oleh

Pentingnya Pendidikan Bagi Masa Depan

-Opini-1.304 views

Pada zaman modern yang penuh dengan pengaruh globalisasi ini, tuntutan akan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi syarat untuk dapat bersaing dan menunjukkan kualitas diri. Pernyataan ini bukan tanpa sebab, Karena banyaknya kemajuan di bidang teknologi serta tuntutan profesi yang semakin tinggi persyaratannya. Dalam dunia kerja tentunya kita dituntut untuk menjadi seorang yang berkemampuan tinggi dengan dedikasi tinggi pula. Generasi muda sekarang tentunya akan menjadi pengganti generasi sebelumnya, disinilah genersi muda harus menunjukkan kualitas dalam dirinya agar dapat bersaing dan menjamin kehidupannya di masa depan.

Pendidikan menjadi modal mutlak yang mesti dimiliki oleh genersi muda, bukan hanya untuk menambah wawasan tapi kemudian menjadi tuntutan untuk dapat berfikir dengan baik, sehingga dikemudian hari dapat memimpin negara ini dengan baik pula. Generasi muda akan menjadi benteng pertama pertahanan negara, menjadi garda terdepan untuk kelangsungan sebuah bangsa. Namun pada kenyataannya, pendidikan di Indonesia masih menjadi problem yang besar dan tidak berkesudahan. Infrastruktur pendidikan yang tidak memadai, biaya pendidikan yang tinggi,dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan menjadi runtutan masalah panjang dalam rantai permasalahan pendidikan di Indonesia.

Banyaknya kasus putus sekolah di Indonesia masih dipandang hal biasa dalam masyarakat. Anak putus sekolah juga dapat disebabkan beberapa faktor yaitu internal dan eksternal. Internalnya adalah disebabkan rasa malas dari anak itu sendiri untuk mengenyam pendidikan, rasa minder karena tidak dapat bersosialisasi dan cemooh karena tidak mampu membayar kewajiban biaya sekolah, ketidakmampuan orangnya dalam hal ekonomi menjadikan anak pribadi yang takut dan malu bersosialisasi dengan lingkungan sekolah.

BACA JUGA:  Pembunuh dalam Sunyi itu Bernama Depresi

Dari faktor eksternalnya adalah lingkungan dan keluarga. Kebiasaan masyarakat daerah yang tak jarang melibatkan anak untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga atau lebih buruknya menikahkan anak-anak mereka yang masih dalam usia pendidikan dengan tujuan agar meringankan beban tanggungan orngtua, menjadi hal miris yang masih banyak terjadi dilingkungan masyarakat.
Pendidikan yang murah atau gratis yang dijanjikan dan diinginkan masyarakat memang akan membantu jika ditinjau secara faktor ekonomi, namun kebijakan ini juga harus ditunjang dengan kebijakan untuk menyelesaikan faktor-faktor penyebab putus sekolah lainnya. Karena faktor ekonomi bukan penyebab satu-satunya putus sekolah.

BACA JUGA:  Pembunuh dalam Sunyi itu Bernama Depresi

Sebagai warga negara Indonesia tentunya akan merasa cemas dengan adanya kasus putus sekolah ini. Pemerintah seharusnya lebih tegas lagi dalam menyikapi masalah pendidikan, begitu juga dengan orangtua dan guru seharusnya memberikan motivasi dan mengawasi peserta didik dan anak anaknya. Memberikan penyuluhan akan pentingnya pendidikan ke daerah-daerah terpencil agaknya perlu dilakukan, mengingat pendidikan akan maju apabila ada dukungan dari segala elemen masyarakat. Karena untuk menjaga bangsa yang besar dan kaya seperti Indonesia dibutuhkan orang-orang yang cerdas dan berkualitas.

Pendidikan menjadi teramat sangat penting karena kehidupan ini selalu berubah ubah. Mau tidak mau kita harus terus belajar dan belajar agar tidak ketinggalan zaman dan mampu menjadi pribadi yang berkualitas. Dan pendidikan dapat menjadi bekal agar tidak takut untuk menjalani kehidupan di masa mendatang, karena tantangan hidup semakin lama akan semakin besar. Manfaat pendidikan bukan hanya untuk mengangkat derajat manusia tetapi juga bisa meningkatkan karakter dan budaya bangsa. Itulah manfaat pendidikan dalam pandangan yang lebih luas.

BACA JUGA:  Hijrah, Ayolah Kapan Lagi!

Pendidikan merupakan investasi yang baik bagi generasi yang akan datang. Mereka dengan kualitas sumber daya manusia yang mempuni akan mampu membuat bangsa Indonesia bersaing dengan negara lain. Itulah alasannya mengapa pemerintah harus gencar dengan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan khususnya di daerah pelosok agar semua kalangan yang tak tersentuh pendidikan, dengan segera mendapatkan pendidikan yang layak sesuai hak hak nya sebagai warga negara Indonesia yang diatur dalam undang-undang. Baik pendidikan formal maupun non formal, dengan harapan dikemudian hari mereka dapat menjadi pelopor pembangunan di daerahnya masing-masing. (Dinar Rahmayanti)

Komentar

Berita lainnya