oleh

Inisiasi Pengelolaan Sampah Eletronik di SMAN 1 Depok

DEPOK – Belum lama ini  telah dilaksanakan Kegiatan Program Inisiatif Pengumpulan Barang Elektronik Bekas yang bertempat di SMAN 1 Depok. Kegiatan ini sekaligus menjadi inisiasi program pengelolaan limbah elektronik di Kota Depok. Kegiatan yang berlangsung selama 1 hari ini, sudah pernah di diskusikan dalam “FGD studi kelayakan manajemen pengelolahan limbah elektronik di Kota Depok”, setahun yang lalu. Seluruh rangkaian program pengelolaan limbah elektronik ini didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI dengan di dukung oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH atau GIZ, Departemen Teknik Industri UI dan Pemerintah Kota Depok.

Acara yang dihadiri oleh stakeholders SMAN 1 Depok tersebut, dibuka dengan sambutan dari Ketua Tim Ahli Sinergitas, Bpk. Banu Muhammad, S.E., MSE. Acara ini mendapat antusiasme yang tinggi dari Siswa-siswa SMAN 1 Depok. Bapak Banu Muhammad mengawali pembicaraan mengenai klasifikasi sampah yang dibagi menjadi tiga. Sampah Organik, Non Organik, dan B3. Sampah Elektronik masuk ke dalam kategori sampah B3 atau Bahan Berbahaya dan Beracun. Beliau menambahkan, pertumbuhan penduduk kota Depok yang mencapai 3,34% per tahun otomatis akan menghasilkan sampah rumah tangga, akan melebihi kondisi sekarang ini yang sudah mencapai 1578 Ton sampah per hari. Ironisnya, hanya 800 Ton diantara sampah tersebut yang dapat dikelola. Untuk itu, pengelolaan sampah perlu di lalukan dari sedini mungkin. Seremonial sambutan di tutup dengan presentasi oleh bapak Dr. Rer. Pol. Romadhoni Ardhi, yang juga merupakan dosen di Departemen Teknik Industri UI.

Pada pemaparannya, Pak Romadhani memberikan penjelasan mengenai bagaimana pentingnya pengelolaan E-Waste dalam lingkup rumah tangga. Dalam pemaparan beliau, pengelolaan limbah elektronik merupakan suatu hal yang sangat serius. Pertama, dikarenakan didalam alat elektronik, terdapat kandungan mineral logam yang masih bernilai tinggi. Walaupun mengelola sampah mendapat dogma negatif dari masyarakat, pengelolaan sampah yang baik bisa menguntungkan dari sisi ekonomis dan lingkungan. Bahkan hal tersebut sebetulnya bisa saja di lakukan oleh orang awam, akan tetapi risiko yang dapat ditimbulkan bisa menjadi tinggi apabila kita tidak memakai perlengkapan keamanan dan teknologi yang memadai. Atas dasar itu, maka beliau bersama tim melakukan inisiasi pengelolaan limbah elektronik ini.

BACA JUGA:  Rumah Zakat Berikan Layanan Ambulans Gratis untuk Warga Depok

Program inisiasi ini juga dihadiri oleh Ibu Etty Suryahati selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok. Beliau memaparkan bagaimana pengelolaan sampah terutama di Kota Depok, mendapat perhatian yang khusus. Terlebih, hal ini di akibatkan ambisi Pemerintah Kota Depok untuk mendapat gelar Adipura. Beberapa fasilitas penunjang Unit Pengelolaan Sampah (UPS) di Kota Depok, sedang di kejar untuk menjadikan Kota Depok sebagai yang terdepan dalam hal pengelolaan sampah. Beliau menambahkan bahwa Pemerintah Kota Depok menyambut baik program ini terlaksana. Terlebih, dengan di mulai dari tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi lingkungan sekitar, terutama dalam pengelolaan limbah elektronik. Kegiatan ini juga di isi presentasi mengenai Universitas Indonesia oleh mahasiswa Teknik Industri UI yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Teknik Industri, dengan tujuan untuk memberikan gambaran umum perkuliahan kepada siswa-siswi SMAN 1 Depok.

BACA JUGA:  LPM Tirtajaya Depok Soroti Minimnya Infrastruktur bagi Pemenuhan Hak Anak

Acara ini di tutup dengan foto bersama, dan pengumpulan sampah elektronik yang dilakukan oleh Siswa-Siswi SMAN 1 Depok. Bagi peserta yang mengumpulkan sampah elektroniknya, mendapat reward berupa bibit tanaman yang kemudian mereka harus tanam di lingkungan sekitar mereka. Setelah itu, mereka akan mendapatkan hadiah berupa Saldo Gopay atau OVO yang akan di transfer ke nomor mereka setelah acara berakhir. Kedepannya, akan dilakukan kegiatan pengelolaan limbah elektronik di tempat lain sebagai tindak lanjut dari Program yang telah di inisiasi ini. (Fauzan-Aloysia)

Komentar

Berita lainnya