Bangun Asa Anak-anak Lombok, Dompet Dhuafa Resmikan Sekolah Permanen Pertama

LOMBOK UTARA, NTB – Hampir setahun sudah berlalu gempa yang mengguncang wilayah Lombok dan sekitarnya, ribuan bangunan rata dengan tanah tidak hanya rumah, fasilitas umum seperti sekolah pun terkena imbasnya. Ratusan murid pun mengalami kesulitan dalam menempuh pendidikan. Salah satunya Adi, siswa kelas 12 Sekolah Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah, tidak pernah mengira bahwa perjalanan pendidikannya akan mengalami guncangan peristiwa dampak Gempa Lombok yang terjadi pada Juli – Agustus 2018 lalu. Dusun Gol, Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. (Rabu, 13/03)

“Tidak jauh dari sekolah, rumah ku juga rata karena gempa itu. Sekolah ini juga, padahal setahun lagi kelulusan. Selain rusak, kami semua juga khawatir bangunan sekolah yang tersisa akan rubuh jika masih digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar. Kami tidak semangat dan sedih waktu itu”, ujar Adi.

Setelah tiga bulan, Sekolah Darurat tersebut diganti dengan bangunan baru yang lebih layak dan permanen. Akhirnya, Senin, 11/3, bangunan baru Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah diresmikan oleh Gubernur NTB, bersama Dompet Dhuafa dan para donatur. Bangunan ini segera digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar. Kini Tarbiyatul Islamiyah memiliki sebuah aula, rumah santri, masjid yang lebih besar, bangunan kelas baru dengan desain ramah gempa dan tradisional.

Semua mata berkaca-kaca baik masyarakat maupun para siswa yang menempati bangunan tersebut. Rasa bersyukur dapat kembali mengikuti kegiatan belajar dengan rasa nyaman dan aman serta motivasi lebih dalam menggapai cita-cita. “Sekarang bagus dan nyaman, kami ada di lantai atas, hehe.. Kami ingin sekali semua semangat belajar di sekolah baru ini, biar bisa jadi Presiden,” tutup Adi.

Dalam sambutannya, Hambali, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah, mengungkapkan rasa syukur dan mengingat bahwa sebelumnya sekolah tersebut hanya pesantren yang apa adanya. Kemudian datang gempa yang dahsyat, terjadi guncangan semalam suntuk. Mereka semua panik menyelamatkan diri hingga ke gunung.

“Setelah itu ternyata ada malaikat yang mengirimkan orang-orang baik melalui Dompet Dhuafa untuk Lombok, tidak pernah kami bayangkan. Kini Tarbiyatul Islamiyah memiliki sebuah aula, masjid besar, dengan bangunan kelas baru. Kebahagiaan kami hari ini adalah bentuk terima kasih dari masyarakat Medana khususnya untuk para donatur,” tutur Hambali.

Direktur Program Dompet Dhuafa, Bambang Suherman, dalam sambutannya meyakinkan bahwa Dompet Dhuafa masih tetap gerilya untuk pemulihan pasca bencana yang terjadi di Lombok bulan Juli hingga Agustus 2018 lalu. Diakuinya bantuan ini juga bentuk mandat dari para donatur melalui Dompet Dhuafa untuk menyampaikan dan terkelola agar bertambah luas manfaatnya.

“Belum selesai Dompet Dhuafa untuk Lombok terutama pada tahap recovery ini juga dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. Selain bidang pendidikan disini, pun terdapat klinik kesehatan gratis berupa kapal cepat di pesisir demikian pula program ekonomi pemberdayaan lainnya”, gagas Bambang Suherman.

“Saya tidak berpikir dua kali ketika Dompet Dhuafa melalui Bapak Ismail A. Said sebagai Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika yang hadir ke lokasi kami pasca gempa dan menawarkan untuk bangun kembali sekolah kami dengan kayu besi kelas satu di Lombok. Alhamdulillah, terima kasih”, tutup Hambali.

Rangkaian peresmian dimeriahkan dengan penampilan kesenian dari siswa-siswi Tarbiyatul Islamiyah, bacaan ayat suci Al-Qur’an, dan diresmikan dengan penandatanganan pihak Dompet Dhuafa, Tarbiyatul Islamiyah, juga Gubernur NTB, dan pembukaan tirai gambar bangunan baru.

Komentar

Berita lainnya