oleh

Taman Rekreasi di Indonesia, Sudah Amankah?

-Opini-448 views
Ilustrasi. (Istimewa)

Taman rekreasi adalah sebuah tempat atau sarana rekreasi dan memiliki ide dasar khusus yang mencirikan seluruh tempat rekreasi tersebut. Karakteristik setiap taman rekreasi tidak sama dengan taman rekreasi yang lain, hal itu tergantung dengan tema yang digunakan. Taman rekreasi merupakan tempat wisata yang menawarkan hiburan berupa wahana permainan yang didukung oleh fasilitas seperti toko, restoran, ataupun fasilitas lainnya. Taman rekreasi dapat dinikmati oleh siapa saja baik kaum tua maupun muda.

Menurut recreation development handbook, taman rekreasi memiliki beberapa jenis salah satunya adalah Theme Park. Theme Park merupakan taman hiburan yang menawarkan atraksi untuk rekreasi yang ditekankan pada suatu tema, seperti fantasi atau imajinasi.

Jenis selanjutnya adalah resort/residental community yang memiliki pengertian sebagai tempat tujuan dengan waktu singkat menyediakan bermacam-macam aktivitas rekreasi, seperti penginapan, restoran, dan pertunjukan dengan latar alam hingga modern. Jenis yang terakhir adalah supplemental recreational yaitu fasilitas rekreasi yang ditujukan sebagai tambahan dari fungsi utama sebuah kawasan seperti, perumahan dan komersial. Hiburan dapat diberikan dalam bentuk fasilitas seperti kolam renang atau golf course.

Besarnya potensi taman hiburan di Indonesia mendorong pelaku usaha di bidang ini berlomba-lomba menyediakan taman hiburan dengan berbagai cara. Meskipun taman hiburan identik dengan kebahagiaan, tetapi taman hiburan juga memiliki risiko. Berbagai tempat hiburan yang ada belum memberikan jaminan keamanan dan keselamatan pengunjung sepenuhnya.

BACA JUGA:  Pembunuh dalam Sunyi itu Bernama Depresi

Hal ini memungkinkan terjadinya kecelakaan yang dapat menimpa pengunjung taman hiburan dan menyebabkan cacat fisik atau meninggal dunia. Penyebab kecelakan ini dapat terjadi karena berbagai hal, seperti bencana alam, pengelolaan tempat wisata, pengunjung, dan kejahatan pihak ketiga. Keempat hal ini dapat memiliki hubungan langsung dengan kecelakaan yang terjadi di taman rekreasi.

Kasus kecelakaan taman rekreasi yang pernah terjadi di Indonesia antara lain: peristiwa di Pacet Mojokerto Jawa Timur pada tanggal 11 Desember dengan korban meninggal 26 orang, peristiwa di Baturaden Jawa Tengah pada tanggal 27 Oktober 2007 dengan 8 orang korban, peristiwa di Danau Singkarak dengan 5 orang korban, peristiwa macetnya wahana tornado di Jawa Timur Park 1 tanggal 26 Januari 2009 dan peristiwa Tornado macet di Dunia Fantasi tanggal 11 Oktober 2007.

Kecelakaan yang terjadi di taman rekreasi menimbulkan kerugian bersifat material dan imateriel kepada pengelola dan pengunjung sebagai korban. Pengelola mengalami dua kerugian sekaligus, yaitu mengganti kerugian korban dengan sejumlah uang yang sudah ditentukan dan kerugian bersifat imateriel yaitu reputasi. Kerugian imateriel bersifat jangka panjang adalah kelangsungan tempat wisata untuk kembali memulihkan citra positif sehingga pengunjung akan melupakan kejadian tersebut.

BACA JUGA:  Hijrah, Ayolah Kapan Lagi!

Perbedaan karakteristik tempat hiburan akan membedakan potensi kecelakaan antara satu tempat dengan tempat lainnya. Terdapat peraturan terkait tanggung jawab hukum bagi pengunjung apabila terjadi suatu kecelakaan yaitu Undang-Undang nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pasal 19 ayat (1) dan (2) menyebutkan pelaku usaha memiliki tanggung jawab untuk memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran dan/atau kerugian konsumen atas barang dan/atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan. Ganti rugi yang dimaksud dapat berupa pengembalian uang atau penggantian barang dan/atau jasa yang sejenis atau setara nilainya, atau perawatan kesehatan dan/atau pemberian santunan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemberian ganti rugi tidak menghapuskan kemungkinan adanya tuntutan pidana berdasarkan pembuktian lebih lanjut mengenai adanya unsur kesalahan.

Secara umum terdapat beberapa peraturan yang mengatur taman rekreasi di Indonesia, salah satunya adalah Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia nomor 27 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Taman Rekreasi. Menurut Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, pengelola wajib menyediakan peralatan dan wahana penunjang bagi jaminan keselamatan pengunjung, selain itu pengelola wajib melakukan perawatan secara berkala terhadap peralatan dan wahana penunjang sesuai petunjuk pabrik. Pengelola juga wajib untuk membuat standard operating procedure (SOP) tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran atau keadaan darurat serta Keselamatann dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Peralatan P3K dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan sarana dan prasarana wajib yang ada di sebuah taman rekreasi.

BACA JUGA:  Pembunuh dalam Sunyi itu Bernama Depresi

Di Indonesia belum terdapat badan khusus yang bertujuan untuk menganalisis keselamatan di taman rekreasi secara berkala maka dari itu tanggung jawab keselamatan terhadap pengunjung sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengelola taman rekreasi. Untuk mendukung keselamatan di taman rekreasi yang lebih baik diperlukan adanya partisipasi dari pengungjung rekreasi. Setiap pengunjung rekreasi sejatinya wajib untuk menjaga barang bawaan pribadinya dan menaati peraturan terkait yang ada di suatu taman rekreasi. Pengunjung wajib untuk mendengarkan setiap perintah yang ada di taman rekreasi demi keselamatannya. Selain itu, pemerintah turut memiliki andil dalam penerapan keselamatan di taman rekreasi yaitu dengan melakukan pengecekan secara berkala terkait wahana-wahana di tempat rekreasi dan menetapkan standar baku tentang keselamatan di taman rekreasi.

Oleh: Tanaya Angantari, Mahasiswa Universitas Indonesia

Komentar

Berita lainnya