oleh

Menjadi Enterpreneur Muda Berkarakter

-Opini-689 views

Menjadi kaya itu penting, namun yang lebih penting adalah menjadi berkah bagi orang lain. Jika kita memiliki kekayaan yang lebih, agar kekayaan itu bisa menjadi berkah, maka berikut ini ada beberapa langkah-langkah Syafii Efendi yang dapat memotivasi kita dalam membuat kekayaan kita menjadi berkah dan bertransformasi secara keuangan.

Dekatkan diri dahulu dengan yang “Maha Kaya”

Sebelum mulai bertarung menjadi pemenang dalam bisnis, atau merubah keuangan anda. Coba laporan dulu kepada yang punya segalanya,Ya, Allah azza wa jalla. Semakin anda takwa, maka tuhan akan mengangkat derajat dan rezeki kita. karena orang-orang yang dekat dengan Tuhan akan ditolong langsung dan ditinggikan kemuliaan hidupnya. Hindari atau kurangi dosa-dosa yang mungkin selama ini menghambat rezeki kita.

Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Sekali lagi berhentilah hidup “tampak kaya” menjadi “kaya sungguhan”. Artinya kita harus benar-benar mengetahui mengetahui apa itu kebutuhan dan apa itu keinginan. Kebutuhan akan memberikan kita efektifitas terhadap fungsi uang yang kita miliki. Sedangkan keinginan akan mengarahkan kita kedalam gaya hidup sosialita yang pulsa dan koutanya pun masih minta sama temannya. Intinya adalah kebutuhan primer manusia. Sedangkan keinginan adalah kebutuhan tersier manusia. Artinya keinginan ini jika tidak dibutuhkan masih bisa ditunda. Jadi, apakah kita tidak boleh membeli barang-barang mewah? Boleh saja, asal investasi pasif kita sudah sangat besar dan tidak mengganggu cashflow atau keuangan kita saat ini. Tapi saran beliau (Syafii Efendi), “hidup sederhana saja sudah cukup kok, yang penting hatinya penuh syukur”. Ketegasan beliau menyarankan kepada kita untuk fokus hanya kepada hal yang dibutuhkan saja dan itu akan membuat kita semakin kaya dan akumulasi uang kita bisa diarahkan ketempat-tempat yang positif dan mengandung pertumbuhan nilai dan jumlah.

Miliki Beberapa Rekening

Bagi Syafii, keputusan untuk mengeluarkan uang berasal dari emosi yang meledak-ledak akibat penawaran yang menakjubkan. Untuk itu cara mengatasi emosi ini kita harus memberi “jedah waktu” bagi diri kita untuk bisa berfikir jernih dalam mengambil keputusan. Ketika uang yang kita miliki dipecah kedalam beberapa rekening dan yang memiliki ATM hanya satu dan sisanya tanpa ATM. Artinya untuk mencairkan uang kita harus ke Teller Bank terlebih dahulu. Dan proses itu akan membuat kita menjadi sadar dan tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk mengeluarkan uang yang kita punya. Milikilah beberapa rekening di Bank yang berbeda, ingat bahwa emosi akan diredam dengan logika, dan logika butuh waktu untuk merenung dan menimbang apakah hal ini perlu, apakah hal ini yang dibutuhkan atau hanya sebuah keinginan saja. Lakukan ini kemudian lihat apa yang akan terjadi.

Miliki Lingkungan Terbaik, Hindari Lingkungan yang Boros

Dalam seminar-seminar beliau diseluruh Indonesia, beliau selalu berkata bahwa “Teman adalah nasib, jika ingin mengganti nasib, maka anda harus berani mengganti teman”. Maksudnya adalah lingkungan sekitar kita akan mempengaruhi siapa diri kita dan semua kebiasaan kita. Memilih teman yang baik adalah hal wajib yang kita harus lakukan jika ingin memiliki mental kaya yang baik tidak boros dan hemat. Ayo mulai tinggalkan lingkungan yang terlihat “keren” tapi bermental manja dan lemah. Carilah lingkungan yang terbaik, sholeh/sholeha, efektif dan tidak mengajarkan kita hal-hal negatif seperti boros. Berani mengatakan “tidak” kepada teman yang mengajak kita ke hal-hal yang negatif seperti mendekati Narkoba. Jika itu kita terapkan, maka kita akan menjadi “pemimpin besar” dimasa depan.

Milikilah Skala Prioritas

Pilihlah hal-hal yang penting dan tinggalkan hal-hal yang tidak penting. Buat catatan kecil dan tulis hal-hal yang harus dibiayai dan hal-hal yang tidak perlu. Dengan skala prioritas kita jadi mengerti mana yang harus didahulukan dan mana yang bisa ditunda serta mana yang harus dilawan atau ditinggalkan.

Sukailah hal-hal Detail !

Strategi ini sedikit unik. Karena bagi orang-orang yang tidak suka dengan angka-angka, hitung-hitungan, ini adalah hal yang menyakitkan bagi mereka. Tapi ingat, jika kita ingin memperbaiki keuangan kita, maka mulailah memperhatikan hal-hal kecil. Lihat dan simpan struk parkir, check dengan benar label harga diproduk yang ingin kita beli. Mulailah berhitung, apa untungnya hal ini untuk anda. Bisakah ditawar lebih murah lagi, bisakah harganya diturunkan lagi. Jangan sepele dengan hal-hal kecil, seperti kembalian pada saat membeli sesuatu. Perhatikan baik-baik tanpa menjadi seorang yang “pelit”. Perhatian dengan hal-hal detail akan membuat kita semakin fokus kepada hal-hal yang dibutuhkan saja. “Sesuatu yang bisa diukur, akan mudah untuk diatur”. (Syafii Efendi)

Uang Bisnis dan Uang Pribadi tidak boleh Campur

Banyak pengusaha yang bingung dengan bisnisnya. Padahal bisnisnya jalan, tapi uangnya tidak terlihat. Setelah di cek, ternyata masalahnya adalah menggabungkan uang pribadi dan uang bisnis. Ini tidak boleh terjadi pada seorang pengusaha, kita harus berani dengan tegas memisahkan mana rekening bisnis dan mana rekening operasional pribadi.

Sedekah !

Rata-rata dari mereka pengusaha yang dermawan, lebih banyak menghabiskan uang untuk membantu orang lain, akibatnya Tuhan siapkan uang untuk mereka. Begitulah kekuatan dari sedekah. (Lisa)

Referensi:
Syafii Efendi. 2018. Manage Your Money “Bagaimana Mengatur Uang untuk Sukses di Usia Muda”. Kota Tangerang. Penerbit Tim Penerbit Syafii Efendi.

Komentar

Berita lainnya