oleh

Dorong Akuntabilitas Madrasah melalui Digitalisasi Keuangan, Kemenag Jaksel Gandeng Startup

DEPOK POS – Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan pada Kamis (25/7/2019) bertempat di Puri Dani, kampus IPMI International Business School telah mengadakan kegiatan Penjaminan Mutu melalui Digitalisasi Keuangan dan Akuntabilitas Pengelolaan Madrasah dengan menggandeng PT InfraDigital Nusantara (IDN), yang dihadiri oleh 200 Kepala Sekolah dan Bendahara dari Madrasah Tsanawiyah/Aliyah pada kemenag kota Jakarta Selatan.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Kelompok Kerja Madrasah Kemenag Kota Jakarta Selatan dalam rangka evaluasi dan pendampingan pelaporan dana BOS. Hal ini bertujuan agar pelaporan penggunaan dana BOS oleh madrasah-madrasah di Jakarta Selatan menjadi lebih efektif, efisien, dan tepat waktu.

Dra. Hj. Prihatini Hidayati MPd, selaku Wakil Ketua Pokjawas Kemenag Kota Jakarta Selatan, mengharapkan adanya pelayanan platform digital ini nantinya pelaporan dana BOS lebih transparan, akuntabel dan lebih tepat guna dan berdaya guna untuk semuanya.

BACA JUGA:  Pentingnya Akuntansi Berbasis IT bagi Calon Akuntan di Era Revousi Industri 4.0

Sedangkan H. Moh. Komarudin selaku Kepala Kantor Kemenag Kota Jakarta Selatan, menyatakan “Digitalisasi hari ini secara riil menjadi kebutuhan semua lembaga, tidak hanya untuk efektivitas pengelolaan tapi juga transparansi,” ujarnya.

“Jadi kami dapat bekerjasama dengan siapapun apalagi dengan startup yang membantu migrasi dari manual ke digitalisasi. Ini satu nafas dengan program Bapak Presiden Joko Widodo yang menekankan peningkatan mutu pendidikan dalam menghadapi Era Revolusi Industri 4.0“. tambah Komarudin.

Hal senada dikatakan Ian Mc Kenna (Ahmad Yusuf) selaku CEO IDN, menyatakan bahwa akhir-akhir belajar dari madrasah-madrasah sudah sangat terbuka terhadap digitalisasi. “Saya berharap mulai dari madrasah Jakarta Selatan perkembangannya bisa menjadi contoh untuk institusi lainnya,” imbuhnya dalam rilis yang diterima depokpos, Jumat (26/7/2019).

BACA JUGA:  Inisiasi Pengelolaan Sampah Eletronik di SMAN 1 Depok

IDN merupakan Fintech terdaftar di Bank Indonesia yang digunakan oleh Tata Usaha dan Badan Urusan Keuangan lembaga pendidikan untuk mengelola dan memudahkan pembayaran tagihan pendidikan secara online dan laporan keuangan yang sesuai kebutuhan.

Ini dilaksanakan dengan menggunakan “tagihan digital”, “pembayaran online”, dan “laporan keuangan digital”. Saat ini IDN telah bekerja sama dengan lebih dari 160 lembaga pendidikan, 3 (tiga) Bank BUMN, 2 (dua) Bank Swasta, 2 (dua) Bank Syariah, 3 (tiga) aplikasi pembayaran, dan belasan ribu gerai Indomaret dan Alfamart.

BACA JUGA:  YOULEAD Siap Lahirkan Pemimpin Kolaboratif Melalui Regional Leadership Training 2019

Selanjutnya sosialisasi digitalisasi keuangan madrasah oleh Fikih Gintana (Product Manager) dari IDN, dipandu oleh Hj Prihartini Hidayati. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa digitalisasi keuangan dan pengelolaan institusi pendidikan khususnya Madrasah menjadi salah satu solusi penjaminan mutu pendidikan dan menciptakan transparansi serta akuntabilitas madrasah.

Kegiatan diakhiri dengan evaluasi dan pendampingan pelaporan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah beserta tim manajemen BOS Kemenag Kota Jakarta Selatan dengan satu catatan khusus bahwa anggaran BOS harus dikeluarkan sesuai dengan ketetapan aturan, pencatatan dan dokumen-dokumen pendukung yang lengkap dan dibuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) BOS dengan tepat waktu. (Bkarmila)

Komentar

Berita lainnya