Fithor Muhammad: Pengalaman Guru Terbaik, Wujudkan Mimpimu jadi Nyata

DEPOK POS – “Kesuksesan tak diraih secara instan. Dibutuhkan proses untuk mewujudkan mimpi menjadi nyata dengan menjadikan pengalaman sebagai guru yang terbaik.” Itulah yang dilakukan Fithor Muhammad, seorang pengusaha muda sukses yang bergerak di bidang properti, saat menjadi pembicara dalam acara “Auto Excellent Entrepreneur Talkshow”, akhir pekan lalu (21/6) lalu di Kampus Trisakti, Jakarta Barat.

Jiwa wirausahanya Ahmad Fithor tumbuh ketika ia masih duduk di bangku kuliah di Kampus Universita Indonesia. Saat itu, lelaki asal Pekalongan ini sudah berdagang handphone dan laptop. Ia juga bergabung di komunitas Pengusaha Muda.

“Saya bersama teman-teman buka usaha kios di kampus. Meski dalam perjalanannya, usahanya itu tak berjalan lama. Bahkan saya juga menanam pohon cabe di Pemalang,” kata Fithor mengenang.

Kenapa Fithor menekankan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik? Karena dari pengalaman lah, ia belajar dari kesalahan dan kekurangan untuk kemudian menjadi bahan evaluasi dan perbaikan di masa yang akan datang.

BACA JUGA:  Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia Pecahkan Rekor MURI

“Jangan dikira selalu berjalan mulus saat mengawali usaha. Saya pernah ditipu kontraktor senilai Rp. 500 juta. Pernah juga merugi senilai Rp. 400 juta. Karena itu, untuk menjadi pengusaha sukses, harus siap turun, jatuh dan rugi. Maka kalau saya ditanya, apakah pernah gagal dan stres? Saya bilang, pernah. Ya itu tadi, kelilit utang hingga ratusan juga. Maka, belajarlah kalian dari kegagalan orang lain. Perbaiki kesalahan itu menjadi lebih baik lagi,” kata Fithor memberi motivasi kepada para mahasiswa.

Seperti diketahui, generasi millenial maunya serba instan, konsumtif, jalan-jalan, suka sensasi baru. Jadi, untuk menjadi sukses itu harus proses, dan punya strategi tersendiri. Strategi dan rumusnya apa saja?

Fithor mengajak para mahasiswa agar membekali dirinya dengan persiapan untuk menekuni bidang yang ditekuni dan digelutinya. Karena, hebat itu sesuai dengan bidangnya. “Setelah itu, miliki skill, knowledge dan attitute yang cakap. Yang terjadi, justru diawal masuk kuliah, sudah salah masuk jurusan.”

BACA JUGA:  Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia Pecahkan Rekor MURI

Usahakan usia 21, kata Fithor sudah mengawali bisnis. Jangan sampe memasuki usia 35 tahun malah tidak jadi apa-apa. Itulah sebabnya perencanaan itu penting.

Fithor berharap para mahasiswa yang bercita-cita menjadi entrepreneur sukses, harus fokus pada hasil. Selalu menjaga perilaku, karena itulah modal bisnis kita untuk bisa mendapat kepercayaan orang lain. “Saya dikasih kepercayaan orang, dengan uang sebesar Rp. 1,3 miliar. Lalu saya kembangkan menjadi Rp. 10 miliar.”

Pada akhirnya, lanjut Fithor, kita dihadapkan sebuah pilihan: tua gagal, muda gagal, atau tua sukses, muda sukses. “Yuk dimulai dari sekarang dan saat ini juga. Bekerja atau bisnis, sama-sama punya peluang untuk sukses. Nah, bisnis property itu berawal dari peluang, fashion bukan satu-satunya. Pokoknya pastikan jadi yang terbaik.”
Salah satu jalan menuju kesukses itu adalah dengan bersedekah dengan rezeki yang telah diberikan Allah Swt. “Ibarat air yang kotor dalam sebuah aquarium. Maka harus dibersihkan, lalu menggantikannya dengan air yang lebih jernih,” ungkap CEO Harmony Land Group ini berbagi ilmu.

BACA JUGA:  Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia Pecahkan Rekor MURI

Dalam buku yang ditulisnya “Be Successful Young Propertypreneur”, Fithor menceritakan pengalamannya dalam membangun bisnis properti yang sukses di usia 25 tahun.

Fithor menjelaskan, menjadi seorang Propertypreneur, yaitu pengusaha di bidang properti tidaklah mudah. Menurutnya, dibutuhkan 12 bidang keilmuan yang mendalam untuk menunjang keahlian dalam bidang properti.
“Yaitu antara lain : akuisisi lahan, feasibility studies, perizinan proyek, konstruksi, perencanaan konstruksi, manajemen proyek, marketing, penjualan, KPR dan kemitraan bank, arsitektur, permodalan, dan cashflow management,” papar Fithor.

Selain keilmuan mendalam tersebut, ungkap Fithor, seorang propertypreneur juga harus menghadapi tantangan risiko yang tidak kecil karena harus mengelola dana yang tidak sedikit untuk membuka sebuah proyek properti. (des)

Komentar

Berita lainnya