oleh

Ketika Allah Terasa Jauh

-Oase-692 views
Ilustrasi. (Istimewa)

Ada kalanya Allah itu terasa jauh dengan kita, baik itu ketika kita merasa dalam kehidupan yang kita jalani ini penuh dengan berbagai macam lika-liku kehidupan disetiap waktunya, kita bahkan merasa pesimis setiap apa yang kita lakukan, kita merasa kenapa kehidupan ku harus seperti ini, apakah Allah tidak bersamaku di setiap aktivitasku.

Dalam hidup ini ada kalanya kita merasa sendiri padahal kita sedang berada di keramaian banyak orang, padahal kita selalu bertemu dengan orang-orang setiap harinya, apa yang terjadi dengan diri kita, sehingga kita merasa seperti itu, merasa bahwa Allah itu jauh dengan kita, pasti kita sedih bahkan selalu bepikiran buruk (Suudzon) terhadap Allah bahkan terhadap diri kita sendiri, pasti kita bertaanya-tanya.

Hidup ini penuh dengan tipu daya setan, hidup ini hanya senda gurai belaka, mungkin kita tidak merasa bahwa sesuatu sedang terjadi pada diri kita, kita terlalu sibuk dengan urusan dunia, urusan kita masing-masing sehingga membuat kita semakin lalai terhadap perintah Allah tanpa kita sadari dan akhirnya kita terlena dengan semua itu, lalu siapa yang terasa jauh Allah atau kita sendiri yang menjauhi-NYA.

Ibnul Qayyim Berkata “ Sesungguhnya di dalam hati terdapat ruang kosong dan kekurangan yang tidak dapat diisi oleh suatupun kecuali Allah, terdapat sesuatu yang kusut yang tidak dapat diurai kecuali dengan pendekatan diri kepada Allah, terdapat penyakit yang tidak dapat disembuhkan selain dengan sikap ikhlas dan beribadah hanya kepada-nya, tidaklah seseorang hamba di hukum dengan sesuatu yang lebih berat dari kekerasan hati dan keterjauhan dari Allah.”

Coba kita merenung dan bermuhasabah terhadap diri kita terhadap apa yang telah kita lakukan dalam kehidupan kita, apakah keiamanan kita semakin bertambah atau malah sebaliknya, prilaku kita terhadap manusia seperti apa, ibadah kita terhadap Allah sudah sejauh mana dan sedekat apa diri kita terhadap Allah. Allah Swt Berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (Adzab) Rabb mereka, dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Rabb mereka, dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Rabb merka (sesuatu apapun), dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka beriakan, dengan hati yang takut (karena Mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali pada Rabb mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (Qs Al-Mu’minun 57-61)

Orang yang senantiasa menghadirkan Allah Azza wa Jalla dalam dirinya, mengintropeksi diri dan menekan nafsu agar melaksanakan amalan-amalan yang bisa mendekatkan diri kepada allah azza wa jalla dan menghindari dosa maka hatinya akan baik serta baik pula hasil akhirnya (Khusnul Khotimah).

Jangan pernah kita merasa bahwa Allah menjauhi kita, Allah sedang menguji kita bahwa Allah sangat sayang kepada kita dan dia ingin kita kembali ke jalannya, sesungguhnya kitalah yang menjauhi Allah, bukan Allah yang menjauhi kita, makanya Allah begitu terasa jauh dengan kita karena kita lalai akan perintahnya dan sibuk dengan dunia kita masing-masing,jangan terlalu fokus terhadap manajmen dan perencanaan fokuslah terhadap hak-hak Allah maka Allah akan memenuhi segala hak-hak kita. (Mukhlas Ali Fauzy)

Komentar

Berita lainnya