oleh

Ade Ridwan Sukses Tekuni Kaligrafi “Scratch Art Paper”

-Inspirasi-1.288 views

Di Indonesia, kaligrafi merupakan bentuk seni budaya Islam yang pertama kali ditemukan, bahkan ia menandai masuknya Islam di Indonesia. Ungkapan rasa ini bukan tanpa alasan karena berdasarkan hasil penelitian tentang data arkeologi kaligrafi Islam yang dilakukan oleh Prof. Dr. Hasan Muarif Ambary, kaligrafi gaya Kufi telah berkembang pada abad ke-11, datanya ditemukan pada batu nisan makam Fatimah binti Maimun di Gresik (wafat 495 H/1082 M) dan beberapa makam lainnya dari abad-abad ke-15.

Bahkan diakui pula sejak kedatangannya ke Asia Tenggara dan Nusantara, disamping dipakai untuk penulisan batu nisan pada makam-makam, huruf Arab tersebut (baca: kaligrafi) memang juga banyak dipakai untuk tulisan-tulisan materi pelajaran, catatan pribadi, undang-undang, naskah perjanjian resmi dalam bahasa setempat, dalam mata uang logam, stempel, kepala surat, dan sebagainya. Huruf Arab yang dipakai dalam bahasa setempat tersebut diistilahkan dengan huruf Arab Melayu, Arab Jawa atau Arab Pegon.

Kreativitas dalam seni kaligrafi sukses menghantarkan Ade Ridwan Arifin pemuda kelahiran asal garut 10 november 1997 menjadi pengusaha kaligrafi kertas pelangi (scratch art paper) Pria yang akrab disapa ade ini mulai menekuni kerajinan seni kaligrafi kertas pelangi sejak tahun 2017, Ade sudah memiliki keahlian melukis sejak masih duduk belajar di pesantren kelas IX. Tak lama setelah lulus pesantren ia lanjutkan studinya di pesantren kaligrafi lemka selama satu tahun, ia pun langsung menekuni seni kaligrafi kertas pelangi Bagi ade melukis kaligrafi bukanlah pekerjaan mudah.

BACA JUGA:  Berawal Suka Kuliner, Dr. Erlang Setiawan Miliki Resto dan Kafe Istana Jamur

Kreativitasnya ini muncul lantaran ingin mencoba sesuatu yang baru dalam seni kaligrafi. “Awalnya saya tertantang menciptakan sesuatu yang berbeda yang tidak pernah ada sebelumnya,” kata ade yang tinggal di depok ini. Atas karyanya ini, ia menyebutnya “scratch art paper” Meskipun begitu, ade mengaku bukanlah orang pertama yang membuat kaligrafi kertas pelangia ade menghasilkan kaligrafi pelangi dengan cara menggores kertas pelangi tersebut.

BACA JUGA:  Berawal Suka Kuliner, Dr. Erlang Setiawan Miliki Resto dan Kafe Istana Jamur

Untuk satu seni kaligrafi kertas pelangi ia bisa menghabiskan waktu 3 jam. Kendala utamanya adalah mencari ide lukisan. “Kalau sudah ada ide mau melukis apa, memang tidak terlalu sulit lagi,” ujarnya. Dalam sebulan, ia bisa memproduksi 10 sampai 15 karya seni kaligrafi berukuran besar. Hingga kini, ia sudah menghasilkan lebih dari ratusan karya lukisan kaligrafi yang dibanderol mulai Rp. 80.000 – Rp 4 juta. Dalam sebulan ia bisa mengantongi Rp 5 juta dari karya seni yang dijualnya. Dalam menekuni usaha ini, ade menjadikan rumahnya di banjaran pucung cilangkap tapos depok sebagai galeri mini yang diberi nama Al-garuty Art.

BACA JUGA:  Berawal Suka Kuliner, Dr. Erlang Setiawan Miliki Resto dan Kafe Istana Jamur

Ia berencana cita cita kedepannya punya galeri besar sekaligus workshop sendiri di kota besar Ia ingin membuka gerai di kota besar karena banyak pelanggannya berasal dari wilayah kota besar, pemesanan karya kaligrafi ade biasa melalui online via instagram @algaruty_gondrong. (Amir Seto Aji)

Komentar

Berita lainnya