oleh

Mudahnya Membangun Taman Baca di Era Milenial

-Komunitas-1.896 views

BOGOR – Jaringan Sekolah Indonesia memberikan penguatan Inkubasi Duta Gemari Baca melalui Studium Generale demi menguatkan motivasi mereka dalam bergerak di bidang literasi. Dilaksanakan di Perpustakaan Cinta Baca Bogor, pada Minggu (07/04) Studium Generale kali ini diikuti 26 Duta Gemari Baca terpilih dari berbagai daerah di Indonesia.

Studium Generale merupakan kegiatan penutup Duta Gemari Baca Batch 5 yang telah dilaksanakan selama tiga hari di Bumi Pengembangan Insani, Bogor.

Banyak agenda digelar selama Studium Generale berlangsung, salah satunya talkshow yang diisi oleh Bude Kiswanti, Pendiri Warabal (Warung Baca Anak Lebak Wangi). Warabal dibangun pada 1994 di Lebak Wangi, sebuah daerah di Parung, Jawa Barat, yang terlanjur di cap negatif oleh masyarakat. Bude, sapaan akrabnya, ingin kehadiran Warabal di Lebak Wangi membuat daerah tersebut kembali “wangi”.

“Saya suka sekali membaca dan ingin menularkan minat membaca kepada orang lain,” ujarnya.

Banyak kisah yang Bude Kiswanti bagikan kepada Duta, mulai dari peraturan unik di Warabal seperti siapapun yang mau bermain di sini; harus sudah mandi terlebih dahulu atau minimal sudah minum air putih, tidak berkata kasar atau kotor, dan harus sopan.

“Konsep awal yang diusung oleh WARABAL ialah kami ingin memberikan sesuatu berbeda agar anak tahu di mana peminatan mereka, sehingga mudah dibentuk di kemudian hari. Jangan lupa bacakan cerita semenarik mungkin dan ajak anak-anak berkontribusi untuk memainkan peran dalam cerita tersebut,” tambah Bude.

Membangun Taman Baca Masyarakat (TBM) di era milenial bukanlah hal mudah, menurut Bude semuanya harus diawali dengan suka membaca dan perbanyak melibatkan anak-anak dalam bermain sambil belajar.

“Selalu tanamkan dalam benak kita, semakin kita banyak membaca berarti kita membantu kesejahteraan penulis, penerbit, dan menebarkan kebermanfaatan ke semua insan,” tutup Bude. (ZN)

Komentar

Berita lainnya