Pesan Ketua Adara Relief International di Peringatan Isra Mi’raj: “Menjaga Amanah Masjidil Aqsa”

JAKARTA – Adara Relief International bekerjasama dengan SKI Indosat mengadakan acara peringatan Isra’ Mi’raj bersama TVone dalam program damai Indonesiaku bersama Habib Nabiel Almusawa dan tamu dari Palestina Abdulla Abu Sultan yang bertema “Hikmah Peringatan Isra’ Mi’raj”, sabtu, (6/4/2019) di Masjid Nurul Taqwa Jakarta.

Isra’ Mi’raj adalah peristiwa dengan banyak keajaiban dan bukti kebesaran Allah SWT yang lokasi utamanya di Masjidil Aqsa. Dimana Rasulullah SAW diperjalankan (isra’) menuju masjid yang diberkahi tersebut. Dan dari Masjidil Aqsa pula titik tolak beliau naik (mi’raj) menuju Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat 5 waktu.

Kini lebih dari 1,5 M jumlah umat Islam berlomba meraih kebaikan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Namun tidak demikian dengan Masjidil Aqsa. Penjajahan Israel (zionis Yahudi) atas tanah Palestina telah merenggut sebagian besar hak Umat Islam dari Masjdil Aqsa.

Puluhan ribu Yahudi didatangkan dari berbagai negara secara terorganisir untuk beribadah di sana. Bagian bawah Masjidil Aqsa diketahui ada 60 lebih galian dibuat menjadi musium-musium dan tempat peribadatan Yahudi. Penjajah Israel mentargetkan keruntuhan Masjidil Aqsa untuk diganti dengan kuil Sulaiman yang mereka yakini keberadaannya.

Secara berkala dan meningkat, kelompok-kelompok ibadah ritual Yahudi didatangkan. Tidak hanya ritual kemusyrikan yang mengotori Masjidil Aqsa, namun keberadaan tentara dan polisi Israel untuk mengawal mereka dan menghalau kaum muslimin dengan menginjak-injak tempat-tempat shalat sungguh merupakan penodaaan dan penistaan kesucian masjid. Mereka membatasi keberadaan kaum muslimin di Masjdil Aqsa, mempersempit ruang gerak dan menciptakan suasana tidak nyaman bagi kaum muslimin di sekitarnya.

Upaya kaum muslimin memakmurkan Masjidil Aqsa dikriminalisasi. Laki-laki dan perempuan, tua muda, anak-anak dan lansia diperlakukan sama tanpa pandang bulu. Kebebasan umat Islam di sana terenggut, hak-haknya dirampas. Nyawa kaum muslimin seolah begitu murah bagi mereka.

Berkali-kali masjid dialih fungsikan menjadi tempat ibadah ritual Yahudi (ala Talmud), adzan dilarang dikumandangkan. Beberapa kali shalat 5 waktu tidak dapat didirikan di dalamnya. Kawasan Masjidil Aqsa ditutup dan kuasai penjajah Israel. Kaum muslimin hanya diizinkan masuk jika telah melalui pintu pemeriksaan dengan alat detektor.

Nurjanah Hulwani, Ketua Adara Relief International mengatakan bahwa sejak pintu Ar-Rahma (salah satu dari 15 pintu Masjidil Aqsa yang terletak di sisi Timur Masjidil Aqsa) dibuka kembali oleh kaum muslimin setelah ditutup selama 16 tahun oleh Israel, dan Mushalla Ar-Rahma kembali difungsikan sebagai tempat shalat, setiap harinya satu persatu penjaga Masjidil Aqsa ditahan dan dikriminalisasi. Shalat di Mushalla Ar-Rahma adalah tindakan kriminal dan dapat diperkarakan hingga berujung penjara.

“Atas semua kondisi Masjidil Aqsa, dan beban berat bangsa Palestina menjaga dan mengawal Masjidil Aqsa, belum banyak yang dapat diperbuat umat Islam saat ini. Sungguh peringatan Isra’ Mi’raj hakikatnya hadir untuk menegur kita. Tentang apa yang sudah kita lakukan untuk menjaga amanah Masjidil Aqsa.” tutur Nurjanah. (BKarmila)

Komentar

Berita lainnya