oleh

6 Jenis Depresi yang Tak Disadari dan Gejalanya

-Berita-753 views

Sering merasakan kegelisahan yang tidak berkesudahan? Atau merasakan kesedihan dan kecemasan yang berlarut-larut? Mungkin beberapa orang selalu beranggapan hal tersebut hanyalah sebuah kondisi dimana tubuh memerlukan istirahat setelah melakukan banyak aktivititas sehingga menimbulkan banyak pikiran yang merujuk pada kegelisahan diri sendiri.

Namun jangan salah! Hal-hal tersebut bisa jadi pertanda jika anda mengalami gangguan depresi pada diri anda. Ada banyak jenis depresi yang jarang diketahui oleh masyarakat atau mungkin gejala sudah timbul malah dibiarkan saja, disepelekan. Tidak jarang orang-orang yang menganggap kesehatan mental merupakan hal yang sepele, sehingga jarang pula orang-orang yang mengkonsultasikan dirinya ke dokter untuk memeriksa kesehatan mentalnya.

Menurut “The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders”, ada dua kategori utama depresi, yaitu gangguan depresi mayor dan dysthymia, serta pengelompokan lainnya yang merupakan jenis depresi yang jarang terjadi dikalangan umum.

Berikut ini merupakan jenis depresi dan gejala-gejalanya yang jarang disadari oleh masyarakat umum. Seperti yang dilansir oleh Healthline.com :

Depresi Mayor

Seseorang yang mengalami depresi mayor kerap kali selalu merasa sedih disetiap waktunya, memiliki tatapan yang serta pikiran yang kosong dan mengalami keputusasaan yang mana terjadi minimalnya dalam kurun waktu 2 minggu.

BACA JUGA:  5 Manfaat Istimewa Dari Mengkonsumsi Buah Nanas

Depresi Mayor dapat dikualifikasikan kedalam jenis depresi yang serius, dikarenakan dapat mempengaruhi kesehatan orang-orang yang menderita depresi jenis mayor tersebut.

Gejala-gejala seseorang yang terindikasi Depresi Mayor, diantaranya:

  • Tidak menikmati kegiatan yang biasanya disukai oleh seseorang yang mengalami Depresi Mayor
  • Sulit untuk makan
  • Sulit untuk tidur
  • Sulit untuk bekerja
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sulit untuk berinteraksi dengan orang lain

Seseorang yang mengalami Depresi Mayor dapat diatasi dengan mengkonsumsi obat anti depresan atau terapi bicara.

Depresi Dysthymia

Depresi Dysthymia merupakan jenis gangguan depresi yang memiliki gejala lebih sedikit dari pada gangguan Depresi Mayor. Namun, dapat terjadi dengan intensitas waktu yang lebih lama dibandingkan dengan gangguan Depresi Mayor

Seseorang yang mengalami Depresi Dysthymia ini biasanya memiliki perasaan depresi yang sering kali terjadi dalam hidup seseorang, setidaknya terjadi selama 2 tahun.

Gejala-gejala seseorang mengalami Depresi Dysthymia:

  • Tingkat percaya diri yang rendah
  • Keputusasaan
  • Konsentrasi yang terganggu
  • Hilangnya nafsu makan
  • Makan berlebihan
  • Insomnia
  • Tidur berlebihan
  • Keraguan berlebihan
BACA JUGA:  5 Manfaat Istimewa Dari Mengkonsumsi Buah Nanas

Seseorang yang mengalami Depresi Dysthymia dapat diatasi dengan terapi bicara serta psikoterapi.

Depresi Atipikal

Seseorang yang mengalami Depresi Atipikal sering kali mengalami reaktivitas suasana hati. Reaktivitas suasana hati merupakan kondisi dimana seseorang yang mengalami Depresi jenis ini memiliki suasana hati yang lumayan cepat berubah.

Beberapa Ahli kesehatan Mental menyatakan jenis depresi atipikal merupakan bentuk junior dari gangguan bipolar atau yang biasa dikenal dengan “cyclothymia”.

Depresi jenis ini sering muncul disaat usia pra-remaja hingga berlanjut hingga dewasa

Gejala-gejala seseorang mengalami Depresi Atipikal:

  • Kenaikan berat badan yang signifikan
  • Peningkatan nafsu makan
  • Tidur berlebihan
  • Rasa berat di lengan atau kaki
  • Kepekaan terhadap penolakan

Depresi Post Partum

Depresi Post Partum biasanya sering terjadi pada ibu hamil atau ibu-ibu pasca 1 bulan melahirkan. Diperkirakan tiga hingga enam persen wanita mengalami Depresi Post Partum selama kehamilan atau pasca melahirkan.

BACA JUGA:  5 Manfaat Istimewa Dari Mengkonsumsi Buah Nanas

Penelitian baru menunjukkan sekitar kurang lebih 50% Depresi Post Partum terjadi pada wanita sebelum melahirkan.

Gejala-gejala yang terjadi pada seseorang yang mengalami Depresi Post Partum:

  • Serangan panik yang berlebihan
  • Kecemasan yang berlebih
  • Kehilangan nafsu makan
  • Susah tidur
  • Merasa tidak berharga
  • Gelisah
  • Paranoid
  • Dapat memiliki fitur psikotik
  • Ketakutan yang berlebihan

Depresi Melankolis (Melancholia)

Depresi Melankolis merupakan jenis depresi bentuk besar dari Depresi Mayor, penyebab utamanya adalah rasa sedih yang berlarut-larut.

Gejala-gejala Depresi Melankolis:

  • Hilangnya rasa senang pada suatu kegiatan
  • Tidak ada respon atau reaksi terhadap hal-hal menyenangkan yang sedang terjadi
  • Agitasi psikomotor, seperti jalan bolak-balik
  • Merasa bersalah
  • Mengalami Insomnia
  • Peningkatan depresi di pagi-siang hari

Depresi Katatonia

Seseorang yang mengalami Depresi Katatonia kerap kali mengalami gangguan psikomotor yang parah.

Gejala yang terjadi pada penderita Depresi Katatonia adalah ketidakmampuan untuk bergerak yang terjadi secara tiba-tiba dengan gerakan yang jumlahnya berlebihan tetapi tidak memiliki tujuan tertentu.

Penderita Depresi Katatonia dapat diatasi dengan segera mengunjungi psikiater. (Sayyidatina Latifah)

Komentar

Berita lainnya