oleh

Be Smart, Be Beauty, Be You!

-Opini-7.403 views

Selama tidak melanggar syariat, just be your self!

Tidak heran jika wanita memiliki naluri untuk selalu tampil cantik. Namun, banyak sekali beauty standard yang ada di kalangan perempuan perempuan mulai dari cantik itu yang berkulit putih dan mulus, berhidung mancung, bermata bulat, badannya yang tinggi langsing bak boneka Barbie, dan masih banyak lagi. Sampai akhirnya segala macam cara dilakuakan agar menjadi “Si Cantik”. Walaupun untungnya di Indonesia sendiri tidak sampai kecanduan dengan opreasi atau bedah pelastik ya, umumnya hanya dilakukan dengan menghabiskan uang untuk membeli jenis make up dari A sampai Z, membeli ratusan baju, sepatu, tas dan segala jenis fashion terbaru atau mencoba segala jenis diet demi menguruskan badan sampai-sampai menyiksa dirinya.

Setelah sekian banyaknya Beauty Standard yang ada, akhirnya membuat sebagian wanita yang lain membandingkan itu dengan dirinya dan semakin tidak percaya diri. Banyak sekali yang mengatakan “duh aku masih terlihat gendut ya?”, “ko hidung ku tetap terlihat pesek? padahal kan sudah pakai make up!”, “duh aku item banget sih!” dan lain-lain. Kita seakan-akan membatasi definisi cantik dengan segala beuty standard yang ada. Belum lagi ditambah penilaian-penilaian orang lain terhadap dirinya, walau hanya celetukan satu dua kata, komentar miring dibelakang atau bahkan hanya sebuah lirikan akan membuat para wanita tidak percaya diri dengan dirinya yang apa adanya. Sebenarnya cantik itu yang seperti apa sih?

Pertama, Cantik dari hati, atau yang sering kita dengar dengan Inner Beauty merupakan kecantikan yang dapat mengalahkan kecantikan fisik seseorang. Ketika hati sesorang itu baik, selalu ramah, ceria, maka akan membuat semua orang merasa nyaman akan kehadiran dirinya bahkan merindukan saat sosoknya tidak ada. Tapi, jangan sampai salah mengartikan prinsip ‘inner beauty’ juga ya. Ada sebagian dari mereka mengatakan “yang penting kan hati, wajah dan penampilan nomor sekian”. Sampai akhirnya wajah dibiarkan kusam dan kumal, baju kusut diabaikan, kaus kaki tidak dicuci cuci, bahkan sampai bau badan dan akhirnya justru membuat orang-orang risih dengan kehadirannya. Padahal cantik itu boleh, karena itu merupakan bentuk penjagaan kita terhadap apa yang diberikan Rabb kita. Bukankah apa yang diberikan kepada kita tetap harus kita jaga sebagai bentuk rasa syukur kita?.

BACA JUGA:  Mengelola Sampah Menjadi Peluang

Kedua, yang mencintai diri sendiri. Sesungguhnya Rabb kita telah menciptakan manusia dengan keadaan yang sebaik baiknya. Rabbmu juga mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang Ia ciptakan. Namun mengapa manusia itu sendiri yang selalu mengeluh tentang apa yang telah diciptakan untuknya?. Bukankan sudah semestinya kita mencintai diri kita sendiri sebagai bentuk rasa syukur kita?. Memang menerima kekurangan diri sendiri itu susah susah gampang, tapi bisa dimulai dengan menerima satu persatu. Cobalah tersenyum sembari mengucapkan rasa syukur setiap saat kita bercermin, bukannya malah mengeluh tentang kekurangan kita tapi bersyukurlah atas nikmat yang masih bisa kita rasakan saat ini, seperti “Alhamdulillah aku masih diberikan anggota tubuh yang lengkap”, “Alhamdulillah masih bisa melihat dan bernafas” dan lain sebagainya.

BACA JUGA:  Mengapa Minyak Curah Harus Dilarang?

Ketiga, wanita cerdas. Bagaimana jika kita rubah mindset bahwa wanita itu harus cantik dengan wanita itu harus cerdas, dan kecantikan merupakan bonus setelahnya. Karena wanita cantik itu belum tentu cerdas, tapi wanita cerdas sudah pasti ia cantik. Kecantikan yang berasal dari kecerdasannya membuat orang orang terpukau dengan betapa luas ilmu yang ia punya. Buat apa cantik jika tidak ada isinya? Dan jangan pernah lupa bahwa ibu merupakan sekolah pertama bagi anak anaknya kelak, maka memiliki ilmu dan kecerdasan bagi seorang wanita merupakan suatu keharusan bukan hanya mementingkan cantik semata, karena ibu yang cerdas akan melahirkan anak anak yang cerdas pula.

Keempat, Menutup aurat. Merupakan satu bagian terpenting yang masih banyak dikesampingkan oleh banyak perempuan. Ditambah lagi adanya label label di masyarakat bahwa “yang berhijab itu harus anggun dan solehah seperti bidadari-bidadari syurga” atau “yang berhijab itu harus alim seperti si A”. Membuat kebanyakan perempuan masih takut berhijab karena takut dengan sebutan ukhti-ukhti sebab merasa diri masih belum pantas. Wahai wanita, dengan segala kenikamatan yang Allah titipkan kepada kita tidakkah hati kita tergerak untuk jadi baik dihadapannya? maka percaya dirilah, jangan sampai alasan alasan seperti itu membuat kita menunda memakai hijab. Karena kalau menunggu pribadi kita sempurna tidak akan bisa. Masalah kepribadian santai saja, selama tidak melanggar syariat, just be your self!

Jadi apakah kita termasuk perempuan-perempuan yang cantik? Tentu iya, kita semua cantik kok! karena setiap wanita itu cantik dengan keistimewaannya masing masing, lihatlah Aisyah istri Nabi SAW yang memiliki kecerdasan luar biasa disamping sifatnya yang dikenal manja, atau seperti Shafiyah binti Huyay wanita cantik yang anggun perangainya dan polos pembawaannya, dan masih banyak lagi wanita wanita cantik dengan cara dan ciri khasnya masing-masing. Jadi, jangan lagi tidak percaya diri dengan apa adanya dirimu, karena kamu cantik dengan caramu! Semoga bermanfaat.

BACA JUGA:  Meminimalisir Mahalnya Ongkos Politik

Ditulis oleh : Adilia Rahayu, Mahasiswa STEI SEBI

Komentar

Berita lainnya