Vespa Kocak, Komunitas Vespa Ala Santri

Dalam hidup , tentunya banyak cara orang mengekspresikan diri untuk mencapai suatu kebahagiaan baik dengan cara bergaul atau mempunyai teman dengan hobi yang sama dan menjadikan kita lebih berkembang untuk menjalankan suatu hobi.

Vespa kocak merupakan komunitas vespa yang berdiri pada tahun 2013 silam, yang diketuai oleh Aldi Alfiyan Rahmat seorang pemuda lulusan pondok pesantren Daarul Rahman III, komunitas ini awalnya hanya di jadikan sebuah perkumpulan yang didominasi oleh para santri Daarul Rahman yang sudah lulus atau alumnus, akhirnya menjalar sampai angkatan-angkatan yang baru lulus yang memang memiliki hobi mengendarai vespa sampai akhirnya terbentuk sebuah komunitas.

Berbeda dengan komunitas lain, vespa kocak tidak memiliki aturan dalam beranggota atau memiliki persetujuan tertentu dalam berkomunitas, selain itu komunitas ini memiliki ciri khas tersendiri yang memang beranggotakan santri pondok pesantren.

BACA JUGA:  Peringatan Hari Anak Nasional, Depok Adakan 'Gelar Ekspresi Anak Spesial'

Ciri khas ala santri kadang ditandai dengan berbicara menggunakan bahasa arab ala pondok pesantren, atau mengenakan busana muslim baik dari kopyah atau sarungan dan berkoko saat berkumpul dalam kegiatan rutinnya sebulan sekali.

Kegiatan rutinnya biasa diisi dengan mengadakan arisan sebulan sekali yang memanggil angggota vespa kocak untuk berkumpul, tidak hanya kumpul sebulan sekali komunitas ini juga kadang mengadakan jalan-jalan setahun sekali biasanya dilakukan sehabis lebaran, dengan mengajak keluarga, komunitas ini touring ke beberapa daerah jawa barat, atau luar jawa seperti lampung pada tahun lalu.

BACA JUGA:  Perbaikan Jembatan Mampang, Buka Tutup Jalan Diberlakukan

Tidak hanya sebagai teman sekomunitas, keluarga vespa kocak menganggap teman komunitasnya lebih dari teman, karna sudah kenal lama sedari berada dipondok dan menjadikannya memiliki persaudaraan yang lebih erat dari pada komunitas lainnya.

Itulah komunitas vespa kocak ala santri yang didominasi oleh lulusan pondok pesantren, dalam menjalankan kegiatannya tidak terlepas dari kegiatannya ketika menjadi santri, dan masih mencirikhaskan seluruh anggotanya. (Arif Rahman Hakim)

Komentar

Berita lainnya