oleh

Hedonisme? Katakan No!

-Oase-1.561 views

Oleh: Meldawati, Mahasiswi di Depok

Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang-orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan, kesenangan dan kenikmatan sebanyak mungkin agar dapat mencapai tujuan hidupnya.

Yah, sebenarnya nih guys, sah-sah aja sih orang mendefinisikan kebahagaian dengan pandangan sendiri. Saat ini banyak orang, terlebih para remaja yang tanpa sadari juga punya pemahaman ini. What…masa sih? Iya bener guys coba kita teliti lebih dalam ya, apakah kita termasuk yang punya pemahamahan ini? Mudah-mudahan enggak ya, he…he…he…

Paham hedon ini mengutamakan kesenangan pribadi, mereka tidak peduli terhadap perasaan atau kesenangan orang lain. Sehingga dapat disebut paham ini hanya mementingkan hawa nafsu saja, untuk menggapainya mereka sampai menghalalkan segala cara. Maka, hedonisme? Katakan no.

Banyak para remaja saat ini enggak tahu tujuan hidupnya, sampai-sampai ia juga ikut-ikutan dengan berbagai pemahaman yang bukan dari Islam. Mereka akhirnya jadi sosok yang hanya mementingkan diri sendiri, ogah mikir nasib orang lain. Padahal kita itu harus membandingkan kehidupan kita dengan orang yang ada di bawah kita biar banyak bersyukur, bukan membandingkan kehidupan orang yang ada di atas kita.

Yah jatuhnya enggak bersyukur-syukur. Makanya sampe ada ungkapan “Yang Penting gue bahagia”, hingga enggak mikir risikonya dosa apa enggak yang penting bahagia. Heellow buang jauh-jauh ya ungkapan kayak gini.

Berbeda dengan Islam yang memaknai kebahagiaan tidak terletak pada apa yang kita miliki, akan tetapi bagaimana kemampuan kita memanfaatkannya dengan baik dan tepat. Kebahagiaan juga tidak terletak pada apa yang kita inginkan, tetapi pada manfaat yang bisa kita dapatkan dari kebahagiaan tersebut.

Sebagai seorang manusia yang memiliki fitrah, sangat wajar sekali ingin menggapai kebahagiaan. Untuk menggapai kebahagian tersebut kita tidak bisa sembarangan memenuhinya, tapi harus sesuai dengan hukum syariat. Ingat ya harus bisa dibedain antara kebutuhan dan keinginan dan tidak merugikan orang lain.

Tujuan hidup kita adalah menggapai ridha Allah, di dalam menggapai tujuan kita itu pasti ada yang namanya ujian. Nah itu sebenarnya tanda Allah masih sayang sama kita, ujian yang dikasih juga macem-macem, ada sedih, bahagia itu emang sudah hukum alam, karena makna kebahagiaan adalah kondisi saat jiwa terdapat perasaan tenang, damai, ridha terhadap diri sendiri dan puas terhadap ketetapan Allah.

Tapi makna kebahagian yang sebenarnya adalah kebahagian yang didapat dan dinikmati di akhirat kelak, yaitu di syurga yang langsung dirasakan dan kenikmatannya yang tiada putus. Sebenar apapun kebahagian yang kita dapatkan di dunia tidak lebih seperti air menetes dari ujung jari. Dibanding kebahagian di akhirat yang luasnya seperti air seluas samudera.

Jadi, yang menentukan kebahagian itu bukan apa yang didapat di dunia saja, banyak yang hidup bahagia di dunia tapi menderita di akhiratnya. Jadi kamu mau pilih yang mana?

Seorang Muslim seharusnya ada aktivitas berpikir di dalam diri, maksudnya berpikir terkait dengan pemahaman-pemahan yang ada disekitarnya, setiap hal yang ingin kita lakukan harus dilihat lagi apa hukumnya, biar kita enggak terjebak kepada hal yang justru menjauhkan kita pada hukum Allah.

Caranya terus menuntut ilmu karena itu adalah kewajiban, biar kita mampu menentukan mana yang benar atau yang batil, oke guys siap jadi hamba bahagia yang menerima Ketetapan-Nya. Insya Allah siap ya, semangat.[]

Komentar

Berita lainnya