orang yang telah mengenalnya. Almarhum adalah Presiden Mesir ke-5 yang berasal dari gerakan pembaharu Islam, Ikhwanul Muslimin. Alm. Muhammad Mursi adalah seorang doktor metalurgi dari South California University-USA, bahkan almarhum sempat menjadi dosen selama lima tahun.

Jika dirasa masih kurang sebagai contoh, kembali kepada beberapa abad silam di sana terdapat seorang tokoh muslim bernama Ibnu Sina. Seorang ‘Bapak Kedokteran’ muslim yang telah menulis banyak buku di bidang kedokteran bahkan sampai ke bidang tafsir dan hadits. Karya terkenalnya adalah ‘al Qonuun fii at Tib (pokok-pokok dalam kedokteran), yang telah menjadi rujukan serta referensi utama buku-buku mahasiswa kedokteran di wilayah Eropa hingga abad ke-19.

BACA JUGA:  Hijrah, Ayolah Kapan Lagi!

Lantas bukan lagi hal yang lumrah bagi mahasiswa muslim untuk menyebarkan kebaikan lewat prestasi. Dakwah, sebagai kata lain dari menyebarkan kebaikan. Melihat kedua contoh diatas, menjadi kenyataan bahwa mereka bisa menggabungkan antara dakwah dengan prestasi mereka. Maka sudah selayaknya bagi mahasiswa muslim untuk tidak mencari alasan agar tidak berprestasi.

Adapun penguat bagi mahasiswa muslim agar mampu menyuarakan kebaikan adalah salah satu firman-Nya yakni QS:Ali-Imran:104 dengan terjemahan “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung.”

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, bahwa dengan berprestasi seseorang akan mudah dikenal dan disukai masyarakat. Maka itu bisa menjadi landasan bagi mahasiswa muslim untuk menyalurkan dakwahnya. Jangkauan lingkungan akan lebih luas ketimbang hanya menjadi mahasiswa biasa-biasa saja yang kurang dikenal lingkungan atau masyarakat.

Berprestasi merupakan hak setiap orang. Tidak ada batasan tentang bagaimana latar belakang keluarga, status, kekayaan, asal daerah, dan sebagainya. Jiwa dengan keinginan dan perjuangan yang dilakukan, maka siapa saja bisa meraih masa depan cemerlangnya sendiri.

Perlunya menanamkan rasa keberanian untuk menjadi mahasiswa berprestasi, merupakan salah satu faktor utama pendorongnya. Berani untuk aktif di kelas, mengikuti perlombaan, berkompetisi, terlibat dalam organisasi, atau menyapa teman dan orang yang belum dikenal merupakan hal-hal yang mendasari mahasiswa untuk berprestasi. Munculnya keberanian tersebut menjadi peluang menuju prestasi.

BACA JUGA:  Hijrah, Ayolah Kapan Lagi!

Ketika materi kuliah yang sedang dipelajari di kelas membuat bingung, maka disinilah keberanian untuk bertanya harus dimunculkan. Dengan bertanya setidaknya membuat mahasiswa lebih memahami materi yang telah disampaikan di kelas. Ketika mendapat informasi mengenai perlombaan atau ajang kompetisi dan dirasa mampu untuk mengikutinya, seyogyanya kesempatan tersebut bisa diambil oleh mahasiswa. Dengan berkompetisi akan membuka peluang untuk menjadi pemenang. Pengalaman-pengalaman dengan modal keberanian tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi mahasiswa untuk lebih berprestasi.

Masa kuliah yang berlangsung biasanya tiga sampai empat tahun, akan disayangkan jika mahasiswa tidak menikmati prosesnya sebagai mahasiswa dengan baik, yakni tanpa manfaat apapun bagi mahasiswa tersebut kecuali selembar ijazah kelulusan saja. Pada masa ini mahasiswa dikatakan belum menjadi apa-apa. Dengan adanya kesempatan bisa berkuliah, maka mahasiswa harus berani untuk meraih prestasi setinggi mungkin. Karena dengan prestasi mampu membawa kualitas hidup yang cemerlang di masa mendatang.

Tentu berprestasi bukan hanya untuk manfaat pribadi saja, melainkan di dalamnya ada manfaat bagi lingkungan atau masyarakat dengan kemampuan atau bekal yang telah dimiliki. Sebagai mahasiswa muslim, berprestasi merupakan bentuk kontribusi bagi agama, bangsa, dan negara. Terus bergerak dan berlomba-lomba dalam kebaikan harus dilakukan, salah satunya dengan berprestasi.

Ditulis Oleh: Iqlima Fairuz Syifa (Mahasiswa STEI SEBI, Depok)

Komentar

Berita lainnya