oleh

Revolusi Industri 4.0 dalam Kontrol Proses Audit

-Feature-642 views

DEPOK POS – Kemajuan teknologi di era modern saat ini memberikan banyak pengaruh terhadap segala dimensi kehidupan manusia. Hal ini digambarkan dengan banyak orang yang dimudahkan pekerjaannya dengan kecanggihan teknologi saat ini. Tentu adanya kemajuan ini bukan hanya akan berpengaruh terhadap efektivitas dan efisiensi waktu dalam pelaksanaan sebuah pekerjaan. Ini akan berpengaruh juga terhadap perilaku orang-orang yang merasakan kemajuan teknologi tersebut dalam dunia kerja yang ia tekuni.

Hangat menjadi perbincangan ditengah masyarakat kita adalah terkait revolusi industri 4.0 sebagai sebuah gambaran kemajuan ekonomi di suatu negara. Adanya revolusi industri 4.0 ini menjadi disrupsif teknologi yang terjadi pada dunia kerja sebagai sebuah tantangan. Namun, disisi lain disrupsif teknologi ini memiliki peluang dan manfaat yang besar bagi publik dan kepentingan bisnis. Salah satu profesi yang harus mampu menjawab tantangan dan peluang ini adalah profesi auditor keuangan.

Profesi auditor dalam melakukan tugasnya tentu selalu berkaitan dengan adanya kertas kerja audit (workpaper). Seiring berjalannya waktu dibeberapa negara, kantor-kantor akuntan publik yang termasuk dalam “Big 4 Audit Firms” sudah ada yang mulai menerapakan kertas kerja elektronik. Kertas kerja elektronik ini adalah alat teknologi informasi yang merupakan komponen penting dalam proses manajemen risiko sebuah perusahaan audit. Hal ini secara simbolis tentu menggambarkan kecanggihan teknologi yang sudah digunakan oleh perusahaan dalam melakukan proses audit.

BACA JUGA:  Bingung Cara Membangun Mental Sukses? Yuk Kenali Dirimu

Namun, dalam menerapkan sistem pendukung pemeriksaan ini sebagai kontrol proses audit, manajemen perlu menyeimbangkan keinginan auditor. Khususnya dalam hal independensi dan profesionalitas saat mereka melakukan tugas-tugas audit mereka. Meskipun para auditor bekerja dalam tekanan regulator tapi mereka masih mampu menunjukan kualitas audit mereka. Kualitas audit yang sesuai dengan metodologi perusahaan, kebijakan dan standar auditing yang berlaku.

Dalam penerapan sistem pendukung ini akan menciptakan adanya risiko operasional karena auditor akan merespon ini dengan positif atau negatif pada suatu sistem. Auditor akan merespon sistem negatif jika perusahaan audit memaksa mereka dan patuh pada kebijakan perusahaan. Mereka bisa saja melepas diri dari tanggung jawab tugas-tugas audit atau menolak sistem dan bekerja disekitarnya. Hal ini akan mengurangi efektivitas dan efisiensi dari sistem tersebut sebagai kontrol proses audit. Sebaliknya, auditor bisa merespon sistem tersebut positif jika mereka menganggap pekerjaan mereka menjadi terbagi secara terstruktur dan bertanggung jawab. Disisi lain jika mereka merespon ini secara positif mereka mungkin akan ketergantungan kepada sistem dan tidak cukup menilai penerapan rekomendasi sistem untuk klien secara spesifik.

BACA JUGA:  Bingung Cara Membangun Mental Sukses? Yuk Kenali Dirimu

Ketika sistem pendukung audit digunakan dalam kontrol proses audit, perusahaan audit akan dihadapkan dengan tantangan untuk merancang sistem yang pas dan sesuai. Sistem tersebut harus dirancangan untuk bisa memastikan kepatuhan para auditor melalui fitur yang mengotonomi auditor dan juga harus mampu mengurangi ketergantungan auditor pada sistem tersebut. Hal ini perlu untuk menjadi sebuah perhatian bagi perusahaan audit dengan adanya sistem pendukung audit ini pada reaksi para auditor pada sistem tersebut. Reaksi auditor inilah yang nantinya akan berpengaruh terhadap efektivitas dan efisiensi sistem dalam melakukan control proses.

BACA JUGA:  Bingung Cara Membangun Mental Sukses? Yuk Kenali Dirimu

Oleh karena itu, adanya revolusi industri 4.0 harus mampu menjadikan perusahaan audit mendorong profesi audit untuk memiliki penguasaan soft skill baik inter-personals skill ataupun intra-personals skill, kompetensi, networking dan sertifikasi. Disrupsif teknologi di era revolusi industri 4.0 beberapa tahun kedepan nantinya akan menjadikan pekerjaan akuntan dan auditor menjadi otomatis. Selain itu, hal ini dipersiapkan untuk menghadapi persaingan global dengan meingkatkan kualitas dan mutu auditor sebagai salah satu profesi akuntan publik.

*Ditulis oleh: Nailah (Mahasiswa STEI SEBI)

Komentar

Berita lainnya