Berbagi Informasi dan Mudik Asik Tanpa Kantong Plastik

Mudik adalah salah satu agenda runtin khususnya bagi para perantau di Jabodetabek, seperti lebaran-lebaran sebelumnya Jakarta akan sangat jauh dari kebiasaannya sehari-hari, kendaraan yang sangat padat akan tidak akan terlihat pada lebaran nanti karena hampir setengah penduduk Jabodetabek akan mudik, sebagaimana hasil survey dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang memprediksi jumlah pemudik dari wilayah Jabodetabek sepanjang periode mudik Lebaran 2019 diperkirakan mencapai 3,46 juta rumah tangga atau 14,9 juta orang. Jumlah tersebut mencapai 44,1% dari total penduduk Jabodetabek yang sebanyak 33,76 juta orang pada 2018. (Indonesia.go.id)

Mudik bisa dikatakan kebiasaan yang sudah menjadi budaya bangsa kita, namun mudik (arus mudik dan arus balik libur lebaran) menyebabkan meningkatnya jumlah timbulan sampah di sejumlah lokasi fasilitas umum seperti SPBU dan Rest Area, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada libur lebaran 2018 yang lalu jumlah sampah terkumpul sebanyak 13.500 ton dari total 19 juta pemudik.

Keadaan ditahun lalu, menjadi pelajaran agak tahun ini setidaknya terjadi pengurangan timbulan sampah dari kegiatan mudik, KLHK cukup genjar dengan taglinenya “Mudik Asik Tanpa Sampah Plastik” yang mengajak pemudik untuk: membawa bekal makanan dan camilan dalam kotak makanan, menggunakan lap tangan kain, membawa set alat makan dan wadah minum yang bisa dipakai ulang, menghindari pemakaian sedotan dan tas kresek, menggunakan tas belanja guna ulang (tas kain dan sejenisnya), dan memilah dan meletakkan sampah sesuai jenisnya.

BACA JUGA:  Tanggung Jawab Pemerintah Benahi Fasilitas Umum

Upaya ini sejalan dengan Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, yaitu pengurangan timbulan sampah sebanyak 30 persen dan penanganan timbulan sampah sebanyak 70 persen. Hal ini terus digalakkan agar target ini dapat tercapai pada tahun 2025.

BACA JUGA:  Kolaborasi Organisasi Lingkungan Ajak Masyarakat Pawai Bebas Plastik di CFD Pekan Depan

Selain hal tersebut diatas dalam perjalanan mudik ke kampung halaman, ada hal baik lagi yang bisa sama-sama diupayakan agar target Pepres ini dapat terealisasi dengan baik yaitu sosialisasi dikampung halaman masing-masing terkait pengurangan sampah baik perilaku tidak menggunakan sedotan dan kantong plastik. Sembari saling mengunjungi, melakukan penyebaran informasi ini secara sengaja sangat baik untuk dilakukan.

Penyebaran informasi sangat efektive ketika dilakukan oleh orang-orang terdekat, karena bahasa dan pendekatannya lebih mudah. Selain itu pengetahuan orang diperkotaan terkait sampah lebih tinggi dari orang diperdesaan, sehingga penyebaran informasi sangat penting dilakukan khususnya dimoment yang memang membuat kita bersinggungan langsung dengan orang dikampung halaman kita.

Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional Modul Ketahanan Sosial Badan Pusat Statistik, September 2017 menunjukkan perbandingan pengetahuan terkait masalah persampahan adalah sebagai berikut:

Hasil diatas menunjukkan penduduk perkotaan pengetahuan terkait membakar sampah, pemilahan sampah, sampah mengandung bahan kimia, dan pengetahuan tentang membawa tas belanja lebih baik dari penduduk diperdesaan, oleh sebab itu penyebaran informasi terkait hal ini perlu dijadikan bahan perbincangan, sehingga pada akhirnya nanti, penyebaran informasi yang benar dapat tersebar dengan baik. Kita yang memiliki pengetahuan lebih, akses keinformasi yang benar lebih memadai memiliki tanggungjawab untuk membagikannya ke orang lain, sehingga ketika pengetahuan bertambah maka seseorang akan memungkinkan merubah perilakunya.

BACA JUGA:  Tanggung Jawab Pemerintah Benahi Fasilitas Umum

Semoga mudik kali ini selain membawa tagline “Mudik Asik Tanpa Sampah Plastik” kita juga mau berbagi informasi khususnya terkait sampah agar target pemerintah terkait penanganan sampah, yakni 70 persen dari angka timbulan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga pada 2025. Selain target tersebut, pengelolaan sampah perlu mendapatkan perhatian untuk mencapai TPB ke-11 dan hak penduduk mendapatkan lingkungan hidup yang baik sebagaimana diamanatkan dalam UUD.

*Winda Sartika Purba, Statistisi di Subdirektorat Statistik Lingkungan Hidup, BPS.

Komentar

Berita lainnya