Menulis untuk Membangun Peradaban

BOGOR – Jaringan Sekolah Indonesia Dompet Dhuafa Pendidikan mengadakan workshop menulis pada Jumat (05/04) di Bumi Pengembangan Insani, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan yang diikuti oleh 26 Duta Gemari Baca Batch 5 ini dipandu langsung oleh Syafi’ie el-Bantanie, Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan dan penulis 50 buku, berlangsung selama dua jam dengan materi Asyiknya Menulis.

Syafi’ie membuka sesi training dengan pernyataan bahwa peradaban Islam dibangun dan tegak di atas tradisi ilmu. Masyarakat yang semula ummi (tidak bisa baca tulis) diubah oleh Rasulullah menjadi masyarakat yang cinta dan haus ilmu.

BACA JUGA:  64% Taman Bacaan di Indonesia Dikunjungi Tidak Lebih dari 30 Anak

Dalam konteks Duta Gemari Baca, menurut Syafi’ie, kemampuan menulis menjadi penting bagi Duta Gemari Baca (DGB). Karena, DGB bukan hanya dituntut melek literasi, tapi juga mampu menginspirasi masyarakat lewat tulisan.

Karena itu, teruslah mengeksplorasi kemampuan diri dalam menulis. Karena, ala bisa karena biasa,” ucap Syafi’ie.

Selain menyampaikan materi kepenulisan, Syafi’ie turut memberikan tips-tips jitu dalam menulis. Ia memaparkan bahwa langkah pertama dalam latihan menulis ialah menuliskan sebuah kata. Lalu, hubungkan kata tersebut dengan kata-kata lain yang lebih bervariasi, sehingga tulisan dapat terus berkembang.

BACA JUGA:  64% Taman Bacaan di Indonesia Dikunjungi Tidak Lebih dari 30 Anak

“Untuk menjadi seorang penulis hebat, kita juga harus bisa memposisikan diri sebagai penulis, penyunting, dan pembaca agar tulisan tetap pada jalurnya” Ujar Kak Syaf.

Workshop menulis ini diharapkan mampu membuat DGB menuangkan gagasan dan merefleksikan aktivitas literasi yang telah dilaksanakan ke dalam tulisan untuk mendukung kampanye literasi Duta. (AR)

Komentar

Berita lainnya