oleh

Pemkab Tangerang Gandeng Alfamart dan FOPKIA Luncurkan Gerai Kesehatan Ibu dan Anak

BANTEN – Pemerintah Kabupaten Tangerang, Alfamart, Forum Peduli dan Anak (FOPKIA) difasiltasi oleh USAID Jalin meresmikan Gerai Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) pada Sabtu, 2 Maret 2019 di lima titik di Tangerang. Inisiatif ini diharapkan dapat memudahkan Ibu dan anak untuk mendapatkan pendampingan dan pemantauan antenatal care (ANC).

Gerai KIA berupaya menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang dengan mempermudah akses konseling kesehatan untuk ibu dan bayi baru lahir di wilayah tersebut. Saat ini Gerai KIA berlokasi di toko Alfamart di Kecamatan Sukamulya, Kecamatan Mauk, Kecamatan Tigaraksa, Kecamatan Jayanti dan Kecamatan Mekarbaru.

“Melalui berbagai upaya dalam gerakan penyelamatan ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Tangerang, terdapat penurunan jumlah kematian ibu dan bayi, namun masih terdapat 44 kasus kematian ibu dan 247 kasus kematian bayi pada tahun 2018. Sehingga diperlukan kontribusi dari semua pihak untuk memperbaiki kesehatan ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Tangerang,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hj. dr. Desiriana Dinardianti, MARS.

BACA JUGA:  Awal Tahun, ACT Kembali Aktivasi Humanity Care Line

Gerai KIA diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang penggunaan buku KIA serta resiko kehamilan dan persalinan, pelaksanaan Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dan antenatal care sesuai standar berjalan optimal, adanya pendampingan ibu hamil resiko tinggi oleh MKIA dan meningkatnya pemahaman wanita usia subur tentang anemia dan kesehatan ibu-anak. Alfamart menyambut baik bentuk kerja sama ini karena memiliki nilai sosial bagi masyarakat.

“Sebagai toko komunitas, Alfamart tentu bangga bisa ikut bersinergi dalam program ini, terlebih karena bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar toko Alfamart,” ujar Budi Santoso, Regional Manager Corporate Communication Alfamart.

Ia juga menjelaskan bahwa keberadaan toko Alfamart bisa membantu masyarakat mendapatkan akses kesehatan. “Masyarakat yang kurang bisa menjangkau pusat layanan kesehatan bisa memanfaatkan gerai KIA ini yang tersedia setiap hari Sabtu dari jam 10:00 hingga 12:00,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Menperin Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,5 Persen Tahun 2021

Selain petugas kesehatan dari Puskesmas, Gerai KIA juga didukung oleh keberadaan motivator kesehatan ibu (MKIA) dan anak dari Forum Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (FOPKIA). “Dengan Gerai KIA ini akan sangat membantu menjaring lebih banyak Ibu hamil dan memperkuat pendampingan Ibu hamil yang selama ini telah dilakukan oleh MKIA. Kami dari FOPKIA sangat menyambut baik kerjasama ini. Kami berharap Gerai KIA ini bisa diperbanyak dan diperluas. FOPKIA siap menjadi mitra Dinas Kesehatan dan Alfamart dalam program ini,” kata Atif Muhammad selaku Ketua FOPKIA Kabupaten Tangerang. Untuk memperbaiki kesehatan ibu dan bayi baru lahir diperlukan kontribusi semua pihak dan Gerai KIA merupakan wujud kontribusi dari pemangku kepentingan yang terlibat.

Beth Elson, Acting Chief of Party USAID Jalin, mengatakan: “Kerjasama MoU ini hanyalah awal dari inovasi kemitraan antara sektor swasta dan sektor publik dalam menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia. Kami berterima kasih atas komitmen yang diberikan Pemerintah Indonesia, Alfamart, dan FOPKIA yang bersama-sama mewujudkan kemitraan ini.”

BACA JUGA:  Jokowi Tegaskan Kepada Seluruh Jajarannya untuk Mengawal Penyaluran Bansos

Jalin – dalam arti harfiahnya – merupakan program kesehatan ibu dan bayi baru lahir senilai 55 juta dollar untuk mengatasi faktor-faktor penyebab rendahnya kualitas kesehatan ibu dan bayi baru lahir yang kompleks dan saling berkaitan. Dengan membangun pendekatan berbasis data yang efektif, berkelanjutan secara finansial, dan dapat diperluas, serta menghubungkan pemangku kepentingan dari beragam sektor, Jalin ingin menjadi katalisator pergerakan yang berpengaruh, memimpin dan menjaga kesehatan para ibu dan bayi baru lahir di seluruh Indonesia.

USAID dan Kementerian Kesehatan memprioritaskan aktivitas Jalin di enam provinsi yaitu Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. USAID Jalin adalah satu contoh dari berbagai program USAID di Indonesia, yang menunjukkan besarnya kerjasama antara kedua negara tersebut.

 

Komentar

Berita lainnya