oleh

Taman Safari dan Hino Jalankan Program Kerja Sama Konservasi Elang Jawa

-Nasional-1.433 views

BOGOR – Kekayaan keanakaragaman hayati Indonesia tertinggi nomor dua di dunia, baik flora maupun fauna. Salah satu kenakeragaman hayati Indonesia yang ternilai adalah Elang Jawa (Nisaetus bartelsi). Elang Jawa atau yang lebih dikenal sebagai Burung Garuda adalah spesies endemik, hanya terdapat di sepanjang Pulau Jawa. Populasi Elang Jawa pun hanya tinggal 300-500 ekor saja dengan kecenderungan yang terus menurun dan mengalami resiko kepunahan. Karena keadaan tersebut maka pemerintah Indonesia menetapkan Elang Jawa sebagai spesies yang dilindungi dan pada tahun 1993 melalui Keputusan Presiden No. 4 tahun 1993, Elang Jawa ditetapkan sebagai salah satu satwa nasional.

BACA JUGA:  Anis Byarwati Angkat Bicara, Dorong Pemerintah Agar Menstimulus Daya Beli Masyarakat

Hino Indonesia sebagai pembuat truk dan bus yang ramah lingkungan, peduli akan kelestarian Elang Jawa. Oleh karenanya, Hino Indonesia mengambil inisiatif untuk bekerjasama dengan Taman Safari Indonesia (TSI) sebagai lembaga konservasi dengan pengalaman konservasi eksitu (di luar habitat alami) lebih dari 30 tahun untuk menjalankan program konservasi Elang Jawa melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Program CSR konservasi Elang Jawa ini meliputi dua program besar yaitu perkembangbiakan (breeding) dan penelitian tentang reproduksi Elang Jawa. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah populasi Elang Jawa yang sampai dengan hari ini terus menurun supaya anak cucu kita ke depan dapat melihat Elang Jawa di masa depan.

BACA JUGA:  Anis Byarwati Angkat Bicara, Dorong Pemerintah Agar Menstimulus Daya Beli Masyarakat

Salah satu kegiatan kerja sama program konservasi ini adalah pembangunan kandang perkembangbiakan (breeding) Elang Jawa. Sebagai langkah awal dari kerja sama, maka TSI dan Hino Indonesia akan melakukan penandatanganan MoU dan melakukan acara peletakan simbolis batu pertama. Acara ini dilakukan di Taman Safari Indonesia Bogor, Cisarua pada tanggal 28 Maret 2019. Setelah jadi. kandang akan diisi oleh sepasang Elang Jawa dan proses pengembangbiakan Elang Jawa akan dimonitor dan dipelajari oleh peneliti ahli dari TSI dan universitas lokal. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat meningkatkan tingkat keberhasilan pengembangbiakan Elang Jawa di dalam penangkaran (exsitu).

Komentar

Berita lainnya