oleh

Huawei Luncurkan Solusi Optical Networking 2.0 untuk Era 5G

-Tekno-1.144 views

BARCELONA – Pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2019, Huawei resmi merilis solusi Optical Networking 2.0 (ON2.0). Solusi ini menghasilkan kecepatan baru sesuai hukum bandwidth Moore guna memaksimalkan kinerja serat optik, situs baru (situs yang disederhanakan) untuk mengurangi biaya, dan smart O&M terbaru yang dikembangkan menuju jejaring kendaraan swakemudi. Solusi ini secara berkelanjutan akan mengurangi biaya O&M dan mendorong inovasi layanan.

Di era 5G, kita melihat layanan 2C, 2B, dan 2H baru muncul tanpa henti, mendorong industri Teknologi Komunikasi (TK) ke tahap pengembangan baru serta menghadirkan tantangan yang lebih besar untuk jaringan penghubung: Di bidang 2C, peningkatan penggunaan data tidak sebanding dengan pendapatan operator; di bidang 2B, pangsa pasar operator terkikis oleh penyedia layanan cloud (CSP); di bidang 2H, pengalaman pengguna tidak cukup untuk mendukung pengembangan layanan dan jaringan yang rumit meningkatkan biaya O&M jaringan. Kebutuhan bandwidth harus terpenuhi. Namun, model pengembangan yang didorong bandwidth tidak dapat lagi mendukung pertumbuhan pendapatan operator. Model ini perlu diubah menjadi model pengembangan yang berbasis pada pengalaman pengguna.

Kevin Huang, CMO, Huawei Transmission & Access Network Product Line, mengatakan, “Kita perlu merampingkan akses optik dan jaringan penghubung optik untuk membangun jaringan infrastruktur optik end-to-end (E2E) yang berorientasi 5G. Hal ini akan membantu operator mengintegrasikan jaringan optik dengan biaya per-bit yang optimal dan kualitas layanan E2E yang terjamin demi menghadapi tantangan di era 5G.” Dengan latar belakang ini, Huawei merilis solusi ON2.0, yang memiliki tiga nilai inti sebagai berikut.

BACA JUGA:  WhatsApp Hadirkan Fitur Panggilan Tunggu di Android

Kecepatan Baru: Hukum bandwidth Moore akan mendorong inovasi teknologi E2E pada sektor akses, metro, dan jaringan backbone untuk terus meningkatkan bandwidth dan memaksimalkan kapasitas serat optik. Selain itu, Wi-Fi 6 digunakan untuk mempercepat akses internet rumahan (home access), Flex-PON2.0 meningkatkan GPON menjadi 10G PON, Super 200G untuk meningkatkan laju single-carrier, dan teknologi Super C Band untuk memaksimalkan potensi spektrum serat optik, menerapkan Hukum Moore dalam domain optik.

Situs Baru: Jaringan optik, termasuk akses, metro, dan jaringan backbone, akan disederhanakan dengan cara E2E, secara signifikan mengurangi kebutuhan ruang peralatan. Di sisi akses, akses terpadu dari berbagai jenis media akan diterapkan demi menyederhanakan situs akses. Di sisi metro, MS-OTN akan digunakan untuk menyediakan beberapa jenis layanan, menyederhanakan situs CO, merampingkan akses dan jaringan penghubung, dan mencapai koneksi one-hop. Di sisi backbone, lintaskoneksi berjenis all-optical akan digunakan untuk membangun jaringan backbone 3D-Mesh dan menyederhanakan koneksi serat, mencapai all-optical grooming.

BACA JUGA:  Mode Gelap WhatsApp Semakin Terlihat di Rilis Beta Terbaru

Smart O&M Baru: Sebuah digital twin akan dibangun di atas jaringan optik fisik dengan menggunakan teknologi AI, big data, dan cloud. Hal ini mengubah O&M dari pasif menjadi proaktif dan konfigurasi situs dari manual menjadi otomatis dan canggih, memfasilitasi evolusi menuju jaringan kendaraan swakemudi. Dalam berbagai skenario penggunaan, seperti broadband premium, private line premium, dan prediksi kesehatan jaringan, teknologi canggih akan dimanfaatkan untuk mengurangi biaya O&M dan memastikan pengalaman layanan yang optimal.

Dengan solusi ON2.0, Huawei dapat membantu operator mencapai “jaringan optik sebagai layanan” dan mengubah jaringan penghubung dari yang sebelumnya berpusat pada koneksi menjadi berpusat pada pengalaman, memperbesar peluang kesuksesan bisnis operator.

BACA JUGA:  Instagram Akhirnya Tetapkan Batas Usia Pengguna

Saat ini, Huawei telah berinovasi secara kolaboratif dalam ON2.0 dengan operator di seluruh dunia guna mendukung pertumbuhan bisnis mereka. Huawei telah bekerja sama dengan China Mobile untuk mengembangkan solusi live broadcast video premium OTN 4K demi memberikan pengalaman video yang istimewa dengan membangun saluran non-blocking dan zero-packet-loss. Huawei telah berkolaborasi dengan Fastweb di Italia untuk merintis pengembangan solusi private line premium, memangkas waktu penyediaan layanan dari hitungan bulan ke minggu dengan tingkat ketersediaan sebesar 99,999% Huawei juga telah bekerja sama dengan operator Eropa lainnya untuk mempercepat inovasi dalam solusi broadband premium, yang mendukung topology inference jaringan akses E2E dan fault demarcation yang akurat, mengurangi kunjungan onsite hingga 30%.

Kevin Huang berkata, “Industri jaringan optik global sedang mengalami titik balik peralihan generasi yang besar. Huawei akan bekerja sama dengan mitra hulu dan hilir dalam membangun jaringan optik generasi berikutnya yang berorientasi 5G dan menyambut dunia yang sepenuhnya terhubung dan canggih.”

Komentar

Berita lainnya