oleh

Saatnya Indonesia Tanpa Sampah Plastik

-Opini-978 views

Oleh Muhamad Andrian Mahasiswa STEI SEBI, Depok

Plastik sering kita gunakan baik untuk prabotan rumah, mainan, bungkus makanan, dan pastinya setiap kita belanja bakal dikasih kantong plastik baik berbelanja kepasar atau ke mini market pasti pulang-pulang membawa kantong palstik lebih dari satu kantong plastik yang kita gunakan. Tentunya ini menyebabakan berdampak tidak baik terhadap lingkungan alam dan tubuh kita ini. Dan banyaknya orang-orang yang kurang sadar dampak dari plastik itu sendiri.

Plastik pertama kali di temukan pada tanggal 14 November 1863 oleh seorang warga Amerika berkebangsaan Belgia, dia adalah Leo Hendrik Baekeland yang merupakan seseorang yang ahli dalam bidang kimia. Plastik yang di temukan oleh Leo Hendrik Baekeland adalah plastik yang berjenis bakelit ( plastik yang tahan panas).

Namun, ada juga plastik yang bersifat lunak (seluloid). Plastik jenis ini ditemukan oleh John Wesley Hyatt, bahan yang digunakannya adalah berupa campuran dari selulosa nitrat dan kamfor yang di larutkan dalam alcohol, yang menghasilkan plastik yang dinamakan seluloid. Sifatnya yang kurang tahan terhadap panas dan mudah terbakar membuat seluloid ini tidak terpakai dalam industri bahan plastik dan di gantikan oleh plastik jenis lain yang sering kita temui sekarang yaitu bakelit.

BACA JUGA:  Apasih Maumu?

Berdasarkan data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/ tahun dimana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut . Menurut sumber yang sama, lanjut dia, kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 milar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik.

Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi “PR” besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik itu benar-benar terurai. Namun yang menjadi persoalan adalah dampak negatif sampah plastik ternyata sebesar fungsinya juga. Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama.

Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi. Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.

BACA JUGA:  Apasih Maumu?

Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Coba anda bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di bumi kita ini. Setiap tahun, sekitar 500 milyar – 1 triliyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya. Lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya.

Kantong plastik mulai marak digunakan sejak masuknya supermarket di kota-kota besar. Sampah plastik dapat menyebabkan perubahan iklim? Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.

BACA JUGA:  Apasih Maumu?

Maka saat nya kini sebagai warga negara yang baik untuk mulai mengurangi sampah atau bahan-bahan yang terbuat dari plastic sebab dampak dari plastik itu sangat besar terhadap lingkungan yang tidak baik alangkah baiknya kita mulai dari sekarang. Sebagai berikut ini adalah langkah untuk mencoba meminimalisir sampah :

  • Memakai alat yang bukan terbuat dari plastik, seperti sendok dari besi, sedotan dari almuniun
  • Membawa kantong belanjaan ketika mau berbelanja ke pasar maupun mini market
  • Sampah plastik harus dipisahkan dengan sampah organik, sehingga dapat didaur ulang.
  • Jangan membuang sampah plastik sembarangan.
  • Sampah plastik jangan dibakar tetapi di kumpulkan dan bisa dijual ke tempat yang akan mendaur ulang sampah plastik

Saat nya kita mulai peduli terhadap lingkungan agar menjadi lingkungan yang indah, nyaman, sejuk dan jauh dari bencana alam yang menimpa, maka dari itu mulailah dari kita kalo bukan kita siapa lagi.

Komentar

Berita lainnya