oleh

Broken Home? Katakan Tidak!!

-Opini-819 views

Oleh: Syahra Amaniy Shofa, Pelajar kelas 8 SMPN Depok.

“Rumahku istanaku” merupakan ungkapan yang menyatakan rumah adalah senyaman-nyamannya tempat tinggal bagi kita. Namun, bagaimana jika di dalam rumah sering terjadi pertengkaran antara kedua orang, ungkapan kasih sayang hanya berupa materi dan hubungan adik kakak yang doyan mengumbar emosi? Maka, ungkapan ‘rumahku istanaku’ berubah deh menjadi ‘rumahku nerakaku’ hii… Serem!!

Hal ini biasanya dirasakan oleh anak broken home. Broken home di sini ialah anak yang tidak betah di rumah bikin pengen cepet-cepet kabur dari rumah. Secara fisik, masih terlihat rapi namun psikisnya cacat, kurang perhatian dan kasih sayang.

Nah anak broken home biasanya sukanya keluyuran asalkan jangan di rumah deh! Bikin bete, jadi deh hanyut mengikuti arus sungai. Mending kalau dihanyutkan ke tempat yang ngajak buat kebaikan tapi kalau malah hanyut ke tempat maksiat? Gawat nih. Karena psikis anak broken home yang lemah gampang banget nih buat ikut dalam kegiatan maksiat. Mulai dari suka membuli orang lain, pergaulan bebas, icip-icip narkoba, sampai minum minuman keras dan lainnya.

BACA JUGA:  Berkenalan dengan Akuntansi Ternyata Menyenangkan

Seperti yang dialami oleh Titus Wahyu Ferbiyanto, 16 tahun, warga Kedurus VIII Surabaya, Jawa Timur. Ia menumpahkan kekesalannya dengan mencuri. Sudah tiga kali Titus keluar masuk tahanan, tiga kali mencuri di wilayah Karang Pilang dan sekali di wilayah Wiyung. Meski begitu, ia masih tampak tak bosan masuk penjara. Dari hasil penyelidikan, Titus termasuk anak broken home, kedua orang tuanya bercerai ketika dia masih kecil.

BACA JUGA:  Bangkit dari Kegagalan

Duh, ngeri banget ya guys? Ini adalah bukti bahwa keluarga memang merupakan faktor penting bagi anak-anak. Keluarga broken home sangat mungkin terjadi di kehidupan sekuler seperti sekarang ini. Broken home bisa menimpa siapa saja. Jika ada di antara kita ada yang mengalaminya, ingat! Ini adalah cobaan dari Allah SWT, kita harus bisa hadapi masalah dan cari solusinya.

Maka, solusinya adalah: Pertama, temukan teman sejati. Teman sejati yang selalu mengingatkan kita agar terus berada di jalan Allah SWT. Kita bisa lakukan banyak kegiatan positif bersama dia. Mulai dari mengaji bersama dan mungkin bisa menjadi wadah curhat kita serta kita perluas pengetahuan tentang Islam bersama teman.

BACA JUGA:  Berkenalan dengan Akuntansi Ternyata Menyenangkan

Kedua, ingat Allah. Biasanya anak broken home sedih dan terkadang stres mengenai keluarga mereka. Saking stresnya, ada yang sampai melakukan self-harm (menyakiti diri sendiri) dan bunuh diri. Tapi ingat! Kita punya Allah SWT yang selalu bersama kita. Dengan mengingat dan berdoa kepada Allah SWT, hari kita bisa menjadi tenang dan kita bisa menemukan solusi agar keluarga kita bisa kembali harmonis.[]

Komentar

Berita lainnya