oleh

Mengenang Satu Tahun Peristiwa Great March Return

Oleh : Maudyna, Mahasiswi Fakultas Hukum UI.

Tepat kemarin dan setahun yang lalu yakni pada 30 Maret 2018 peristiwa ini terjadi. Peristiwa Great March Return adalah gerakan yang diikuti oleh Masyarakat Palestina yang menuntut agar pengungsi Palestina dan keturunannya diizinkan untuk kembali ke tanah mereka, memprotes pemblokiran Jalur Gaza (Perbatasan Gaza-Israel), dan pemindahan Kedutaan Besar Amerika di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Mengapa 30 Maret? Karena tanggal tersebut merupakan hari pertama peristiwa ini dilaksanakan. Namun tidak hanya berhenti disini, namun di tanggal lain juga diadakan tepatnya hari jumat yakni diantaranya Jumat tanggal 6 April, 13 April, 20 April, dan sebagainya. Terdapat pengerahan kekuatan mematikan oleh pihak Israel yang dikutuk Resolusi Majelis Umum PBB pada 13 Juni 2018 lalu. Gerakan ini kurang lebih dilakukan oleh 30.000 Penduduk Palestina yang berasal dari lima kamp tenda. Dalam peristiwa tersebut, beberapa pemuda mengabaikan instruksi inisiator. Mereka melempari batu dan bom molotov ke arah Israel. Akibat hal tersebut, Israel menyatakan bahwa zona perbatasan tersebut dengan Zona militer tertutup dan menembaki pemuda tersebut.

BACA JUGA:  'I Will Never Lose Hope', Surat dari Pengungsi Palestina

Gaza merupakan daerah kecil dengan total area 365 Km yang menjadi perbatasan di bagian timur dan utara dengan israel serta perbatasan bagian selatan dengan mesir serta bagian barat berbatasan dengan Laut Mediterania. Hampir 70% dari populasi disana telah terdaftar sebagai Pengungsi. Daerah ini yang menjadi perbatasan No-go zone atau Zona larangan untuk pergi sejak tahun 2005 oleh Israel sebagai reaksi dari penembakan roket dari Gaza yang mengarah pada kota-kota di Israel. Perbatasan ini ditandai adanya Pagar Perbatasan Gaza dan Israel dengan kawat berduri.

BACA JUGA:  Efektivitas Guru dan Siswa dalam Interaktif Pembelajaran Daring di Masa Pandemi

Tentu dengan peristiwa tersebut, menuai protes dari dunia internasional. Solidaritas pengunjuk rasa saat itu yang mengutuk perbuatan Israel tersebut, berkumpul di Tel Aviv, Washington DC, Boston, London.

Telah berjalan satu tahun dari hari pertama terjadinya peristiwa tersebut, Ribuan Warga Sipil Palestina memperingati hari tersebut yakni dengan berkumpul di dekat perbatasan Gaza-Israel. Untuk mengantisipasi warga sipil yang terlalu dekat dengan perbatasan, maka disana terdapat relawan yang mengenakan rompi terang yang bersiap menahan warga sipil agar tidak terlalu dekat dengan pagar perbatasan. Langkah preventif lainnya juga diadakan yakni adanya ambulans yang disediakan di depan klinik medis serta terdapat petugas keamanan Hamas dengan seragam militernya.

BACA JUGA:  Netizen Bukan Maha Benar Tapi Maha Sok Tahu

Dengan perjuangan Palestina ini, Indonesia sebagai Dewan Keamanan Tidak Tetap PBB 2019-2020 juga sedang mengupayakan kemerdekaan Palestina. Bantuan sosial pun juga mengalir dari ACT atau Aksi Cepat Tanggap Indonesia yakni salah satunya memberi bantuan berupa Pelayanan Medis, Distribusi air bersih, makanan siap santap di Dapur Umum Indonesia yang ada di Gaza.

Komentar

Berita lainnya