Berwirausaha Sekaligus Mempererat Silaturahim Alumni Pesantren Daarussalaam Depok

Mindset pendidikan sebagai penyandang calon pemilik pekerjaan, sudah mulai berubah menjadi para pencetus lapangan pekerjaan. Hal ini sependapat dengan alumni pondok pesantren Daarussalaam yang memanfaatkan moment ini untuk memulai usaha sejak dini. Mereka membuka usaha untuk meminimalisir perilaku konsumtif anak muda. Mereka mengaku dengan pengaruh globalisasi segala pangan dan kebutuhan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk membelinya.

Saat sedang bersantai kurang lengkap rasanya jika tanpa ada camilan. Kalau kita lihat, camilan yang digemari oleh sebagian orang adalah keripik kentang, apalagi dengan rasa gurih dan renyahnya..nyam.. kriuk..kriuk.. belum lagi jika ada rasa pedasnya serasa tidak henti-hentinya goyang lidah. Cemilan ini seperti menu wajib sebagian orang. Namun bagi Aldiansyah dan kawan-kawan Alumni Pondok Pesantren Daarussalaam Depok yang membuka usaha makanan ringan. Usaha makanan baru, yang bertempat di Jl. Kp Banjaran Pucung, No 59 Rt 03 Rw 14 Cilangkap, Tapos, Depok, Jawa Barat.

Berawal dari seringnya kumpul silaturahmi bareng temen seangkatan. Pas tanggal 12 November tuh kepikiran buat ngebahas hal yang bisa jadi manfaat gitu. Jadi angkatan kita bukan cuman kumpul aja. Akhirnya kepikiran, mending kita bisnis aja. Bisnis yang dibuat juga lewat diskusi dan masukan dari teman-teman dulu. Akhirnya, pas diskusi kita nemu yang pas. Kita buka usaha Bedaz (bencok landaz). Bedaz itu asalnya diambil dari bahasa di pondok. Asalnya dari bahasa Betawi yaitu kentang yang di goreng kecil-kecil terus dikasih bumbu penyedap rasa,” kata Aldiansyah, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor.

BACA JUGA:  Peringatan Hari Anak Nasional, Depok Adakan 'Gelar Ekspresi Anak Spesial'

Bedaz kepanjangan dari bencok landaz yang dibuat oleh sekumpulan jebolan alumni Pondok Pesantren Dasrussalaam Depok ini tergolong unik, rahasianya berupa aneka rasa yang menendang. dengan berbagai variasi rasa pilihan barbeque, balado, sapi panggang, keju manis, keju asin dan original. Bahkan dari aneka rasa itu ada levelnya. Waktu berjalan, produk pertama Bedaz mendapat respon luar biasa dari pelanggan. Hingga mereka kewalahan menerima pesanan. Sempat terbersit dalam hati untuk mengembangkan lebih jauh, tapi aldi dan kawan kawan masih menikmati kondisi saat ini.

BACA JUGA:  Perbaikan Jembatan Mampang, Buka Tutup Jalan Diberlakukan

“Bedaz memotivasi kami untuk menghasilkan penghasilan sendiri. Buat kami yang konsumtif. kami bisa manfaatin uang yang dikasih orang tua buat usaha.”, Ujar Ade Ridwan dan Syarif lagi. “Harapan kami dengan adanya Bedaz ini bisa memberikan solusi cemilan yang lezat, bergizi dan berkualitas bagi para konsumen seperti moto produk kami ‘Lezat, Bergizi, dan Berkualitas’. Bukan hanya itu, kami juga berharap Bedaz bisa menjadi cemilan yang di minati oleh banyak kalangan dari berbagai usia ,“ pungkasnya.

BACA JUGA:  Sandiaga Uno Berbagi Rahasia Sukses Berbisnis di Kampus UI

Pemesanan Bedaz bencok landaz ini biasa melalui instagram : @bedaz_19

Komentar

Berita lainnya