oleh

Ragam Manfaat Minyak Zaitun bagi Kesehatan

Ilustrasi. (Istimewa)

Minyak zaitun adalah minyak yang terbuat dari lemak buah zaitun. Minyak zaitun termasuk minyak yang kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal. Minyak ini banyak digunakan di negara-negara Mediterania karena pohon zaitun (Olea europaea) melimpah di kawasan tersebut.

Minyak zaitun merupakan minyak multifungsi yang bisa digunakan sebagai bahan pangan dan bahan nonpangan. Pemanfaatan minyak zaitun sebagai bahan pangan sering digunakan sebagai minyak untuk memasak dam sebagai saus salad.

Selain itu minyak zaitun juga dijadikan sebagai obat dengan mengonsumsinya sebanyak satu gelas kecil. Pada pemanfaatan nonpangan, minyak zaitun digunakan dalam kosmetik, minyak pijat, bahan bakar lampu tradisional, dan peralatan kebersihan seperti sabun. Antara lain,

Dihimpun dari berbagai sumber, inilah manfaat-manfaat minyak zaitun bagi kesehatan :

Melancarkan aliran darah

Manfaat minyak zaitun untuk kesehatan selanjutnya adalah melancarkan aliran darah. Kandungan lemak omega 9,6, dan 3 akan memperbaiki fungsi endotel pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.

Mengontrol kolesterol

Minyak zaitun mengandung campuran antioksidan yang dapat menurunkan kadar kolesterol buruk (LDL), namun tetap mempertahankan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh Anda. Jika Anda ingin mencoba menurunkan kolesterol dengan minyak zaitun, Anda bisa mengonsumsi dua sendok makan minyak zaitun tiap hari. Anda juga bisa mencampurkannya dengan salad atau menggunakannya untuk menumis sayuran.

Memelihara kesehatan jantung

BACA JUGA:  Kebiasaan Begadang Remaja, Ketahui Dampaknya!

Khasiat minyak zaitun bisa menjaga kesehatan jantung dan juga mencegah penyakit jantung. Minyak buah zaitun menjadi bagian pokok yang tak bisa dilepaskan dari diet Mediteranian yang terbukti sehat bagi jantung. Pasien penyakit jantung yang menjalani diet Mediterania juga dikaitkan dengan risiko kematian yang rendah akibat penyakitnya.

Dilansir dari Medical News Today, Maria-Isabel Covas, periset di Parc de Recerca Biomèdica de Barcelona, Spanyol, melakukan kajian ekstensif terhadap studi yang berfokus pada efek biologis dan klinis dari minyak buah zaitun. Covas menemukan bahwa orang-orang yang rutin mengonsumsi minyak ini cenderung terlindungi dari risiko terkena penyakit kardiovaskuler, termasuk hipertensi, stroke, dan hiperlipidemia (kadar kolesterol dan trigliserida tinggi dalam darah).

Covas juga menemukan bahwa mengonsumsi minyak ini secara teratur dapat membantu mengurangi peradangan, disfungsi endotel (masalah dinding lapisan dalam pembuluh darah), trombosis, dan metabolisme karbohidrat dalam tubuh.

Tingkat kematian akibat penyakit jantung dilaporkan rendah di negara-negara Mediterania Selatan Eropa (Maroko, Algeria, Tunisia, Libya, Mesir, Yordania, Syria, Lebanon, dan Turkey) dibandingkan dengan negara-negara barat lainnya, walaupun kasus penyakit jantung koroner mereka lebih tinggi.

Selain itu, penelitian lain juga menunjukkan bahwa kandungan polifenol dalam minyak zaitun berperan dalam mencegah penyakit jantung. Mengonsumsi sekitar empat sendok makan minyak zaitun tiap hari disebut bisa mencegah terjadinya serangan jantung.

BACA JUGA:  Mandi Malam Menyebabkan Rematik, Mitos atau Fakta?

Mengontrol tekanan darah

Lemak tak jenuh pada minyak zaitun dapat menurunkan tekanan darah pada penderita tekanan darah tinggi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang terbiasa menjalani diet mediterania selama 4 tahun memiliki tekanan darah yang lebih rendah. Data ini mendukung manfaat minyak zaitun yang dapat membantu mengontrol tekanan darah pada mereka yang berisiko terkena penyakit jantung. Agar hasil yang lebih nyata, konsumsi atau minum minyak zaitun extra virgin

Mencegah terjadinya stroke

Stroke adalah penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung yang sering ditemukan di negara-negara maju. Stroke terjadi karena aliran darah ke otak mengalami gangguan baik karena pembekuan darah maupun adanay pendarahan.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa manfaat minyak zaitun melalui kandungan asam lemak tak jenuh tunggal bisa menurunkan risiko stroke. Sebagian orang yang mengonsumsi minyak zaitun, rupanya memiliki risiko terkena stroke jauh lebih rendah dibanding mereka yang tidak mengonsumsi olive oil.

Memerangi depresi

Menurut peneliti dari Universitas Navarra dan Las Palmas de Gran Canaria, makanan kaya minyak zaitun dapat memerangi penyakit jiwa.

Minyak zaitun bila dikombinasikan dengan pilihan sehat dari diet Mediterania, seperti sereal gandum, ikan berminyak, sayuran, dan tomat kering matahari, minyak zaitun akan lebih mampu mengerjakan keajaibannya yaitu memerangi depresi, menurut netdoctor.co.uk. (ism)

Orang yang banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak trans, seperti makanan cepat saji dan makanan ringan kemasan, dipercaya memiliki risiko yang lebih tinggi terkena depresi, dibandingkan dengan orang-orang yang menu makannya lebih sehat (kaya akan lemak tak jenuh tunggal). Penelitian melaporkan bahwa semakin banyak lemak trans yang dikonsumsi seiring waktu, semakin meningkat risiko Anda mengalami depresi.

BACA JUGA:  Bagaimana Keterlibatan PAUD dalam Penanggulangan Stunting?

Menurut sebuah studi yang dilakukan di Universitas Las Palmas de Gran Canaria di Spanyol dan dipublikasikan di PLoS ONE, khasiat minyak zaitun tampaknya berpotensi untuk mencegah dan/atau mengurangi risiko depresi.

Melawan penyakit Alzheimer

Peneliti Italia dari Universitas Florence menemukan bahwa polifenol pada minyak zaitun ekstra virgin dapat mencegah atau menunda munculnya penyakit alzheimer. Studi yang dipublikasikan di PLOS One, sebuah jurnal dengan akses terbuka, meneliti manfaat minyak zaitun untuk kesehatan pada tikus yang berpenyakit alzheimer.

Melindungi dari peradangan usus kronis

Ulcerative colitis adalah jenis peradangan usus kronis yang terbilang cukup umum. Para ilmuwan di University of East Anglia di Inggris mengatakan bahwa meningkatkan konsumsi minyak buah zaitun bisa membantu menangkis penyakit ini.

Peneliti memperkirakan bahwa hampir setengah dari kasus ulcerative colitis bisa dihindari jika tubuh menerima lebih banyak asam oleat, yang ditemukan dalam minyak zaitun. Asam oleat bekerja memblokir senyawa aktif dalam usus yang memperburuk peradangan akibat penyakit ini. (Akfini Farihah Fiddarayni)

Komentar

Berita lainnya