oleh

Sambut Hari Anak Nasional, Komunitas Ibu Profesional Depok Gelar Kampung Main Anak

Anak-anak dikenalkan beragam permainan tradisional yang edukatif dan sarat budaya

DEPOK – Seratus anak belajar sambil bermain di Kampung Main Anak yang dihelat komunitas Ibu Profesional, Sabtu (20/7/2019). Acara yang mengusung tema “Melestarikan Budaya Indonesia” tersebut diadakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 20 Juli.

Sejumlah permainan edukatif memenuhi area yang menjadi Kampung Main Anak. Para peserta yang merupakan anak-anak usia 3-11 tahun disodorkan beragam jenis aktivitas yang dapat dicoba satu per satu. Sebut saja permainan tradisional khas tempo dulu seperti congkak, lompat tali, ular tangga raksasa, egrang batok, hulahup, dan sebagainya.

Acara yang berlokasi di Pesantren Nusantara itu juga membuka kelas menulis untuk anak, fun cooking, dan crafting. Layaknya kampung main, terdapat pos-pos setiap jenis permainan, baik indoor maupun outdoor, yang dapat dicoba anak sepuasnya.

BACA JUGA:  18.315 Peserta BPJS Kesehatan PBI APBN Nonaktif di Depok Bisa Ajukan Bansos

Penanggung Jawab Acara, Ellisa Martha menuturkan, acara Kampung Main Anak merupakan kolaborasi dari empat kelas minat yang ada di Komunitas Ibu Profesional (IP) Depok. Empat kelas tersebut yaitu Kelas Minat Anak, Kelas Dapur Emak (Memasak), Kelas Terampil (Kerajinan tangan), Kelas Menulis, dan tim Sejuta Cinta IP Depok. Dari kolaborasi akbar itulah kemudian lahir banyak ide permainan dan aktivitas untuk anak-anak.

BACA JUGA:  KCD Kembali Rayakan HUT RI di Sungai Ciliwung

“Dalam kegiatan ini anak-anak akan diajak beragam kegiatan seperti belajar tentang literasi, memasak, membuat hasta karya dan bermain permainan tradisional. Satu event mendapatkan banyak kegiatan, anak-anak tentu akan senang. Apalagi ini temanya mengenal budaya. Semakin menambah nilai plus, karena anak-anak belajar mengenal budayanya,” ujar Ellisa, Sabtu (20/7/2019).

Selain untuk kegembiraan, Kampung Main Anak juga dihelat dalam rangka menarik minat anak pada permainan tradisional yang sarat budaya Indonesia. Ketua Kelas Minat Anak IP Depok, Nurul Narulitasari mengatakan, permainan tradisional sangatlah bermanfaat, namun sangat disayangkan anak-anak di masa kini mulai melupakannya.

BACA JUGA:  Inisiasi Pengelolaan Sampah Eletronik di SMAN 1 Depok

“Dengan Tema melestarikan budaya Indonesia, kami ingin mengajak anak-anak untuk dapat mengenal, juga melestarikan mainan-mainan seru zaman dulu. Karena tak dapat dipungkiri di zaman milenial ini, anak sering terpapar mainan modern khususnya game melalui gawai. Diharapkan, dengan kegiatan ini bisa membangkitkan kembali ghirah dan kecintaan akan mainan nan penuh manfaat tersebut,” ujar alumni Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tersebut.

Kampung Main Anak dibuka sejak pukul 08.00 WIB pagi dan disambut antusias oleh para ibu. Acara ini pula berkonsep less waste untuk mengajarkan anak-anak dan mengedukasi para ibu agar dapat memulai pola hidup minim sampah.

Komentar

Berita lainnya