oleh

Almameter Tak Selalu Menunjukkan Kualitas Personal

-Opini-486 views

Beberapa hari terakhir, masyarakat telah dihebohkan dengan berita tentang penolakan gaji 8 juta oleh sarjanah baru (fres graduate) lulusan Universitas Indonesia. Berkomentar tehadap sebuah perusahaan lokal yang mewawancarainya gaji 8 juta rupiah dalam sebuah wawancara pekerjaan.

“Helloo meskipun gue fresh graduated gue lulusan UI pak!! Universitas Indonesia. Level UI mah udah perusahaan LN, kalo lokal mah ok aja asal harga cocok,”

Mendengar kabar tersebut tidak dapat dipungkiri bahwa mahasiswa dari almamater lain akan memberikan pendapat terhadap sikap akun yang mengau sarjana lulusan UI itu. Beberapa mahasiswa memberikan pendapat bahwa hal tersebut adalah wajar bagi lulusan UI untuk menolak gaji 8 juta. Mengetahui bahwa lulusan UI adalah lulusan yang berkualias dan untuk masuk menjadi mahasiswa disana pun juga tidak mudah.

BACA JUGA:  Bangkit dari Kegagalan

Tetapi banyak juga dari mahasiswa lain memberikan pendapat yang kontra dengan perkataan lulusan UI tersebut, mahasiswa itu mengatakan. “ Almamater kan nggak selalu menunjukkan kualitas seseorang “ perkataannya mengartikan bahwa masih banyak dari lulusan yang bisa dibilang memiliki kualitas di bawah UI tapi mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang besar.

Bukan berarti lulusan UI atau lulusan univ lain tidak berkualitas, tetapi mengartikan bahwa berkualitas seseorang jangan dilihat dari satu aspek saja, tetapi dari beberapa aspek yang mempengaruhi seberapa berkualitas dirinya. Seperti bagaimana kualitas kerja yang di berikan, seberapa pekerja keraskah dia, dan kriterianya terpenuhi dalam perusahaan tersebut atau tidak. Masih banyak pertimbangan lain yang harus di pertimbangkan dalam pelamaran pekerjaan suatu perusahaan.

BACA JUGA:  Bangkit dari Kegagalan

Contoh tokoh yang memiliki kendala dalam Pendidikan di bangku kuliah, adalah Purdi E Chandra kini dikenal sebagai pengusaha sukses. Memiliki Lembaga bimbingan belajar (bimbel) primagama yang didirikannya. Sekarang telah memiliki 181 cabang di 96 kota besar di Indonesia dengan 100 ribu siswa tiap tahun. Purdi muda yang memiliki cita2 dan idealisme ini pun nekad meninggalkan bangku kuliah dan mulai serius berbisnis.

Dua pendapat yang saling bertolak belakang ini bukanlah hal yang benar atau salah. Tetapi bagaimana kita mengambil pelajaran dari berita tersebut. Boleh seseorang merasa dirinya pantas atau berkualitas, karena status yang di pandangnya. Tetapi mengedepankan attitude atau sikap yang baik juga menjadi faktor yang besar, seperti dengan tidak mengatakan hal yang tidak sopan atau menyinggung orang lain. Seperti perkataan yang ditulis lulusan UI terhadap perusahaan yang ingin di lamarnya.

BACA JUGA:  Bangkit dari Kegagalan

Terdapat contoh yang menyinggung tentang attitude atau sikap. Seperti kisah seseorang mahasiswa yang berkuliah di universitas terbagus di prancis tetapi karena atittudenya yang buruk, yaitu dengan dia curang dalam menggunakan sistem pembelian tiket kereta MRT, sehingga setiap dia menaiki kereta tidak pernah bayar sedikit pun. Suatu hari hal ini di ketahui pihak keamanan prancis kemudian mereka melaporkannya sehingga dia mendapatkan cap atau kesan attitude yang tidak baik. Setelah mahasiswa itu lulus, tidak ada perusahaan yang ingin memengerjakannya karena attitude atau sikapnya yang tidak baik.

Ditulis oleh Sabrina Indah Larasati, mahasiswi STEI SEBI

Komentar

Berita lainnya